
Pencarian sosok wanita misterius dan pengintaian terhadap Hendrik nyaris menemui titik terang.
Wanita misterius itu sudah ditemukan, dan saat ini sudah diamankan oleh Aldo dan Pak Edo di kediaman keluarga Arbiantoro dengan pengamanan ketat.
Denis juga sudah berhasil melacak pemilik apartemen yang ditinggali oleh Hendrik.
Dan yang mengejutkan, Dennis sempat memergoki seseorang yang mirip tuan Kosasih beberapa kali keluar masuk di apartemen yang sama.
Meskipun dengan penyamaran, Dennis tidak bisa dikelabui begitu saja.
Pagi itu Reyhan baru tiba di Indonesia dan langsung menuju ke rumahnya.
"Dimana kalian menemukan wanita itu..?"
Tanya Reyhan pada Aldo.
"sebelumnya beberapa orang suruhan kita melihat wanita itu sempat berkeliaran di jalan A.
Ciri-ciri wanita yang terekam di CCTV sama persis dengan wanita yang kami temukan bos. Dia bahkan mengakui jika dialah yang melakukannya."
Jawab Aldo.
"Siapa dia, dan apa tujuannya melakukan itu..?"
Aldo menyerahkan selembar kertas yang berisi data dari wanita misterius itu.
"Menurut pengakuan wanita itu, ini data pribadi serta fotonya bos.."
Reyhan menerima kertas tersebut dan melihatnya.
"Ody..?"
Reyhan mengernyitkan kening.
"Bos kenal wanita ini..?"
tanya Aldo.
"Ya, aku mengenalnya.. tapi, apa yang terjadi dengan wajahnya..?"
Foto tersebut menunjukkan wajah seorang wanita yang sudah rusak dan mengelupas.
"Dia bilang orang-orang suruhan tuan Kosasih mencoba membunuhnya. Saat dia pingsan, mereka mengira dia sudah tewas. Kemudian mereka merusak wajahnya dengan air raksa agar tidak dikenali dan membuang jasadnya ditepi sungai."
Reyhan bergegas menuju ke lantai dua, tepatnya ke ruangan dimana wanita misterius itu berada.
"Ody.. kamu benar Ody..?"
__ADS_1
Tanya Reyhan saat dia sudah bertemu dengan wanita misterius itu.
"Rey.. iya, ini aku Ody.. Claudya Adelina.."
Jawab wanita itu.
(betewe, Claudya adalah saudari kembar Clara dan di beberapa episode sebelumnya pernah muncul.)
Meski wajahnya rusak dan tidak bisa dikenali, namun Reyhan merasa familiar dengan suara wanita itu.
"Apa yang terjadi denganmu..? bagaimana kau bisa sampai seperti ini..?"
Tanya Reyhan.
"Panjang ceritanya Rey.. dan gak penting soal aku, bagaimana dengan Ara..? apa dia baik-baik aja..?"
"Ya.. kurasa dia baik-baik aja.."
Jawab Reyhan.
"Rey.. tolong bawa Ara kesini.. tolong lindungi dia.. aku.. aku takut Rey.. si tua bangka itu, dia.. dia sangat kejam.. dia.. dia bahkan melakukan ini semua terhadapku.. padahal sejak kecil aku menganggap dia adalah ayahku.."
Ody tampak mulai histeris.
"Tenanglah.. aku jamin Ara tetap aman dibawah pengawasan Dennis. Lalu, bagaimana kau bisa kabur..?
bukankah selama ini kau disekap oleh orang-orang suruhan tuan Kosasih..?"
Tanya Reyhan.
Bahkan.. Bahkan mereka melecehkanku.."
Ody semakin histeris, tubuhnya gemetaran.
"Jika kau belum siap untuk menceritakan semuanya sebaiknya tenangkan dulu dirimu.. aku yakin ini sangat berat bagimu.."
Rryhan berusaha menenangkan Ody.
"Annisa.. dimana Annisa Rey..? Sebaiknya kau bawa dia ketempat yang aman. Kudengar si tua bangka itu sedang menyusun siasat untuk menyakiti Annisa."
Tanya Ody.
"Dia istriku, tentu saja aku sudah membawanya ke tempat yang aman. aku tidak ingin mengambil resiko dengan membiarkannya tetap disini.."
Jawab Reyhan.
"Syukurlah.. itu artinya kau menerima pesanku kan..?
__ADS_1
Aku bingung, aku tidak tahu harus dengan cara apa menyampaikannya padamu. jika aku langsung menemuimu, tentu saja akan sangat mencolok.. Kau tahu kan, mata-mata pria iblis itu ada dimana-mana.. akan terlihat sangat janggal jika mereka melihat kau bertemu dengan seorang wanita yang lusuh sepertiku. Tapi syukurlah, satpam di kantormu menduga aku adalah gelandangan."
"Aku sangat berterimakasih untuk itu Ody, dan aku harap kamu bersedia bekerja sama denganku untuk membongkar kejahatan tuan Kosasih.."
"Tentu.. pria iblis itu harus mendapat balasan setimpal atas apa yang telah dia lakukan bahkan terhadapku.."
Jawab Ody.
"Lalu, apa kau tahu rencana apa yang sedang disiapkan oleh mereka..?"
Tanya Reyhan.
"Sekarang si tua bangka itu sedang berusaha mencari relasi di dunia hitam. dengan bantuan King Latina, tentunya itu bukan hal sulit. Mereka seperti sedang membentuk aliansi untuk melakukan penyerangan terhadap Yakuza.
Jika sampai Yakuza dilucuti, tentu itu juga akan berbahaya bagi kalian. mengingat sebagian besar orang-orang yang bekerja padamu adalah anggota Yakuza."
Reyhan terdiam. Dia tidak menyadari jika situasinya akan segawat ini. Biar bagaimanapun juga Ody benar. Selama ini keluarga Arbiantoro memang sangat erat kaitannya dengan mafia yang paling disegani di Asia itu.
"Aku memang tidak paham dengan dunia hitam.. tapi jika mereka mencoba mencari relasi untuk menjatuhkan Yakuza, apa tidak sebaiknya kalian melakukan hal yang sama..?"
Ujar Ody.
"Sepertinya kau benar.. aku akan bicarakan ini dengan Dennis. Dan kau tidak perlu cemas tentang keselamatanmu dan Clara. Aku akan mengaturnya dan sesegera mungkin membawa kalian ke Kobe sampai situasinya membaik."
Setelah selesai berbicara dengan Ody, Reyhan bergegas menemui Dennis di kantor.
Beberapa hati ini Dennis lah yang diberikan wewenang oleh Reyhan untuk menangani semua masalah yang ada di kantor.
"Bagaimana kondisi Ody..?"
tanya Dennis.
"Sepertinya dia perlu waktu untuk menenangkan diri.. Karena peristiwa yang dia alami sangat berat."
Jawab Reyhan.
"Malam tadi aku sudah meminta Dokter Irene memeriksa kondisinya.. dan menurut Dokter Irene dia membutuhkan bantuan psikiater.."
"Kalau begitu segera konfirmasi hal ini kepada Om Rizal. Dan untuk sementara tetaplah berjaga, jangan sampai lengah."
"Siap bos.."
"Lalu bagaimana dengan penyelidikanmu terhadap Hendrik..?"
Tanya Reyhan
"Seperti dugaanku di awal, dia memang bekerja sama dengan Kosasih. jadi sebaiknya kau juga waspada.. Karena beberapa kali aku sempat memergoki Kosasih keluar masuk di apartemen yang sama. Meskipun dia melakukan penyamaran, mataku tidak bisa ditipu.."
__ADS_1
"Setelah si kembar, sekarang dia menggunakan orang lain lagi.. benar-benar licik.."
Gumam Reyhan