Ana Uhibbuka Fillah (Season 2)

Ana Uhibbuka Fillah (Season 2)
31. Wedding Party


__ADS_3

pagi itu Annisa terbangun dan tak melihat Reyhan disampingnya.


*mungkin mas Reyhan lagi mandi


batinnya.


Annisa bergegas bangun dan hendak menuju dapur, tiba-tiba Reyhan muncul sudah lengkap dengan pakaian kokonya.


"mas, dah bersiap..?"


Reyhan mengangguk.


"tadi mas lihat kamu tidurnya pulas, mas gak tega bangunin.."


jawab Reyhan.


Usai melaksanakan shalat subuh seperti biasa Annisa mulai berjibaku didapur menyiapkan sarapan untuk suaminya.


hari ini dia memasak menu kesukaan suaminya : ikan gurame goreng lengkap dengan cocolan sambal terasi dan soup buncis kentang wortel. (eeh sebenarnya ini menu favorit author siihπŸ˜‚πŸ˜‚)


"sayang, mumpung akhir pekan nanti ikut mas ya.."


ucap Reyhan disela sela sarapannya.


"kemana..? mas mau bawa Icha honeymoon kah..?"


tanya Annisa dengan mata berbinar.


"hari ini kita fitting baju untuk wedding party kita sayang.."


jawab Reyhan sambil mencubit hidung Annisa.


"ya.. kirain mas mau bawa Icha liburan kemanaaa gitu.."


Annisa langsung memasang wajah cemberut.


Reyhan yang gemas melihat tingkah istrinya langsung mengecup keningnya.


"liburannya menyusul ya.."


ucapnya.


dan wajah Annisa langsung berseri kembali.


"pokoknya Icha yang tentuin tempatnya..."


ujar Annisa


"kamu ratunya sayang..mas ikuti kemanapun yang kamu mau.."


jawab Reyhan sambil mengelus kepala istrinya.


β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†


siang itu Reyhan dan Annisa sudah berada di butik milik Bu Nirmala, memilih pakaian yang sesuai untuk wedding party yang rencananya akan mereka lakukan dihari jumat.


Annisa tengah mencoba gaun syar'i berwarna coklat susu, sedangkan Reyhan mencoba jas tuxedo berwarna senada, dengan kemeja putih.


"masya Allah.. cantiknya istriku.."


Gumam Reyhan saat tanpa sengaja melirik Annisa dengan balutan gaun syar'i nya.


baju kedua Annisa memilih gaun syar'i berwarna putih, sedangkan Reyhan memilih jas tuxedo hitam dipadu dengan kemeja putih.


untuk baju terakhir Annisa menggunakan gaun syar'i berwarna abu-abu, sedangkan Reyhan menggunakan kemeja tuxedo berwarna sama dengan kemeja berwarna hitam.


pegawai butik yang membantu mereka untuk melakukan fitting baju tak hentinya berdecak kagum.


Annisa dan Reyhan tampak seperti ratu dan raja.


terlebih lagi postur tubuh Reyhan yang atletis dengan wajah oriental, dan Annisa yang berwajah manis dan tingginya hanya sebatas pundak reyhan, membuat pasangan ini tampak sweet.


usai melakukan fitting baju Reyhan membawa Annisa ke salah satu hotel mewah yang dikelola olehnya.


resepsi akan mereka gelar di auditorium hotel ini.


Reyhan tampak sibuk memberikan arahan kepada bawahannya untuk konsep wedding party mereka.

__ADS_1


"mas... kamu yakin mau bikin acara semewah ini..?"


tanya Annisa saat mereka sedang menikmati makan siang di restoran hotel.


"why not..? sayang, mas ingin memperkenalkan kamu sebagai istri mas, nyonya Arbiantoro. dan nantinya kita juga akan mengundang kolega bisnis dari beberapa negara.. jadi mas harus pastikan tamu-tamu kita terjamu dengan sempurna sayang.."


"kolega bisnis..? mas.. bukannya kita cuma ngundang orang-orang terdekat aja..?"


tanya Annisa sambil mengernyitkan kening.


Reyhan menggeleng


"sayang.. mas juga perlu menjalin hubungan yang baik dengan rekan bisnis mas, bukan hanya sekedar hubungan bisnis.. kamu tau sayang, ini salah satu kunci keberhasilan seorang pebisnis..jika kita bisa menjalin hubungan yang baik dengan rekan kita dan memperlakukan mereka sebagai teman, membantu mereka dalam situasi yang sulit, maka mereka juga akan melakukan hal yang sama.. jika kelak kita memerlukan bantuan, mereka akan bersedia membantu kita layaknya seorang teman.."


jawab Reyhan.


Annisa menatap wajah suaminya itu. dia baru menyadari jika yang berdiri dihadapannya saat ini adalah Reyhan Arbiantoro, salah satu pebisnis muda yang berpengaruh didunia dan juga anak tertua dari Restu Arbiantoro, pemilik perusahaan otomotif terbesar di Asia.


jangan tanya darimana Annisa mengetahuinya, karena dia adalah mahasiswi di jurusan manajemen, tentunya dia sering mencari sumber informasi yang berkaitan dengan jurusannya.


"kenapa kamu ngeliatin mas begitu..?"


tanya Reyhan yang merqsa canggung dengan tatapan istrinya.


"mas.. selama ini Icha pikir mas cuma mahasiswa badung, yang kerjaannya cuma ngusilin orang.. Bahkan sampe sekarang Icha masih belum percaya kalo mas itu pebisnis besar.."


jawab Icha sambil menatap suaminya dengan kagum.


Reyhan yang mendengar hal tersebut merasa semakin canggung. wajahnya memerah.


"ehmm.. sayang.. mas ngerasa lebih nyaman kalo kamu melihat mas sebagai mahasiswa badung yang sekarang jadi suami kamu, bukan sebagai Reyhan Arbiantoro yang katanya pebisnis sukses..kamu tau sayang, terkadang media itu suka melebih-lebihkan.."


ucap Reyhan.


"mas... entah kenapa sekarang Icha jadi merasa canggung.. Icha gak tau gimana caranya berhadapan dengan orang-orang penting.. Icha takut nanti Icha malah bikin mas malu didepan tamu undangan.."


Annisa menunduk sedih.


Reyhan yang melihat istrinya yang mendadak tampak murung berusaha menenangkannya.


Reyhan menggenggam erat tangan Annisa, dan menatapnya dengan penuh cinta.


Annisa mengangguk, matanya tampak berkaca-kaca.


"mas.. Icha gak tau harus gimana untuk berterimakasih karna mas sudi menerima Icha, dengan segala kekurangan Icha.. tapi Icha justru gak bisa jadi istri yang baik buat mas.."


"sayang.. kamu gak perlu berterimakasih.. justru mas merasa beruntung, karna Allah menakdirkan mas berjodoh dengan kamu, wanita yang soleha.. dan mas yakin kelak kamu juga akan menjadi ibu yang terbaik untuk anak-anak kita..


so,, please stay here with me honey.. mas ingin kamu temani mas sampai ke surga.."


"mas ngomongin anak-anak itu kode keras yaa.."


ujar Annisa sambil mengerucutkan bibirnya.


Reyhan tertawa mendengar ocehan Annisa.


ya, akhirnya istrinya kembali normal.


begitu pikirnya.


β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†


sementara itu ditempat lain..


"gimana bro, kau udah dapat informasi terbaru tentang wanita itu..?"


Dennis berbicara ditelepon dengan seseorang yang entah siapa, mungkin salah satu orang suruhannya.


"segera kukirimkan data terbaru bos, kali ini aku berhasil melacak keberadaan keluarganya."


jawab orang ditelpon.


"neneknya maksudmu..bukannya kau bilang neneknya baru meninggal dua hari yang lalu..?"


tanya Dennis


"bukan bos.. aku dapat informasi terbaru keberadaan ayah dan saudara kembarnya."

__ADS_1


"kau yakin..?"


"yakin bos.. karna aku menelusuri informasi ini dari kerabat-kerabat terdekatnya."


"baiklah, segera kirimkan.."


kemudian Dennis menutup teleponnya.


"bagaimana mungkin dia bisa bekerja sama dengan wanita itu..? siapa sebenarnya wanita itu, dan apa kaitannya dengan keluarga Arbiantoro..?


aku harus segera mengungkapnya sebelum terlambat.."


gumam Dennis.


β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†


Clara dan Dwi sedang berbincang sambil menikmati secangkir kopi. diakhir pekan begini, mereka memang sering menikmati waktunya dengan nongkrong di kafe.


tiba-tiba Lisa menghampiri mereka sambil berlari seolah ingin segera menyampaikan kabar penting.


"guys.. guys.. aku punya kabar menarik.."


ucapnya sambil terengah.


"Lisa loe kenapa..? kayak abis dikejar setan gitu.. kabar menarik apa..?"


tanya Clara penasaran.


"tau nih Lisa, ada apaan siih..?


trus Nisa mana..?"


sambung Dwi.


"Nah itu dia yang mau aku sampein ke kalian.."


ucap Lisa sambil meraih kursi disamping Clara dan menyeruput kopi milik Clara seenaknya.


(Nah ini kebiasaan author banget ini mah.. kalo nongkrong sering ngaret, trus dengan santainya nyeruput kopi temen tanpa izin dan merasa tak berdosaπŸ˜‚πŸ˜‚)


"nyampein apa..?"


tanya Clara dan Dwi hampir bersamaan.


"gengss,, kayaknya kita kudu shopping nih.."


ucap Lisa


"ha..? Shopping..?" Clara membulatkan mulut.


sedangkan Dwi menyentuh kening Lisa dan memastikan suhu tubuhnya normal.


"Lis.. kamu kesambet..?"


tanya Dwi


"no..no..no..ada acara penting di hari jumat ini..


so,, kita harus tampil anggun.."


jawab Lisa sambil menyeruput kembali vietnam drip milik Dwi.


"acara penting apa..?"


tanya Dwi


"acara wedding party nya Annisa Ramadhani dan Reyhan Arbiantoro.."


jawab Lisa dengan gaya yang didramatisir.


"what..??


wedding party..??"


Clara dan Dwi mebulatkan mata karena terkejut.


β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†

__ADS_1


__ADS_2