
siang itu situasi di kediaman O-bachan sangat kacau.
Annisa tiba-tiba pingsan setelah tanpa sengaja mendengar percakapan dua orang bodyguard tentang kondisi Reyhan.
Semua orang tampak syock.
Bu Nirmala tampak terguncang dan hanya bisa menangis.
Begitu juga dengan Reyna dan O-bachan yang tampak terkulai lemah.
Salah seorang bodyguard langsung melaporkan kejadian tersebut pada Aldo yang saat itu sedang menemani Dennis di rumah sakit.
"Kak.. sekarang situasi menjadi sangat kacau.. apa yang harus kita lakukan..?"
Tanya Aldo pada Dennis setelah mendapat kabar dari salah satu bodyguard di kediaman O-bachan.
"Aldo, kau kembalilah kesana. lakukan apa yang harus kau lakukan.
Aku akan berjaga disini.
Dan tolong jangan katakan apapun soal ini.."
"Tapi mereka sudah mengetahuinya kak.. Annisa tidak sengaja mendengar percakapan dua orang bodyguard di dapur.."
Jawab Aldo.
"Yasudah, yang terpenting sekarang kau kembali kesana. Aku akan meminta pihak rumah sakit mengutus beberapa orang Dokter dan perawat, terutama Dokter kandungan untuk memeriksa keadaan Annisa."
"Baiklah kak.."
jawab Aldo
"Tetap kabari aku situasi disana. dan jangan pergi kemanapun sampai keadaan membaik.."
Aldo mengangguk, kemudian pergi meninggalkan Dennis.
Hari menjelang malam saat Annisa mulai sadar.
"Mas Rey.. Mas..."
Annisa memanggil-manggil suaminya.
Dan airmatanya menetes begitu saja.
"Kak Icha.. Alhamdulillah kakak udah sadar.."
Reyna yang pertama kali mengetahui hal tersebut tampak lega.
"Mas Rey dimana Na..? Apa Mas Rey udah pulang..?"
__ADS_1
Tanya Annisa yang belum sadar sepenuhnya.
Dia masih belum mempercayai apa yang dia dengar siang tadi dan berharap suaminya segera kembali.
"Kak.. tenang ya.. Kak Rey baik-baik aja kok.. Cuma untuk sementara Kak Rey gak bisa pulang, banyak hal yang harus dia lakukan..
Tapi Kak Rey titip pesan, Kakak harus jaga kesehatan dan jaga kandungan kakak.."
Reyna berusaha menutupi demi menenangkan hati kakak iparnya tersebut.
Beberapa jam sebelumnya, Saat Annisa diperiksa oleh Dokter.
"Pasien mengalami syock berat dan itu sangat mempengaruhi janin yang ada dalam kandungannya.
Sebelumnya apakah pasien pernah mengalami trauma atau semacamnya..?"
Awalnya semua tampak diam, seolah mencerna apa yang disampaikan oleh dokter.
"Iya Dok.. saya ingat betul, kakak ipar saya ini pernah menjalani konsultasi dan terapi denga salah satu Psikolog. Saya tidak tahu persis apa penyebabnya.. Tapi saya rasa trauma itu berkaitan dengan masa lalunya.."
Jawab Reyna.
"Saran saya, cobalah untuk membawa pasien kembali menjalani konsultasi dan terapi dengan Psikolog. Dan jika memungkinkan, bawa pasien kepada Psikolog yang pernah menangani kasusnya. Karena Psikolog itu sedikit bnyak sudah memahami trauma yang diderita oleh pasien.."
"Lalu, bagaimana kondisi kandungannya Dok..? Kandungannya gak ada masalah kan Dok..?"
tanya Bu Nirmala sambil meremas jarinya tampak sangat khawatir.
"Baik, Terimakasih Dok.."
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
"Na.. Kamu gak bohong kan..? Mas Rey baik-baik aja kan..?"
"I-Iya Kak.. Kak Rey, dia baik-baik aja.. kakak jangan cemas ya.."
Jawab Reyna sedikit gugup.
"Tolong ambilin ponsel kakak Na.. kakak mau coba hubungi Mas Rey.."
Wajah Reyna langsung pias.
"Nisa.. saat ini suami kamu mungkin sedang berada di pesawat.. Nanti aja ya.. Kalo Reyhan udah sampe disana, dia pasti kabarin kamu.."
Ujar Bu Nirmala.
"Emangnya mas Rey kemana ma..?"
Tanya Annisa
__ADS_1
"New York.. Ya.. Rey sedang diperjalanan menuju New York.."
Jawab Bu Nirmala asal.
"New York..?"
Annisa mengernyitkan kening.
"Iya.. yaudah, kamu makan dulu, setelah itu minum obat dan istirahat. Kalau nanti Rey hubungi kamu mama bangunkan.."
Annisa merasa bingung. Entah kenapa dia merasa sesuatu terjadi sebelumnya. tapi dia sama sekali tidak bisa mengingat apa yang terjadi sebelum dia pingsan.
Setelah selesai makan dan minum obat, Bu Nirmala membantu Annisa memperbaiki posisi tidurnya.
"Ma.. janji ya, kalo nanti mas Rey telfon mama bangunin Nisa.."
Ujar Annisa.
"Iya sayang.."
Jawab Bu Nirmala sambil tersenyum. Namun ada kegetiran dibalik senyum itu.
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
"Kak Den.. gimana kondisi Kak Rey..? Dia baik-baik aja kan..?"
Reyna menghubungi Dennis untuk menanyakan kondisi kakaknya.
"Alhamdulillah Na, operasinya berjalan lancar. Dan syukurlah lukanya tidak separah yang kita duga. Masa kritisnya juga sudah lewat dan sekarang dia sudah dipindahkan di ruang rawat inap.
Mudah-mudahan besok pagi dia sadar.."
Jawab Dennis
"Alhamdulillah... syukurlah.. Ina lega dengarnya.. Kak Den, makasih banyak ya.. selama ini kak Dennis udah banyak bantu kak Rey.."
"Na.. Kakak kamu juga udah banyak berjasa terhadap Kakak dan keluarga Kakak.. apa yang kakak lakukan gak sebanding dengan apa yang sudah dilakukan oleh Reyhan.."
Jawab Dennis.
"Kak, tolong titip Kak Rey ya.."
"Yaudah, kalian fokus aja dengan kondisi Annisa.."
Setelah mematikan ponselnya Reyna menemui Bu Nirmala dan O-bachan yang sedang menemani Annisa ang sudah tertidur.
"Mama.. O-bachan.. alhamdulillah operasi Kak Rey berjalan lancar, dan masa kritisnya juga udah lewat. Sekarang Kak Rey dipindahkan ke ruang rawat inap.. Tapi Kak Rey masih belum sadar, mungkin karena pengaruh obat bius sebelum dioperasi. Mudah-mudahan besok Kak Rey sadar.."
"Alhamdulillah ya Allah.... Syukurlah dia baik-baik aja.."
__ADS_1
Bu Nirmala bernapas lega bahkan hingga menitikkan airmata.