
keesokan paginya Reyhan langsung pergi kekantor setelah meminta salah satu perawat menemani Annisa selama dia pergi.
sesampainya di kantor, Reyhan langsung menemui Pak Edo yang sudah menunggu diruangannya bersama Denis.
sebelumnya Reyhan sudah menghubungi pak Edo dan menceritakan tentang berita hoax yang beredar di salah satu situs berita online.
"pak Rey, apa bapak yakin pelakunya adalah karyawan kita sendiri..?
karna saya rasa tidak ada satupun karyawan yang memiliki alasan untuk menyerang anda dari belakang..
jika mereka adalah orang yang bijak, mereka tau pasti apa akibatnya jika berani menyentil anda apalagi dengan cara licik seperti ini.."
ujar pak Edo saat Reyhan sudah menjelaskan secara rinci tentang masalahnya.
"sayangnya, harus kukatakan kemungkinan besar iya pak Edo..
dan untuk itulah Denis ada disini sekarang.
tengah malam tadi Denis sudah melacak situs tersebut dan sudah memblokir URL situsnya sehingga tidak bisa diakses. tapi cara itu hanya aman untuk sementara. karna itu kita harus segera menemukan pelakunya beserta bukti-bukti yang cukup."
"jadi, apa yang bapak butuhkan untuk mencari sipelaku..?"
tanya Pak Edo.
"Denis butuh semua data karyawan dan staff dikantor ini, terutama staff keuangan."
jawab Reyhan mantap.
"staff keuangan pak..? tapi, saya rasa tidak mungkin pelakunya adalah salah satu dari mereka.."
ujar pak Edo heran.
"lakukan saja apa yang kuminta dan jangan banyak berkomentar. dan satu lagi, pastikan tidak ada satupun staff dan karyawan yang tau soal ini.."
jawab Reyhan tegas
"baik pak, akan saya siapkan.."
kemudian Pak Edo keluar dari ruangannya dan akan menemui HRD.
"apa ada orang yang kau curigai bro..?"
tanya Denis saat pak Edo sudah tak terlihat.
"ya, gua rasa cuma dia yang punya alasan untuk ngelakuin hal serendah ini. dan sayangnya, dia memilih lawan yang salah.
Den, fokus lu sekarang adalah staff bagian keuangan. cari tau semua data mereka termasuk hal yang paling privasi. lu paham kan maksud gua.."
Denis mengangguk.
__ADS_1
tak berapa lama kemudian pak Edo muncul membawa beberapa berkas.
Pak Edo menyerahkan berkas2 itu pada Denis untuk diperiksa.
"apa ada lagi yang anda perlukan pak..?"
tanya pak Edo.
Reyhan menggeleng.
"anda bisa kembali bekerja sekarang. dan pastikan tidak ada satupun staff dan karyawan yang tau soal ini."
pak Edo mengangguk dan bergegas kembali keruangannya.
sedangkan Denis mulai memeriksa data-data staff dan karyawan, sampai akhirnya dia terhenti di satu data.
terlihat jelas foto dan nama Bobby didata itu.
"orang ini bos.."
gumamnya dengan ekspresi yang sangat serius.
"lu yakin Den..?"
"yakin bos.."
dan Reyhan tau tak perlu baginya meminta Denis menjelaskan secara rinci kenapa dia sangat yakin bahwa pelakunya adalah Bobby.
"kalo pelakunya udah terungkap, bukan hal yang sulit untuk membongkar motifnya boss.. ini pasti ada kaitannya dengan Annisa."
jawab Denis.
"dari awal juga gua udah curiga kalo dia pelakunya Den..
tapi akan sangat lucu kalo tiba2 gua pecat dia tanpa ada masalah.. karna gua gak mau sampe soal berita malam tadi menyebar.."
Denis menyeringai jahil.
"boss,, dari awal udah kubilang kan kau hanya tinggal terima beres.. kujamin dia bakal keluar dari kantor ini dan langsung masuk bui.. kau tunggu aja kabar dariku malam nanti.."
meskipun tak tau apa yang sedang direncanakan oleh sahabatnya itu, Reyhan hanya mengangguk dan mempercayakan semuanya pada Denis.
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
hari sudah menjelang sore saat Reyhan dan Denis selesai dengan semua urusan mereka kecuali satu hal, Bobby.
tapi tak lama lagi hal yang tak terduga akan terjadi, dan Denis adalah satu-satunya orang yang sudah mengetahuinya karna itu adalah rencananya untuk seseorang.
sore itu Reyhan sudah tiba di parkiran Rumah sakit. sudah beberapa hari sejak Annisa dirawat inap Reyhan sangat mencemaskan gadis itu. sehingga dia lebih memilih menemani Annisa dirumah sakit daripada pulang kerumahnya.dan sore itu tanpa sengaja Reyhan berpapasan dengan papa dan mamanya yang baru saja keluar dari rumah sakit.
__ADS_1
"apa masalahnya sudah beres Rey..?"
tanya pak Restu saat mereka berdiri berhadapan.
"ada masalah apa pa..?"
tanya Bu Nirmala yang tiba-tiba terlihat cemas.
"bukan masalah besar kok ma, dan semuanya bisa kuatasi.."
jawab Reyhan
"baguslah.. jangan sampai lengah Rey, papa gak mau masalah seperti ini terjadi lagi."
Reyhan mengangguk, kemudian pergi meninggalkan kedua orang tuanya menuju ke rumah sakit.
*kalo memang dia pelakunya dan alasannya adalah karena Annisa, akan semakin bahaya untuk Annisa nantinya. aku yakin dia sanggup berbuat hal gila. semoga Denis bisa menjalankan tugasnya dengan baik. aku khawatir jika orang itu masih bebas berkeliaran terlebih dalam kondisi Annisa yang sekarang masih lemah.
batin Reyhan sambil berjalan gontai melewati lorong2 rumah sakit.
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
Assalamualaikum temen2...🤗🤗🤗
aku mau tanya2 dulu nih...
(kerna dari kemaren aku tu bener2 gak ada ide)
sebenernya aku pengen banget gitu yaa bikin visualnya Denis, Clara, sama Lisa...
aku tu sampe ngobrak ngabrik mbah google,,
sampe searching aktor2 dan aktris paling tampan dan cantik se asia, korea, eropa, sampe arab juga..😂😂
tapi apalah daya pemirsahhh,,,
aku belum menemukan sosok yang tepat yang bisa menggambarkan karakternya..😅😅
kalo kalian punya saran,, tolong coret dikolom komentar dongg...
biar halu nya makin HQQ gituuu...🤣🤣🤣
tengkyuuuu😊😊😊😊
betewe,,
kali ini aku kasih bonus untuk visual karakternya Reyna dulu yaak..☺
engingengggggg.....
__ADS_1