
Arthur benar-benar tak main-main dalam mengerjai Nayla, Nayla sampai kewalahan menghadapi kemesuman Arthur, bahkan Arthur mencoba beberapa tempat yang berada di apartemennya,dengan berbagai gaya tentu nya.Entah mengapa Arthur begitu antusias menikmati tubuh sang istri. Nayla yang memang sudah tidak bisa lagi menolak keinginan Arthur, hanya bisa mengimbangi keinginan sang suami hingga entah ke berapa kali nya Arthur dan Nayla bertempur di atas ranjang mereka.Cahaya matahari memasuki kamar melalui celah jendela kamar mereka,namun Nayla masih setia dengan selimut yang menyelimuti tubuh polosnya.
Arthur yang tak biasa bangun kesiangan, sudah nampak rapi dengan pakaian rumahnya, dia bahkan sudah berada di dapur untuk membuat secangkir kopi panas. Arthur membuka ponselnya,mencari informasi kira-kira makanan apa yang bisa dia masak untuk memulihkan tenaga sang istri, untung saja Baby Al,tak hanya minum dari ASI, namun juga meminum susu formula, yang tentu saja rekomendasi dari dokter anak terbaik.
Setelah selesai dalam pencarian nya di ponselnya, Arthur mulai menyiapkan sarapan untuk Nayla, jam sudah menunjukkan pukul 8 pagi, dan ketika Arthur selesai memasak,bel apartemen berbunyi.Setelah menikah, Arthur memang mengganti password apartemen nya, sehingga Max sekarang tak bisa sembarang masuk seperti dulu.
ceklek.......
Arthur membuka pintu apartemen yang sedari tadi berbunyi, dilihatnya Max di depan pintu apartemen dengan membawa sebuah tas yang berisi beberapa keperluan baby Al,juga menggendong bayi sudah bisa berceloteh itu, bayi itu nampak terdiam di gendongan Max tanpa bergerak-gerak, dia hanya memandang Arthur, Namun sesekali berceloteh.
"Tuan..... waktu nya berangkat kerja" kata Max, kemudian dia hendak masuk untuk memberikan Baby Al pada Nayla.
Namun Arthur menghalangi nya, Max nampak mengerutkan keningnya melihat kelakuan Arthur.
"Kita bekerja di rumah hari ini Max" perintah Arthur.
__ADS_1
Max nampak heran, tak seperti biasanya Arthur bolos kerja, dia bukan tipe orang yang mau menyia-nyiakan waktu nya. Apalagi hari ini ada meeting dengan salah satu perusahaan yang sudah dari kemarin di jadwal kan.
"Kau yakin Ar?" tanya Max.
"Yakin....dan bawa Bayi mungil ini bersamamu! tugasmu hari ini merawat dia!" kata Arthur.
"Dan kau Aldric Hernandez!! jadilah pria mandiri tanpa mommy mu hari ini!" lanjut Arthur sambil menutup pintu apartemen nya setelah mencium pipi sang anak yang masih berceloteh ria, Baby Al bukannya menangis, dia malah tertawa-tawa ketika pintu apartemen di tutup.
"Apa kau mau menyusahkan aku seharian ini Al?" tanya Max kepada baby Aldric. Dan si bayi mungil itu malah tertawa-tawa sambil sesekali memukul pelan wajah Max, dia sangat senang kelihatan nya.
"Ya..ya....bapak dan anak sama saja!!" ucap Max lagi, entah mengapa semenjak bersama Al, Max menjadi banyak bicara, tak ada lagi si dingin Max,bila bersama Baby Al.
"Duduklah di sini! aku akan membuatkan mu susu hangat,dan setelah nya kau harus makan Al"
"Ma..ma...ma..em...ma..ma...ma..em" Baby Al nampak berceloteh sendiri ketika melihat Max membawakan sebotol susu untuk nya.
__ADS_1
"Ini Bos bayi susu mu" ucap Max, setelah itu secara perlahan Baby Al tidur terlentang dan meminum susu nya.
Max nampak menelpon seseorang, perintah dari Arthur untuk bekerja di rumah membuat Max sedikit kesulitan, dia bahkan harus mengganggu Bobby untuk meminta bantuan nya menghadiri sebuah pertemuan dengan kliennya. Morgan tak bisa di mintai bantuan karena sedang menemani Echa melakukan pelayanan gratis di sebuah pedesaan karena bencana alam beberapa hari yang lalu.Ya...hubungan Bobby, Morgan dan Arthur semakin membaik, apalagi setelah identitas Bara yang sebenarnya di publikasikan di jajaran direksi perusahaan, hingga membuat mereka tak lagi bermusuhan, apalagi Aleysia pun sudah menjelaskan segalanya, dan menerima pernikahan antara Raka dan Ananta pada akhirnya. Hubungan mereka sempat di perbincangkan di masyarakat, Namun karena kuasa Arthur, semuanya hanya berlangsung beberapa hari saja, setelah nya semuanya kembali normal.
"Ada apa kau menghubungi ku Max?" tanya Bobby di sebrang sana.
"Tuan Bobby, Tuan Arthur meminta anda dalam meeting dengan klien mengganti kan Tuan Arthur" saut Max.
"Memangnya Arthur kemana?dan kau juga kemana?" tanya Bobby heran, tak biasanya mereka berdua tak bekerja, karena Arthur dan Max,bukan tipe yang suka membuang waktu.
"Tuan Arthur sedang membuat adik untuk Baby Al, sedangkan aku?.....aku harus menjadi baby sitter dalam seharian ini!!"
"Apa????"
bersambung
__ADS_1