
Echa banyak menceritakan tentang sang ayah dan bundanya, Alice juga nampak tertawa kecil mendengarkan, sejujurnya dia merasa iri pada Nay dan Echa yang sebentar lagi akan menjadi saudara tiri, keluarga mereka lengkap dengan Ayah dan Bunda nya. berbeda dengan Alice yang hanya hidup berdua sejak dia berusia 5 tahun, dan sang Mama lebih memilih hidup sendiri bersama Alice dan menjalankan perusahaan peninggalan sang suami.
Tawa mereka berhenti seketika, lebih tepatnya Alice yang berhenti terlebih dahulu, dia sangat shock melihat siapa yang sedang berjalan ke arahnya dan kedua sahabatnya. Terlihat sangat jelas, Alice sangat tegang dan cemas dengan kedatangan seseorang itu.Alice benar-benar tak mengira bahwa sang Mama akan datang dengan 2 bodyguard di samping nya.
"Mama...." gumam Alice, hal itu membuat Nay dan Echa ikut memandang ke arah mata Alice.
Alice seketika berdiri di ikuti oleh dua sahabatnya.
"Kau rupanya di sini Alice?" kata Nesya sang Mama.
"Mama tidak menyangka.....kalau selera Cafe mu berubah drastis..... bukankah ini Nona muda Hernandez? harusnya selera kamu semakin naik jika bergaul dengan Nona muda ini bukan?" kata Nesya seakan menyindir Nay.
"Ma...." saut Alice lirih
"Ah.....atau karena Dokter ini?......kamu masih bergaul dengan Dokter miskin ini?" kata Nesya
"Nyonya.... bukankah seharusnya nyonya bersikap layaknya wanita terhormat?...... bukankah tidak pantas rasanya nyonya menghina orang lain? mengingat Anda adalah seorang wanita terhormat nyonya" kata Nay, jelas sekali sorot mata nya tak suka dengan penghinaan pada Echa.
__ADS_1
"Oh Maafkan atas perkataan saya Nona muda, sayangnya itu Kenyataan.....dan artinya say tidak sedang menghina, namun berbicara fakta" saut Nesya
"Alice......ayo ikut Mama.....kita perlu bicara!" kata Nesya beralih ke anaknya, dia tak ingin berurusan panjang dengan istri Arthur tersebut, bisa saja dia salah bicara dan berakibat fatal jika Arthur mengetahui nya
"Tapi Ma....." Saut Alice, namun tatapan mata tajam sang Mama membuatnya sedikit takut.
"Iya ma...." saut Alice, dan akhirnya dia mengikuti sang Mama, Echa nampak cemas dengan kepergian Alice,karena dia tau betul watak Mama Alice.
Plaaak........
bentak Nesya ketika sampai di rumah besar milik nya, Alice yang tak siap dengan perlakuan sang Mama akhirnya jatuh ke lantai.
"Mama" gumam Alice lirih, dia sungguh sangat menyayangi sang Mama, namun perlakuan buruk Mama nya ketika marah membuat Alice tak tahan dan memilih hidup sendiri.
"Sudah Mama bilang!! turuti kemauan Mama!!! dasar anak tak tau di untung!!!...." bentak Nesya lagi, dia tau dari anak buahnya kalau Alice menjual apartemen miliknya hanya karena dekat dengan apartemen Bobby, padahal dia sengaja meminta Aleysia, Mama Bobby untuk menempatkan Bobby di apartemen itu agar mereka bisa saling berdekatan.
"Kembali ke apartemen lamamu!! Mama sudah membeli nya lagi dan sudah menatanya, kamu tinggal menempati lagi!" kata Nesya yang tak mau di bantah.
__ADS_1
"Tapi Ma....." ucap Alice
"Mama tak mau tau!!" ucap Nesya
"Alice gak bisa ma" ucap Alice lirih sambil menunduk.
"Baiklah!! seperti kamu memang lebih suka menguburkan jenazah Mama mu!!" ucap Nesya.
Seketika Alice kaget ketika Mama nya memegang pisau buah yang tak jauh dari jangkauan nya dan mengarahkan Pisau tersebut ke lehernya.
"Mama'' pekik Alice.
"Kembali ke apartemen mu dan rayu Bobby agar menerima perjodohan kalian!!" kata Nesya.
"Atau kubur saja jenazah Mama mu!!" lanjut Nesya
bersambung......
__ADS_1