Arthur (Sang Penguasa)

Arthur (Sang Penguasa)
Apakah ini keinginan ku?


__ADS_3

Semalaman Bobby mencoba menenangkan hasratnya, ketika tengah malam, Alice bergerak-gerak terus,hingga selimut yang di pakai nya terlepas dari tubuhnya.


"Oh Shi-t!!!!" umpat Bobby berulang kali semalam.


Dan pagi ini, Alice benar-benar memancing singa liar yang sedang tidur di dalam diri Bobby, dengan gerakan pasti, Bobby membuang selimut yang di pakai mereka, membalikkan tubuh Alice yang masih tertidur nyenyak hingga berada di bawah Kungkungan nya.


"Sial!!...... Sial!!!" umpat Bobby yang semakin tergoda dengan tubuh dan bibir Alice.Hingga hasrat nya yang sudah berada di ubun-ubun, mengalah kan kebencian nya pada Alice, sebagai seorang lelaki normal dan merasa sudah punya hak untuk menjamah sang istri, Bobby pada akhirnya menuruti keinginan nya.Perlahan tapi pasti dia mulai mendekatkan bibirnya pada bibir ranum sang istri.Bobby nampak menguulum dan menyesapnya pelan, hingga beberapa saat kemudian cii-uman itu semakin menuntut, Alice yang merasa seperti bermimpi hanya mende-sah pelan, dia nampak mengeliat,namun belum terbangun dari tidurnya.


Bobby terus melanjutkan aksinya, bahkan sekarang dia sudah melabuhkan bibir nya di leher jenjang sang istri, mencipta kan suara dari cii-umannya dan akhirnya mencetak kissmark yang terlihat merah kebiruan, tak lupa tangan nya yang mulai membuka kancing kemeja yang di pakai Alice, perlahan tapi pasti dia mere-mas salah satu gundukan kenyal Alice.


"Eeggghh...." Alice nampak nya mende-sah dan beberapa kemudian, Alice terlihat membuka matanya.Alice nampak kaget melihat Bobby, Bobby yang mendengar suara Alice seketika melepaskan bibirnya dari leher Alice dan pandangan mata mereka akhirnya bertemu.


"A-apa ya-yang kau lakukan Bob?" tanya Alice tergagap, dia tak tau harus apa dan harus bagaimana menanggapi perbuatan Bobby, Bobby tak menjawab, dia kali menautkan bibirnya pada bibir sang istri. Alice yang masih shock hanya bisa diam saja dengan perlakuan Bobby, Bobby punya hak atas apa yang diinginkan nya, dia harus melayani Bobby sebagai suaminya, begitu lah pikiran Alice saat ini.

__ADS_1


"Aahhh....." Alice tak bisa menahan de-sahannya,ketika dengan lincah nya tangan Bobby mulai bergerak ke area sensitif Alice, dengan mulut yang bermain selincah tangan nya di gundukan kenyal Alice.Mendengar Alice mende-sah, Bobby melepaskan mulutnya nya dari dada Alice, melihat ke arah wajah Alice, Alice nampak tersipu malu, hingga dia membuang pandangannya dari wajah Bobby.Entah mengapa Bobby ingin memandang wajah wanita yang ada di bawah ny saat ini, hingga dengan cepat tangan nya bergerak di bawah sana, Alice merasa tidak nyaman dengan gerakan tangan Bobby, ada rasa sakit dan rasa nikmat yang datang secara bersamaan.


"Ooohhh Bo-Bobby..... berhenti....!!" ucap Alice lirih karena merasakan sensasi berbeda dari dalam tubuhnya. Bahkan lidah Bobby sudah menyusuri setiap lekuk tubuhnya.Bobby benar-benar tak mengeluarkan suara apapun, dia hanya menikmati keindahan tubuh sang istri dan fokus memberikan kenikmatan pada Alice.Suara desa-han dari mulut Alice yang tak bisa lagi dia tahan, akhirnya menjadi pemicu ganasnya Bobby malam ini.


"Aaa@aaah.....'" lenguhan panjang Alice ketika dia mendapatkan pelepasan pertama nya.


Bobby mensejajarkan wajahnya dengan Alice, melihat wajah puas Alice membuat senyuman di bibir Bobby, Alice nampak merona melihat mata Bobby yang menatapnya penuh damba.


"Bob........"


Alice nampak terdiam, melihat bagaimana wajah penuh gairah Bobby,membuat Alice tak tega dan pada akhirnya dia mengangguk malu, entah mengapa dia merasa kalah saat ini, dia yang berusaha sekuat tenaga untuk tidak terpengaruh dengan hubungan mereka, nyatanya di hari menjelang pagi, dia menyerahkan tubuh nya pada Bobby, suaminya yang sangat Alice ketahui,sang suami sangat membencinya.


Mendapatkan anggukan dari Alice, membuat Bobby bersemangat, dengan gerakan cepat dia melepaskan semua pakaiannya, karena sedari tadi dia sudah bisa melucuti pakaian istrinya yang memang hanya memakai kemeja.

__ADS_1


Alice nampak meringis menahan sakit ketika batang milik Bobby berusaha menerobos masuk ke dalam area sensitif, bahkan dia sudah mencakar punggung Bobby untuk menyalurkan rasa sakitnya, Bobby yang paham akan keadaan Alice, Kemabli melu-mat bibir ranum sang istri,agar kesakitan yang di alami nya berkurang.Akhirnya Bobby berhasil membuat sang istri menjadi milik nya seutuhnya, Bobby nampak berhenti sejenak, membiarkan Alice sedikit agak rileks, setelah beberapa saat kemudian, Bobby mulai memacu pelan tubuhnya, dia mende-sah pelan menikmati batang miliknya yang terasa di remas dan di cekram di bawah sana.


"Aaah.... Alice....kamu sungguh nikmat!" ucap Bobby di sela-sela kegiatan panasnya, dia sungguh memuji sang istri, dia merasa hasratnya tersalurkan dengan tepat.Hingga beberapa saat kemudian suara desaahan mereka nampak bersautan, Alice bahkan telah melupakan rasa sakitnya yang berganti rasa nikmat yang tak pernah dia rasakan sebelumnya. Bobby hanya memakai satu gaya, karena memang ini juga pengalaman pertama nya, dan setelah beberapa waktu mereka mencapai puncak nya bersama-sama.Bobby memandang wajah Alice yang masih terpejam, dia tak pernah menyangka bahwa malam ini dia meminta hak nya


Menyesal? rasanya tidak, namun entah ada perasaan apa yang ada di dada Bobby, rasanya dia merasa mencurangi wanita yang begitu tak di sukai nya, namun semakin hari mengenal Alice, entah mengapa hasratnya selalu saja terpancing, bahkan dia tau sekali, Alice tak pernah sekalipun menggodanya.


"Terima kasih" ucap Bobby dan sukses membuat Alice membuka matanya, tanpa menunggu jawaban dari Alice, Bobby mengulingkan tubuh nya ke samping sang istri, menarik selimutnya.


"Tidurlah.....kau pasti lelah" lanjut Bobby.


Alice mengeratkan pelukan selimut nya, Mereka saling membelakangi satu sama lain, tak terasa airmata nya jatuh membasahi pipinya, dia hanya berharap,bahwa Bobby akan sedikit melunakkan hati nya untuk dirinya, setidaknya setelah apa yang baru saja mereka lalui.Namun sekali lagi, Alice tak ingin berharap lebih, dia hanya harus membentengi hatinya agar tak jatuh pada cinta Bobby, karena hal itu akan lebih menyakitkan lagi.


Sedangkan Bobby, dia sibuk dengan pikirannya sendiri,Apa benar ini keinginan nya? Bobby tak bisa berpikir jernih, membayangkan apa yang akan terjadi setelah melewati apa yang baru saja mereka nikmati bersama.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2