
"Good Baby....... sssstttttt"
Suara Arthur berdesis ketika merasakan kenikmatan yang di ciptakan oleh sang istri, istrinya baru saja di beri privat untuk bisa memuaskan dirinya, Arthur sedang duduk di sofa nya dengan membuka lebar kedua kakinya, sedangkan Nay sedang bersimpuh di bawah nya sambil terus membantu Arthur mencapai puncak kenikmatan nya.
"Lebih cepat Baby......!!"
Ucap Arthur sambil mengumpulkan dan menaikkan rambut panjang Nay serta memegangi nya, sedangkan Nayla berfokus untuk membuat Arthur puas, dia menguluumm.....menjilaat dan bahkan beberapa kali menaik turunkan tangannya Rudal tempur milik Arthur dan berharap semoga Arthur segera mencapai puncaknya, jujur dia sudah lelah, bahkan mulut dan tangannya sudah terasa kebas.
"Aaah........Oh Good Baby......."
Deesah Arthur ketika dia mencapai ******* nya, Arthur lebih dulu mengeluarkan pusaka nya dari mulut Nay sebelum calon anak-anaknya tumpah, dan dia mengarahkan miliknya ke dada Nay agar tumpah sepenuhnya di sana, Nay yang lelah masih bersimpuh di sana, Arthur mengangkat tubuh polos Nay yang masih menyisakan segitiga biru di bagian bawah tubuhnya, lalu mendudukkan di pangkuannya.Mengambil tissue di sampingnya dan mengelap dada Nay yang masih tersisa tumpah an kenikmatan milik nya.
"Dasar mesum!! harusnya kamu tahan dulu!" gerutu Nay yang tentunya sangat malu dengan kelakuan sang suami.
"Jangan protes! ini salah kamu" kata Arthur tak mau kalah
"Ya bukan salah aku dong! Datang bulan setiap wanita memang harus datang sebulan sekali! bahkan kalau seorang wanita tidak datang bulan seumur hidup nya, bisa di pastikan dia tak akan bisa mendapatkan keturunan" protes Nayla
"Berarti setiap bulan kamu harus melakukan ini padaku!" kata Arthur dengan santainya.
"Dasar mesum!! lepaskan aku....lepas!!" Nay nampak memberontak ketika Arthur membawanya masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
"Aku mau lagi!" kata Arthur
"Nambah lagi??"
__ADS_1
Dengan cepat Arthur masuk kamar mandi dan ritual yang sama kembali terjadi, kali ini dia memberikan kenikmatan pada sang istri terlebih dahulu.Suara desa..han bersautan dari dalam kamar mandi,. Arthur punya cara tersendiri untuk memuaskan sang istri yang sedang kedatangan bulan.
Di apartemen tempat tinggal Alice dan Bobby.
Bobby berbincang dengan seseorang di sambungan teleponnya, dia sedang ingin bersantai di apartemen nya dan memilih bekerja dari apartemen nya.
"Apa semuanya sudah kamu kerjakan?" tanya Bobby pada asisten nya
"Sudah Tuan"
"Apa dia masih melakukan nya?" tanya Bobby lagi
"Ya Tuan,Beliau masih bertindak seperti biasanya Tuan" saut Haris sang asisten.
karena jenuh di dalam apartemennya akhirnya Bobby memutuskan untuk keluar dari apartemen dan makan siang di bawah,di lantai paling bawah apartemen di mana Bobby tinggal memang memiliki fasilitas yang cukup bagus di bawah,ada supermarket, Cafe dan juga beberapa tempat yang bisa dikunjungi untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari, ketika Bobby keluar dari unit apartemennya dia melihat beberapa orang sedang mengangkut barang-barang milik Alice.bagaimana dia tahu kalau barang-barang itu milik Alice?karena barang-barang itu keluar dari apartemen yang di ketahui Bobby adalah apartemen Alice, Bobby memicingkan matanya sebentar,sepertinya Alice memang berniat untuk pindah apartemen.
Karena rasa penasarannya akhirnya Bobby pun menanyakan hal tersebut kepada seseorang yang bertugas untuk mengatur pindahan barang-barang tersebut.
"apa pemilik apartemen pindah hari ini?" tanya Bobby pada salah satu pengawas yang membantu mengawasi para pekerja.
"sepertinya begitu Tuan kami hanya mengeluarkan bareng-bareng yang dia jual kepada kami, kan Apartemen ini sebentar lagi juga akan dikosongkan dan akan di jual oleh pemiliknya" kata si pengawas
Bobby nampak berpikir sebentar, Apa maksud dari Alice yang menjual seluruh perabotannya dan akan mengosongkan apartemennya serta berniat untuk menjualnya, apakah benar dia benar-benar menghindarinya? Bobby berfikir cukup keras benarkah dia terlalu kasar dan terlalu jahat kepada Alice? tapi sekali lagi Bobby tak peduli dengan semuanya dia berlalu begitu saja dari depan pengawas tersebut, baginya urusan Alice kalau memang Alice tidak betah tinggal bersama dengan dia dalam 1 lantai di apartemen.
Bobby memutuskan untuk nongkrong dan makan siang di kafetaria di bawah, Bobby memesan sesuatu sambil membaca koran yang ada di sana, Alice yang secara kebetulan juga merasa lapar akhirnya masuk ke dalam kafetaria tersebut,dia tak menyadari bahwa orang yang ada ada di belakang kursinya adalah Bobby karena wajah Bobby tertutup dengan koran yang dia baca, Alice nampak menelpon seseorang.
__ADS_1
"Apa? jadi penjual apartemen nya belum siap untuk melepaskan apartemen itu? Tapi aku sudah terlanjur menjual semua perabot ku, karena pembeli apartemen ku ingin mengisinya dengan perabotan milik nya sendiri"
kata Alice nampak lesu, dia tak menyangka semuanya akan seperti ini.
"Maafkan aku Alice, tapi bisakah kau tinggal dua Minggu saja di apartemen mu, aku akan menyelesaikan semua nya dalam dua minggu" kata Diana si agen penjualan apartemen, dia juga teman Alice.
"Tapi aku harus pindah Di.....aku harus kemana dua Minggu ini, apartemen ku kosong saat ini,tidak ada tempat tidur yang bisa aku pakai, hari ini juga mereka mengambil semuanya"
kata Alice sedikit putus asa, pulang ke rumah sama saja, kemarin dia baru saja membuat Mama nya marah karena berusaha menolong perjodohan nya sekali lagi.
"Kenapa tidak pulang dulu ke rumah orangtuamu?" tanya Diana
"Apa kamu ingin kedua pipiku lebab lagi? ini sebelah kiri saja belum hilang merahnya karena tamparan Mama kemarin" ucap Alice hampir saja air matanya menetes.
Bobby sedikit terkejut dengan apa yang di katakan oleh Alice, Alice tak menyadari bahwa di belakang, tepatnya mereka saling memunggungi tanpa jarak yang berarti membuat Bobby mendengar jelas apa yang Alice katanya.
"Kenapa sih kamu ingin pindah?" tanya Diana
"Kenapa pindah?......" tanya Alice mengulangi perkataan Diana
"karena aku tidak ingin membuat seseorang tidak nyaman karena terus melihat ku" lanjutnya.
Bobby hanya diam, dia tau betul bahwa kemungkinan besar dirinya lah yang di bicarakan Alice, seseorang tidak nyaman? apakah itu aku? pikir Bobby.
bersambung
__ADS_1