Arthur (Sang Penguasa)

Arthur (Sang Penguasa)
Rencana terselubung Max dan Arthur


__ADS_3

Arthur mengenggam tangan Nayla, Entah perasaan apa yang ada di dalam hatinya saat ini.Terus terang saja,dia tak pernah merasa sebahagia ini, atau dia benar-benar sangat bahagia karena kehamilan sang istri? Berulang kali Arthur menyakinkan dirinya sendiri, dia mengelus-elus perut rata Nayla yang sedang tertidur dengan lelapnya.Tiba-tiba sebuah senyuman terindah muncul di wajahnya.


"Max...kau akan segera di repotkan dengan keponakan barumu" kata Arthur sambil berdiri dan mengikuti Max yang duduk di sofa di dalam ruangan tersebut.


"Ya... Daddy nya saja sudah merepotkan, aku yakin anaknya akan beda tipis" saut Max sambil memainkan laptopnya, dia baru saja menyuruh anak buahnya membawa peralatan kerjanya ke rumah sakit.


"Dasar asisten gila!" gerutu Arthur, Max sampai mengerutkan keningnya mendengar suara gerutu nya Arthur, tentu saja itu bukan hal yang biasa. Arthur bahkan tak pernah melakukan nya, jika tidak suka,maka Arthur akan mengutarakan nya ,tanpa harus mengerutu sebelumnya.


"Apa kehamilan Nona muda, mempengaruhi kelakuan mu Ar? aku rasa kau sudah berubah dari ulat menjadi kepompong" kata Max sambil menghentikan kegiatan nya.


"Memang aku Kenapa?" tanya Arthur, dan Max tak menjawab nya, mereka benar-benar saudara kembar dalam sifat dan sikap.


"Apa kau tidak ingin berkencan dengan Syahnaz?" tanya Arthur.Max nampak menatap ke arah Arthur.


"Bukankah itu rencananya?" tanya Arthur lagi.


"Hemmmm tapi tidak sekarang, aku sedikit muak dengan perilaku orang-orang di samping nya!" kata Max sambil menyandarkan punggungnya di sofa.


"Apa kita terlalu jahat?... menjadikan dia sebagai umpan?" tanya Arthur.


"Sejak kapan seorang Arthur penuh perhitungan mengenai hati seseorang?.." kata Max.


"Aku hanya khawatir, kau benar-benar terjebak dengan perasaan mu sendiri"

__ADS_1


"Tidak akan!! gadis itu tak akan pernah bisa menerobos masuk ke hatiku!" ucap Max dengan tegas.


"Ya ... Semoga,.....kasihan gadis malang itu, karena kejahatan orang-orang yang melibatkan nya, dia menjadi umpan yang empuk yang harus kita gunakan!" kata Arthur, bagaimana pun juga , Arthur tau, bahwa Syahnaz gadis yang baik, dan dia tak pernah tau apa-apa saja yang terjadi di keluarga Hernandez.


"Tapi bukankah dia harus tau topeng orang-orang tersebut, jadi ini salah satu cara juga untuk menolongnya dari banyaknya kebohongan yang dilakukan oleh orang tersebut" kata Max.


"Apa kau benar-benar tidak tertarik dengan gadis itu?" tanya Arthur nampak dengan mimik wajah yang serius.


"No Ar!!! aku bisa menjaminnya...dia bukan tipeku!" jawab Max dengan sangat yakin.


"memang seperti apa tipe mu?" tanya Arthur lagi, entah mengapa Max merasa Arthur terlalu banyak bicara.


"Nona muda" kata Max.


"ckc.....dasar gila!!.... maksud ku.. Nona muda bangun!" ucap Max dengan penuh penekanan sambil menunjukkan ke arah ranjang di mana Nayla nampak mengeliat. Arthur berbalik badan dan melihat sang istri nampak berusaha membuka matanya.Arthur mengelus kepala sang istri lembut setelah berhasil duduk di samping ranjang Nayla.


"Bee.....di mana aku?" tanya Nay.


"Kau di rumah sakit" saut Arthur dan di akhiri dengan kecupan manis di pipi sang istri.


"Kau selalu saja menciumi ku!!" kata Nay, seperti biasa dia sebenarnya canggung dan malu bila kegiatan mesra mereka di lihat oleh Max, namun sayangnya Max benar-benar akan menjadi patung ketika bersama dengan Arthur dan Nay.


"Jangan suka marah-marah Nona kecil, kau tidak sendiri sekarang" kata Arthur sambil mengelus perut sang istri, Nayla reflek memandang ke arah tangan Arthur.

__ADS_1


"Bee.....di sini...?" Nayla bahkan tak berhasil meneruskan kata-katanya.


"Hemmmm.....ada malaikat kecil yang sedang tumbuh di sini!" kata Arthur sambil mengecup tangan sang istri.


"Aku ha-hamil Bee?" tanya Nay, rasa harunya tak bisa lagi dia lukiskan


"Yes baby..." kata Arthur


"Oh My....... Oh Tuhan Bee!!!" pekik Nay senang.


"Max....aku Hamil!!!" ucap Nay


"Selamat Nona muda" kata Max.


"Aku yakin, Arthur kecil di sini akan segera menyusahkan mu seperti Daddy nya Max!!" kata Nayla tanpa dosa, apalagi nampak Arthur menatap tajam ke arah sang istri.Dan Max hanya bisa mengangguk sambil menahan tawanya.


"Max.... sepertinya aku ingin sesuatu" kata Nay sambil mengedipkan matanya berulang kali.


"Sepertinya kamu yang akan menyusahkan terlebih dulu Nona!!" batin Max.


"Max....."


"Baiklah Nona"

__ADS_1


bersambung


__ADS_2