
Arthur yang berada di ruang kontrol tetap berusaha menahan diri untuk tidak keluar, dia terus membiarkan sang Tante mengetahui banyak hal, mencoba membuat Abigail menjadi wanita yang lebih kuat lagi, dalam hitungan menit, Arthur sudah bisa mendapatkan informasi lebih mengenai keluarga Viko, alasan di balik semua perbuatan yang dilakukan oleh keluarga Viko pada seluruh anggota keluarga nya, dendam masa lalu yang tak seharusnya di teruskan sampai saat ini, permasalahan yang sama sekali tak di ketahui oleh keturunan keluarga Hernandez yang lainnya.Arthur mendapatkan informasi dari anak buahnya kalau seluruh anggota keluarga nya sudah sampai di tempat, akhirnya dia memutuskan untuk keluar dari persembunyiannya.
"Apa dendam Anda terlalu mendarah daging tuan Arzeno Carter?" ucap Arthur,di belakangnya nampak Max sudah berdiri mengikuti sang majikan.
Spontan Zeno menoleh dan mendapati seseorang yang begitu dia benci! Arthur, Lelaki yang berwajah tampan dan hampir mirip dengan sang Papa,Agam Hernandez, membuat Zeno teringat kembali dengan masa lalu nya. Aldo berjalan mendekati sang Papa, dia menjadi tameng terdepan Papa nya,Menjadi pelindung Zeno adalah yang paling penting bagi Aldo.
"Waaahhh selamat datang Tuan Arthur Hernandez! tidak di sangka kita akan bertemu di sini!"
Sapa Zeno dengan wajah yang sangat jelas terlihat bahwa kebencian kepada Arthur begitu besar. Arthur memberi isyarat pada Max agar anak buahnya menenangkan Abigail, dan beberapa saat kemudian seluruh anggota keluarga Hernandez datang.
__ADS_1
"Abigail....ada apa ini?"
tanya Ananta yang melihat Abigail tertunduk dan terlihat jelas bahwa Abigail baru saja menangis.Aleysia yang hendak mendekati Abigail, mengurungkan niatnya karena melihat Syahnaz yang tersimpuh di lantai sambil terus terisak.Ananta dan Aleysia memang datang terlebih dahulu bersama dengan Raka sedangkan Morgan dan Bobby belakangan bersama dengan Celia yang baru saja masuk, Mereka nampak sangat kebingungan namun Celia yang baru datang,masuk dengan tenang karena dia sudah mendapatkan berita dari anak buahnya.
Mendapati Ananta yang ada di sebelahnya, Abigail langsung memeluk Ananta dan menangis, dia benar-benar sudah tak kuat lagi menahan dan berpura-pura kuat di hadapan keluarga Viko.beberapa saat kemudian anak buah Max membisikkan sesuatu ke Ananta dan juga Aleysia hingga mereka mengetahui situasi yang sedang terjadi saat ini. Seno nampak geram melihat seluruh keluarga Hernandez berkumpul di sana, dia merasa benar-benar tertipu dengan situasi yang sedang terjadi saat ini, apalagi beberapa kali dia menengok ke belakang melihat anak buah Aldo yang tidak pada tempatnya lagi, Hingga di sana hanya ada keluarga inti saja yaitu Zeno, Aldo,Viko beserta istri dan anaknya, beberapa anak buah yang dekat dengan Seno sudah dilumpuhkan oleh anak buah Max.
"Akhirnya kita bertemu secara langsung Tuan Zeno Carter....tidak ku sangka Anda terlihat masih sangat bugar!" ucap Celia sambil duduk di kursi yang ada di depan Zeno, bahkan mereka sekarang saling berhadapan tanpa sekat apapun, hanya jarak beberapa langkah yang memisahkan mereka.
"Apa kalian kira aku akan takut karena kalian sudah mengepung kami? jangan lupakan kalau aku adalah raja licik yang selalu berhasil dengan segala rencanaku hahahahahaha!!" lanjutnya.
__ADS_1
"kau benar Tuan Zeno, hingga kelicikanmu benar-benar membuat kedua anakmu mengikuti kebohonganmu selama bertahun-tahun, kebencianmu mendarah daging kepada keluarga Hernandez, menyeret serta kedua anakmu yang tidak tahu apa-apa sebenarnya, kau menciptakan kebohongan bertahun-tahun lamanya, bukankah seperti itu Tuan Zeno?"
Celia mencoba membuat kedua anaknya Zeno bertanya-tanya dalam hati, Aldo bahkan sudah menatap heran sang Papa, namun Aldo tetap tidak terima dengan perkataan Celia.
"Apa maksud kamu!!! jangan menuduh Papa ku yang bukan- bukan!! Kalian lah yang menciptakan kebencian dan dendam Papa ku!!!" sentak Aldo yang tidak terima akan tuduhan Celia.
"wow hebat sekali anak Anda Tuan Zeno,apa kedua anak Anda tidak tahu bagaimana kisah masa lalu?" kali ini Arthur yang berdiri di belakang sang Mama mulai berbicara.
Nampak jelas, Zeno mengepalkan tangannya kuat-kuat, dia jelas tak mau, jika anaknya terpengaruh oleh ucapan Celia dan keluarga nya.
__ADS_1
"Mari kita mulai bercerita Tuan Zeno!!
bersambung