
Echa yang sibuk dengan pasien- pasiennya di rumah sakit,tak pernah bertanya siapakah calon suami dari Nayla, dia terlalu sibuk dengan dunianya sendiri. Bahkan ketika hari ini dia harus datang ke hotel untuk menghadiri pernikahan Nayla Echa harus mau bermandikan keringat karena harus lari-lari demi mengejar waktu. sel yang menyewakan 1 kamar untuk Dewi dan juga keluarganya karena Celia tahu Dewi membawa Amer dan juga anaknya ke pesta pernikahan Nayla dan juga Arthur,sedangkan Echa yang tidak ada waktu untuk menyediakan baju pesta untuk nya, Dewi pun sudah mengatur semuanya dia juga sudah mempersiapkan perias dari salah satu salon yang dia kenal untuk dibawa ke hotel dan mendandani Echa.
"Wi..... Echa sudah datang?" tanya Amer yang sudah rapi dengan setelan baju yang hampir mirip dengan Dewi.
"Dia di jalan, aku baru saja menelponnya" saut Dewi sambil merapikan riasan nya dan berdiri di depan cermin besar.
"Cantik banget sih calon istri" rayu Amer sambil memeluk erat Dewi dari belakang.
"Amer!! lepaskan! bajuku bisa kusut!" ucap Dewi ketus.
Namun bukannya melepaskan, Amer malah mengeratkan pelukannya, dia tau Dewi sedang tersipu malu saat ini, dan ucapan ketusnya selalu di jadikan tameng untuk menutupi kecanggungan nya. Berulang kali Amer menciumi pipi wanita pujaannya itu dengan gemas nya.
"Ayah! malam ini seperti akan menjadi malam pertama kalian?"
sebuah suara mengagetkan Dewi dan juga Amer, namun seperti hanya Dewi yang terkejut Amer biasa-biasa saja menanggapi kedatangan anaknya.
"Dasar pengganggu kecil!!"
__ADS_1
ucap Amer tak suka sambil melepaskan pelukannya dari tubuh Dewi, ya ayah dan anak ini seringkali berdebat kecil, entahlah ada saja yang di perdebatkan walaupun kadang hany sekedar di telepon saja,karena Echa yang kuliah dan bekerja di luar kota.
"Jangan hiraukan dia, sini Bunda kasih lihat baju yang harus kamu pakai?" kata Dewi.
"Apa setelah ini aku bisa ke kamar pengantin? aku ingin bertemu dengan Nay" kata Echa sedikit berbinar.
"No sayang.... Arthur sedang mengurung nya di sana!" kata Dewi di sertai tawa kecilnya.
"Oh Tuhan!! aku berharap tidak akan menikahi pemuda kaya yang banyak aturan dan posesif seperti calon suami Nay!!" kata Echa sambil melangkah ke walk in closet yang ada di kamar hotel mewah itu untuk berganti baju.
Meninggalkan keluarga kecil itu, di satu kamar Hotel nampak Syahnaz sedang menunggu Mama nya untuk turun ke bawah, di acara pernikahan sepupunya.
"Ya Mama....aku gak sabar kok" kata Syahnaz.
Sepupu perempuan Arthur, Bobby dan Morgan satu-satunya, walaupun dia bukan darah daging Abigail, namun Abigail memperlakukan gadis itu dengan sangat baik. Syahnaz gadis yang cukup polos, dia di ibaratkan sebagai mutiara yang di jaga ketat oleh Abigail, bahkan bisa di bilang dia tak punya teman akrab sama sekali, dia hanya sebagai gadis penurut yang segalanya di atur oleh Abigail sang Mama, bahkan Papa nya sendiri tidak begitu peduli padanya.
Perhelatan besar pernikahan Arthur dan Nayla berjalan dengan sempurna, tentu saja itu atas campur tangan Fila dan Max beserta anak buahnya, serta orang-orang tersembunyi Arthur. Dewi memegang erat lengan Amer, lelaki yang ternyata banyak di kenal juga, karena status nya sebagai dosen salah satu universitas terbesar di kotanya, membuat dia bertemu dengan banyak mantan mahasiswa nya atau bahkan mereka yang masih berstatus mahasiswa.
__ADS_1
Echa dengan setia berada di samping kanan sang Papa,ikut menikmati acara demi acara yang sedang berlangsung.
Senyuman cerah terpancar begitu jelas di wajah Echa, dia melihat Nay di pelaminan dengan senyum merekah. Echa mengedarkan pandangannya ke segala penjuru, entah mengapa dia seperti mengenali banyak orang yang berpakaian hampir senada duduk di dekat pelaminan yang bisa di pastikan itu adalah tempat duduk keluarga mempelai pria, karena kursi mempelai wanita jelas akan di isi di dan Bunda serta Ayah nya.
"Ayah.....dengan siapa Nayla menikah?"
tanya Echa yang seakan ingin memastikan sesuatu.
"Nay menikah dengan Arthur Hernandez'' saut Dewi
Buugh......
Echa berhenti sejenak, dadanya seakan di hantam palu yang cukup besar.Echa yang memang belum tau akan kisah Nay merasa sangat shock begitu tau dari keluarga mana suami Nay berasal. Echa berhenti di tempat! matanya menatap lurus ke depan ke arah Nayla, Nayla dari kejauhan melambai kan tangannya, Nayla tak tau persis arah pandangan mata Echa.
Echa yang terdiam di tempatnya, tak sengaja bertatapan dengan mata seseorang, mata penuh luka dan dingin secar bersamaan saat menatap wajahnya.Seketika Echa memegang dadanya, peristiwa beberapa tahun yang lalu seketika bermunculan di depan matanya.
"Hernandez....." gumam Echa lirih, entah apa maksud dari perkataan nya.
__ADS_1
bersambung...