
Pernikahan Arthur dan Nayla sudah berjalan dua bulan, dan pada akhirnya kursi kepemimpinan perusahaan Hernandez ditentukan, dan benar saja sesuai dengan kesepakatan bersama dan besarnya saham yang dipegang oleh Arthur maka Arthur dinobatkan menjadi CEO untuk menggantikan Celia sang mama, Celia akhirnya turun dari kepemimpinan perusahaan Hernandez, namun Celia tidak serta merta turun dan berhenti dari semua kegiatannya, Celia lebih memilih menjalankan kegiatan sosialnya sebagai bentuk kepeduliannya kepada masyarakat, tentu saja hal itu menjadi sorotan para wartawan dan masyarakat umum lainnya karena wanita yang dianggap paling tangguh di keluarga Hernandez ini akhirnya menyerahkan kursi kekuasaannya kepada sang anak dan tetap menjalankan kegiatan sosialnya.
Celia dianggap sebagai wonder woman karena sudah menjalankan perusahaan itu bertahun-tahun dan perusahaan Hernandez semakin diakui di dunia bisnis di seluruh dunia. Arthur sama saja dengan Celia, dia juga berdarah dingin dalam menjalankan segala bisnis perusahaan Hernandez. bahkan Arthur dianggap lebih mengerikan daripada Celia, Arthur tak pandang bulu, siapapun yang berusaha menghianatinya tiba-tiba saja orang itu lenyap dari peredaran bisnis yang tengah dijalaninya, tak ada jejak yang berarti atau tiba-tiba saja orang itu mengundurkan diri atau menyerahkan semua tugasnya kepada yang lain, begitulah cara main dari Arthur, entah lah apa yang Arthur lakukan,Arthur lebih senang bergerak dalam diam namun menuntaskan segalanya.
"Tuan..... Tuan Morgan ingin bertemu" kata Max melaporkan bahwa Morgan sedang ada di depan ruangan nya.
"Biarkan dia masuk" kata Arthur yang masih asyik dengan berkas-berkas di depannya.
"Kau masih sibuk?" tanya Morgan ketika sudah berada di ruangan sang sepupu, dia mencoba mendekat dan duduk di sofa yang ada di ruangan tersebut.
"Tunggu sebentar!" kata Arthur.
Dan tak perlu waktu lama Arthur menyelesaikan berkas-berkas yang ada di depannya kemudian meninggalkan bekas tersebut begitu saja dan duduk di depan Morgan yang ada di sofa ruangan tersebut. Morgan nampak menyodorkan sebuah berkas di depan Arthur, Arthur mengerutkan keningnya karena merasa tak ada berkas yang perlu diperiksa dari pekerjaan Morgan.
"Berkas pengajuan kerja sama perusahaan Patterson" kata Morgan yang melihat wajah heran dari Arthur.
"Kemarin putri dari keluarga Patterson datang ke perusahaan dan menyodorkan kerja sama, aku tidak bisa mengambil keputusan begitu saja, semuanya harus sesuai dengan keputusan mu Arthur dan aku rasa sebaiknya kau yang menangani ini atau kau serahkan saja kepada Bobby, kau tahu kan apa maksudku?" kata Morgan.
"bukankah ini kesempatan kalian untuk saling dekat? aku rasa berita tentang perjodohan mu dengan pewaris tunggal Patterson itu bukan hanya sekedar omong kosong bukan?" tanya Arthur yang hendak memancing reaksi Morgan.
"Bukankah kau orang yang paling tidak peduli dengan semua ini Arthur?......apa sekarang Kau mencemaskanku?" alih-alih menjawab pertanyaan Arthur,Morgan bertanya balik kepada sepupunya itu.
"anggap saja seperti itu!! bukankah aku punya hak untuk bertanya kepada sepupuku?" tanya Arthur sambil menarik sudut bibirnya sedikit.
"Kalau begitu beri saran untukku Arthur?apakah aku harus menerima Putri Patterson itu? agar semuanya berjalan sesuai dengan keinginan semua orang?!" kata Morgan yang terlihat pasrah.
__ADS_1
"Kadang menjadi pemberontakan, sedikit menyenangkan!!" kata Arthur dengan ambigu.
"Keluar lah! akan aku pelajari berkas ini terlebih dahulu!" lanjut nya sambil berlalu dari sofa dan duduk di kursi kepemimpinan nya.
Butik milik Alice.......
"Jadi bagaimana? apa kamu sudah mulai pindah ke apartemen yang lama?" tanya Nayla sambil menata beberapa berbagai busana pesta di sana, walaupun kerja satu Butik,mereka jarang berbincang dua Minggu ini karena kesibukan Alice.
"Hemmm aku sudah kembali menempatinya 2 minggu yang lalu" jawab Alice nampak lesu.
"apakah setiap hari bertemu dengannya? atau bahkan berpapasan dengannya?" tanya Nayla.
"tidak.....aku berusaha untuk menghindari nya,..... Oh ya Tuhan Nay!!! ini sangat sulit sekali,aku benar-benar tidak bisa melawan Mama, Melawannya sama dengan menghancurkan kehidupan beberapa orang dan bahkan kehidupanku juga. Mama bersikeras untuk tetap menjodohkan aku dengan Bobby Nay!!...... Oh Tuhan ini sangat sulit!" kata Alice sambil menyandarkan punggungnya ke sofa.
"Aku tidak yakin! tapi aku akan mencobanya" kata Alice.
"Baiklah.....kami selalu mendukung mu" kata Nay.
Alice dan Nay saling berpandangan dan tersenyum bersama, seolah Nay memberikan semangat kepada Alice,di antara mereka bertiga memang Alice lah yang paling terlihat tidak nyaman dengan perjodohan dan juga kehidupan yang selalu diatur sang Mama, sedangkan Echa, Nay bahkan tak pernah tahu kalau Echa mempunyai kisah masa lalu dengan sepupu dari suaminya, Alicepun juga tak berniat untuk menceritakan kepahitan hidup Echa kepada Nay dan Echa sepakat untuk menutup semuanya itu dan membuka persahabatan mereka yang baru.
"Sudah mau pulang?" tanya Arthur yang tiba-tiba berada di Butik Alice.
"Kenapa kemari?"
tanya Nay bingung melihat Arthur sore ini berada di Butik Alice, ya sejak di angkat menjadi CEO perusahaan Hernandez, Arthur jarang berada di rumah sore hari, dia pasti pulang di atas jam 10 malam, dan itupun Nay sudah tertidur.
__ADS_1
"Aku merindukan istriku!! Apa aku tidak boleh merindukan mu Nona kecil?"
kata Arthur dengan tak malu memeluk Nay dari belakang, memasukkan wajahnya ke sela leher sang istri, Arthur menghirup aroma tubuh Nay yang menjadi candu nya akhir-akhir ini.
"Arthur! jaga sikapmu!! pergilah Nay..... kalian bisa menodai kesucian mataku dan seluruh karyawan ku" ucap Alice dengan tegas namun terlihat sangat anggun.
"Oh Tuhan..... berhenti memeluk ku Tuan Arthur!" Nay coba memberontak, namun Arthur malah mengeratkan pelukannya.
"Max pergilah! biar Ariel yang mengantar kami" kata Arthur memerintahkan kepada Max, dan Max hanya menunduk hormat dan berlalu dari sana.Ada tugas yang harus di kerjakan oleh Max.
"apakah kamu tidak ikut dengan kami aja Alice? bukankah apartemen kita satu arah? aku akan mengantarmu" kata Nay nampak menawarkan tumpangan pada Alice.
"Tidak perlu sayang.....aku menyuruh seseorang mampir ke sini, sebentar lagi dia datang!" kata Arthur yang duduk di sofa dan menarik Nay agar duduk di pangkuan nya. percuma saja Nay menolak karena Arthur selalu tak pernah bisa dibantah, akhirnya Nay pun mematuhinya,dia duduk di pangkuan Arthur.
Beberapa saat kemudian orang yang ditunggu Arthur datang, seperti biasa jika memasuki Butik tersebut Bobby selalu memasang wajah datarnya, ya orang yang di tunggu Arthur adalah Bobby, Arthur sengaja mengatur pertemuan dengan Bobby di Butik Alice,Dia menyuruh Bobby untuk membawa beberapa berkas ke butik Alice.
"Kenapa harus ke sini sih!! seperti tidak ada tempat lain saja!!" gerutu Bobby
"Aku harus menjemput Kakak ipar mu!" jawab Arthur tenang
"Dan antarkan Alice pulang!" lanjutnya
"Hah???!!"
bersambung
__ADS_1