Arthur (Sang Penguasa)

Arthur (Sang Penguasa)
Si Musuh yang mulai berulah


__ADS_3

Praz dengan waspada keluar dari apartemen yang di jadikan tempat konsultasi Morgan, sebenarnya Morgan sudah lama jarang sekali kambuh, namun ulah Bara yang selalu saja berusaha menyakiti Echa,semenjak Echa kembali, membuat Morgan setiap hari gelisah dan cemas akan keadaan Echa, dia merasa tidak tenang bila membiarkan Echa berkeliaran sendirian, bahkan beberapa waktu lalu, dia sangat berterima kasih pada Arthur yang memberikan Echa seorang bodyguard atas suruhan Nay, istri Arthur.Pada akhirnya, Morgan lebih sering merasa gelisah,kalut dan bahkan ketakutan sendiri, dengan terpaksa Praz akan sering memberikan obat tersebut padanya.


"Bagaimana?" tanya Praz pada salah satu anak buahnya.


"Kami sudah mendapatkan apartemen yang Tuan maksud, Saya akan mengantar ke lokasi nya Tuan" kata anak buah nya.


"Apa semua nya juga sudah kamu siapkan segala nya?" tanya Praz lagi.


"Sudah Tuan!"


Akhirnya Praz meninggalkan tempat tersebut bersama anak buahnya, hari ini dia harus kembali ke perusahaan untuk mengambil beberapa berkas penting yang harus dipelajari oleh Morgan, menurut Praz,Bara tak boleh terlalu curiga dengan perubahan Morgan, biar bagaimanapun Morgan dan Echa belum sepenuhnya selamat dari pengintaian Bara. Karena itu Praz, Morgan dan Echa harus tetap waspada walaupun Praz sangat percaya bahwa Arthur bisa melindungi mereka sebenarnya ,namun Praz menduga Arthur mempunyai banyak pertimbangan untuk membongkar siapa sebenarnya Bara,selain itu,ada satu lagi orang yang dicurigai sebagai perusuh di keluarga Hernandez,entah siapa orang tersebut, Praz juga tak mengetahui nya,yang jelas dia tidak hanya ingin menguasai harta kekayaan Hernandez namun juga ingin membantai habis keluarga Hernandez.


Baru juga belum ada setengah jam mereka mengendarai mobilnya, 1 anak buahnya yang berada di samping kemudi mengatakan bahwa mereka sedang sepertinya mereka sedang diikuti oleh seseorang.


"Tuan Sepertinya kita diikuti oleh seseorang?" kata anak buah Praz.


"Kecoh mereka!!!"


karena merasa mobil di depannya mengetahui bahwa dia mengikuti mobil tersebut, maka dengan kecepatan penuh pula mobil tersebut mulai mengejar mobil milik Praz, aksi kejar-kejaran di jalan raya pun tak terelakan, Praz menelpon seseorang yang menjadi kepercayaan nya untuk melindungi Morgan, dan tidak membiarkan Morgan keluar dari sana bersama Echa.


''Pastikan Tuan Morgan pergi sendiri, jangan sampai dia membawa Nona Echa!" perintah Praz.

__ADS_1


''Baik Tuan.....kami....."


Braaaakkk........


Suara benturan benda keras membuat sambungan teleponnya terputus, ternyata mobil yang mengejar Praz tadi menabraknya dengan keras, keadaan jalanan yang nampak sepi membuat mereka leluasa untuk menghancurkan mobil Praz,Praz yang dipepet oleh dua mobil dari sisi kanan dan kirinya nampak tak bisa berkutik. Dia hanya bisa mengumpat dalam mobil sambil mencari ponselnya yang terlempar karena benturan yang baru saja di alami.


Dor....


Dor....


Dor....


Beberapa kali suara tembakan terdengar nyaring, untuk saja mereka juga membekali diri dengan senjata api, hingga baku hantam senjata tak bisa di elak kan.Namun naas, pengemudi mobil Praz tertembak tepat di dadanya, hingga mengakibatkan mobil oleng, dengan leluasa mobil di belakang Praz menabrak mobil miliknya.Mobil berserta isi terguling, hingga beberapa saat kemudian berakhir di tepi sungai dan secara tiba-tiba, mobil itu meledak.


"Bos.....satu hama telah di basmi!!" lapor orang tersebut.


"Bagus!! ini akan semakin seru!" satu si penerima telepon nya.


#############


Di ruangan nya, Arthur sedang sibuk dengan beberapa berkas penting yang beberapa waktu lalu dia tinggalkan. Tiba-tiba saja, Max masuk dengan sedikit terburu-buru.

__ADS_1


"Apa ada hal penting yang terjadi?" tanya Arthur dan menghentikan kegiatan nya.


"Asisten Tuan Morgan di serang Tuan" lapor Max.


"Kamu sudah menyelidiki nya?" tanya Arthur


"Sedang di selidiki Tuan, dan Ariel meminta untuk menangani kasus ini secara langsung!" kata Max.


Arthur berpikir sebentar, dia tau betul bahwa wanita tomboy, bodyguard istri nya itu adalah kekasih Praz, asisten Morgan, Arthur tau betul, bahwa Ariel pasti sangat khawatir dengan kekasihnya.Namun Arthur juga merasa ragu melepaskan Nay tanpa pengawalan Ariel. Max nampak menunggu jawaban dari Arthur, Max tau betul apa yang sedang menjadi pertimbangan Arthur.


"Kirimkan anak buah mu untuk menggantikan Ariel, awasi istri ku dari jarak yang aman!" kata Arthur.


"Baiklah Tuan!" kata Max,lalu mengirimkan pesan singkat pada Ariel.


"Kau tau siapa orang nya Max?" tanya Arthur.


"Belum Tuan!" jawab Max.


"Apa orang yang sama?" tanya Arthur.


"Tidak Tuan! seperti nya kali ini bukan Tuan Bara, karena sasaran utama adalah Tuan Morgan, namun seperti nya mereka salah sasaran,karena di dalam mobil ada tiga orang,dan mereka pasti mengira itu adalah Tuan Morgan, sopir dan asisten nya.

__ADS_1


"Musuh mulai berulah!!" gumam Arthur.


bersambung......


__ADS_2