
Setelah selesai dengan drama pelukan nya, akhirnya Bella mempersilahkan Nayla dan Syahnaz yang datang bersama dengan Aldric, anak sulung Arthur.Bella benar-benar terlihat seperti tuan rumah, dia bahkan mempersilahkan mereka masuk tanpa mempedulikan keberadaan Sam.Namun Nayla dan Syahnaz tetap menyapa nya, karena merasa akan mengganggu para ibu-ibu, Sam meminta undur diri, dia meminta untuk sekedar bersantai dan minum kopi di cafe rumah sakit. Setelah kepergian Sam, Zio dan Aldric nampak bermain bersama, walaupun Zio masih terlihat sedikit lemah tapi tak mengurungkan semangat nya untuk bermain dengan sahabat nya, bahkan Aldric membawakan beberapa mainannya agar Zio tidak bosan dan bersemangat untuk kembali sembuh.
Sambil menunggu mereka berdua bermain, Syahnaz, Nayla dan Bella berbincang di sofa yang tersedia di sana.Nayla sebenarnya sangat penasaran dengan Bella, apa yang menyebabkan Bella begitu keras menolak Sam, Rasanya, Sam orang yang tepat untuk dia, dan Bahkan mereka berdua nampak serasi, apalagi di tengah-tengah mereka ada Zio, mereka benar-benar tampak seperti keluarga kecil bahagia, hal itu lah yang beberapa saat lalu di perhatikan oleh Nayla.
"Apa kau jadi pulang ke pedesaan?" tanya Syahnaz dengan hati-hati, Sedangkan Nayla hanya menyimak perbincangan mereka.
"Entahlah.....aku bingung!" saut Bella dengan sedikit keras menghempaskan punggung nya ke sandaran sofa, jelas terlihat wajah bingung yang di tunjukkan Bella.
"Aku sudah mengirimkan orang untuk menggelola perkebunan dan toko di rumah Robert" kata Syahnaz.
"Apa? Kenapa? aku sebentar lagi pulang..... setelah kesembuhan Zio aku akan segera pulang" kata Bella dengan keras, dia sangat kaget ketika Syahnaz mengambil alih semuanya dan tanpa menunggu pendapat nya, bahkan dia sampai melupakan di mana dia berada saat ini. Baru saja Syahnaz hendak menjawab pertanyaan Bella, tiba-tiba suara kecil Al mengusik mereka.
"Zio ... Zio...kenapa kau diam saja?? Zio!!!" panggil Al yang melihat Zio terdiam sambil menatap ke arah Bella.
__ADS_1
Tiba-tiba bunyi darurat dari alat bantu perawatan Zio berbunyi, Zio nampak tersengal, nafas nya naik turun dengan mata menatap ke arah Bella.
"Zio... Dokter!!!" teriak Bella sambil berlari ke arah Zio.
Dengan cepat Syahnaz berlari keluar mencari dokter, karena panik dia tak berpikir panjang, seharusnya dia bila memencet tombol darurat yang akan terhubung langsung dengan ruang suster,Nayla segera menarik anaknya menjauh dari Zio, Al terlihat ketakutan melihat keadaan sang sahabat, kemudia Nayla berinisiatif membawa Al keluar dari ruangan tersebut.
"Ada apa?" tanya Sam yang melihat dokter bersama Syahnaz berlarian masuk ke dalam ruangan tersebut.
"Zio.... Zio....." Syahnaz tak bisa meneruskan perkataannya.Dan lagi, Sam tak lagi mempedulikan lagi perkataan Syahnaz, dia menerobos masuk mencoba melihat keadaan sang anak. Dokter nampak sedang menangani Zio,dan Bella terlihat menangis walaupun tanpa suara, air mata nya terus menerus mengalir.Sam mendekati Bella, menariknya ke dalam pelukannya, menyadari kedatangan Sam, Bella membalas pelukan Sam.
"Tak seharusnya aku bilang kalau aku harus meninggalkan dia" lanjutnya.
Zio bukanlah seorang anak yang kurang kasih sayang dari seorang ibu, hingga dia begitu menyayangi Bella,yang notabennya adalah orang lain.Namun Zio tipe lelaki yang peka akan perasaan seseorang, dia sulit sekali dekat dengan seseorang, jika bisa sedekat Bella dengan Zio, maka ada hal istimewa yang membuat Zio melakukan itu.
__ADS_1
Sam hanya diam, dia juga bingung dengan keinginan Zio, selama ini tak pernah Zio memperlakukan wanita-wanita nya seperti Bella.Mungkinkah Zio paham, bahwa Bella begitu berarti di hati Sam? entahlah.
Setelah dapat menangani Zio, dokter meninggalkan tempat dan berpesan agar Zio tenang dan di beri banyak perhatian bahkan lebih.Syahnaz dan Nayla akhirnya memutuskan untuk pulang, apalagi Zio juga butuh istirahat yang cukup. Sepeninggalan mereka, Bella nampak terdiam sambil terus memperhatikan Zio. Tiba-tiba tangannya di tarik seseorang lembut, Sam mengenggam tangan Bella, dan ketika melihat posisi Sam, Bella sedikit terkejut.
"Sam....." kata Bella lirih, pasalnya dia sedang duduk di kursi dengan Sam yang berlutut di kakinya.
"Aku tau masa lalu mu Bella....,aku paham dan mengerti bagaimana kehidupan mu..." kata Sam yang membuat Bella semakin terkejut.
"Tapi aku terima semua nya Bella... semuanya.....Aku juga akan menceritakan semuanya tentang aku.....mari kita saling terbuka...dan....." Sam memberi jeda atas perkataan nya.
"Dan ...aku mohon...terima aku"
Bella melihat ketulusan di mata Sam, seketika dia menunduk dan menangis sesenggukan, entah apa yang di rasakan Bella, apa dia harus menerima Sam, dan mencoba keluar dari zona nyamannya selama ini?.
__ADS_1
bersambung