
Sudah dua hari lamanya Aleysia di rawat di rumah sakit, belum ada perubahan yang berarti. Aleysia nampak terlihat lemah di ruang rawat Rumah sakit Megah tersebut walaupun dia sudah melewati masa kritis namun dia masih terlihat begitu lemah, Bobby bahkan beberapa hari ini tidak pergi ke kantor sama sekali , sang Papa pun tak bisa setiap hari menemani Mama nya dengan alasan pekerjaan yang menumpuk,biar bagaimanapun Bobby merasa bersalah karena sudah membentak sang Mama, hal inilah yang paling ditakutkan oleh Bobby jika dia mulai melawan Aleysia, Bobby merasa takut akan kambuhnya penyakit sang Mama,karena itu Bobby lebih memilih untuk menuruti segala keinginan mamanya daripada menentangnya.
Hari ini Alice kembali datang berkunjung walaupun tak lama, dia sering meluangkan waktu untuk bertemu dengan Aleysia, dia berharap dengan kedatangannya Aleysia akan segera membaik, tak pernah ada obrolan yang berarti antara Bobby dan Alice selama beberapa hari ini, Alice hanya akan berbicara dengan Bobby ketika dia datang dan untuk pergi berpamitan,hanya itu. setelah kata-kata menyakitkan dari Bobby beberapa waktu yang lalu di depan pintu apartemennya, Alice lebih sering menghindari Bobby.walaupun dia juga mengatakan takkan bisa menentang perjodohan ini tapi paling tidak Alice menghindari Bobby agar kemarahan lelaki itu tak membuatnya sakit hati berkali-kali.
"Kau sudah makan?" tiba-tiba Bobby berbicara pada Alice
"Ya?" Alice jelas saja kaget mendapatkan pertanyaan itu.
"Mama sedang tidur, bagaimana kalau kita makan siang di kantin rumah sakit?" ajak Bobby
__ADS_1
"O....boleh" kata Alice
akhirnya Bobby dan Alice pergi dari ruangan tersebut menuju kantin rumah sakit, Alice berjalan dibelakang Bobby, Bahkan dia tak berani menyamai langkah kaki lelaki tersebut, Bobby yang tak menyadari hal itu terus berjalan menuju kantin, hingga mereka sampai di sana dan memilih kursi yang jauh dari keramaian, Bobby sepertinya hanya memesan minuman,sedangkan untuk Alice, dia memesankan minuman dan sepiring makanan.
"Makanlah dulu!"
"aku tidak lapar!"
Alice mulai menyantap makanan yang ada di hadapannya, dia memang sedikit kelaparan karena tadi pagi terlalu terburu-buru hingga dia melupakan sarapannya, menjelang makan siang dia memutuskan untuk menengok Aleysia di rumah sakit, beberapa keluarga besar Hernandez pun sudah bergantian menjenguk Aleysia dan mereka biasa melakukan setelah jam makan siang, karena itu Alice segera datang sebelum jam makan siang karena jujur saja,Alice tak nyaman jika bertemu dengan keluarga Hernandez yang lainnya.
__ADS_1
"Apa ada yang ingin kau bicarakan? Kenapa tiba-tiba mengajakku makan siang? bahkan kau tidak memesan menu untuk makan siang"
kata Alice bertanya kepada Bobby, Bobby hanya diam memandang lekat wanita yang ada di depannya itu, sebenarnya Bobby bisa melihat tatapan tulus dari wanita di depannya itu,namun egonya mengatakan bahwa Alice juga bersalah dalam hal perjodohan mereka, Alice adalah temannya dari kecil,seharusnya dia tahu bagaimana Bobby, namun Alice bener-bener tidak bisa diandalkan!! pikir Bobby. Alice terlalu takut dengan sang mama, Bobby tak pernah tahu bagaimana galaknya Nesya pada Alice, yang Bobby tahu Nesya begitu menyayangi Alice dan menginginkan Alice hidup bahagia walaupun harus menggadaikan gadis tersebut masuk ke dalam keluarga Hernandez.
"Mari menikah segera!" kata Bobby tiba-tiba.
"Hah??"
bersambung
__ADS_1