Arthur (Sang Penguasa)

Arthur (Sang Penguasa)
Mulai menyusun sebuah rencana


__ADS_3

"Apa yang kau dapatkan Max?"


tanya Arthur pada asisten nya tersebut sambil membolak-balik berkas di hadapannya. Arthur meminta Max mengirim seseorang untuk mengetahui tindak tanduk seluruh keluarganya, Arthur yang sebenarnya ber misi sama dengan Bobby yaitu menyatukan keluarga Hernandez dalam arti yang sebenarnya.Beda dengan cara Bobby, Arthur menguburkan semua bukti setiap kejahatan dari masing-masing anggota keluarga,agar dia bisa menciptakan keharmonisan keluarga Hernandez, tinggal bagaimana cara Arthur menyatukan mereka, tak ada yang luput dari mata seorang Arthur.


Secara sembunyi-sembunyi dia mengetahui setiap rencana dari anggota keluarga nya.


"Tuan Bara membuat perjodohan tuan Morgan dengan Nona Balqis Patterson Tuan" lapor Max


"Woow.....dia bergerak sejauh itu?" tanya Arthur


"Benar Tuan" saut Max


"Bagaimana dengan Morgan?" tanya Arthur lagi


"Masih sama Tuan, mereka bertemu untuk acara makan malam bersama beberapa hari yang lalu" kata Max.


"Halangi!........cari cara untuk membuat Morgan kembali ke gadis masa lalu nya itu....dan berikan pengawalan untuk gadis itu" perintah Arthur.


"Baik Tuan,saya permisi" dan Max pun berlalu dari sana.


"Hmmmmm......aku tak akan pernah membiarkan kau menang!" Gumam Arthur yang di tujukan pada seseorang.


Di kamar di rumah Aleysia kediaman keluarga Hernandez..


"Aku dengar kau menjodohkan Morgan dengan Nona muda Patterson, benarkah?"


tanya Aleysia sambil membersihkan wajahnya dari sisa make up yang di pakai nya.


"Apa ada masalah dengan itu?" tanya Bara balik sambil memandang ke layar laptop nya tanpa memandang sedikit pun pada Aleysia.

__ADS_1


"Kau berusaha sangat keras Bara" kat Aleysia dengan bernada sedikit sindiran.


"Kau juga berusaha membuat Bobby menerima Alice, bukankah sama saja?!" saut Bara sambil menutup laptopnya dan beranjak ke ranjang, dia tidur terlebih dahulu tanpa menunggu sang istri ikut berbaring di sampingnya.


Aleysia hanya bisa memandangi punggung sang suami yang sedang tertidur miring memunggungi dirinya yang sedang duduk di depan meja rias,sudah hampir 15 tahun Bara berubah, dia tak sehangat waktu mereka pertama kali dijodohkan dan akhirnya menikah, tak sehangat ketika Aleysia baru saja melahirkan Bobby anaknya, sampai Bobby menginjak umur 10 tahun. Bara mulai berubah ketika sebuah kecelakaan membuatnya harus dirawat di rumah sakit selama hampir satu bulan lamanya, lelaki yang dinikahinya karena perjodohan itu tiba-tiba menjadi sosok laki-laki dengan sifat yang berbeda,dokter mengatakan ada kesalahan kecil di otaknya namun tak menghilangkan seluruh ingatan dari lelaki yang sudah 28 tahun menjadi suaminya itu.


namun tetap saja ia merasa asing dengan Bara, hampir 15 tahun lamanya secara jelas pun Bara lebih mengutamakan Morgan daripada Bobby putranya kandungnya sendiri,Bara selalu beranggapan bahwa Morgan lebih bisa diunggulkan daripada Bobby yang sering bermain-main dalam segala hal dan selalu meyakinkan Aleysia bahwa apa yang dia dapatkan nanti seluruhnya dia gunakan untuk kebahagiaan Bobby, bahkan Bara pernah mengatakan biarkan Morgan yang berkerja keras tapi Bobby akan ikut menikmati hasilnya hal itu yang membuat Aleysia tak menaruh curiga sedikitpun pada Bara.


Perdebatan kecil mereka sering terjadi di dalam kamar tersebut bahkan sudah hampir 15 tahun ini hubungan Bara dan Aleysia sangat dingin, mereka hanya tidur dalam satu kamar dan satu ranjang tanpa ada kegiatan apapun di dalamnya, Aleysia yang merasa sudah cukup lama dia mencoba untuk menggoda Bara di masa mudanya kini berhenti untuk berbuat hal tersebut, dia menganggap dirinya dan Bara sudah cukup bagus dijalani dalam hubungan yang seperti saat ini saja.


Beberapa hari yang lalu.....


Alice nampak berdiri mematung di tempatnya, dia sama sekali tak menyangka Bobby akan menyeretnya ke dalam unit apartemen milik lelaki tersebut.Alice bahkan tak menyadari bahwa Bobby sudah mendengar semua percakapan nya dengan Diana, temannya.Yang Alice tau secara tiba-tiba Bobby sudah berada di dalam cafetaria di mana dia sedang santai duduk menikmati wafle dan kopinya, kemudian membawanya masuk ke dalam apartemen milik lelaki tersebut.


"Sampai kapan kau akan berdiri di sana?" tanya Bobby yang sedang santai duduk sambil memangku laptop miliknya.


"Aku belum paham dengan maksud mu Bob?" tanya Alice yang mulai membuka suara.


"Terima kasih, tapi aku benar-benar tidak paham dengan semua nya, aku akan pergi....terima kasih sekali lagi!" kata Alice lembut seperti biasa, memang begitulah pembawaan gadis tersebut.


"Tidak bisa kah menurut saja??!!" ucap Bobby sambil menatap tajam ke arah Alice.


Alice merasa tidak nyaman dengan tatapan mata Bobby, seperti biasa dia gadis yang tak mau mengambil resiko berdebat dengan seseorang,. Alice memilih untuk menerima kebaikan dari Bobby, Bobby tadi mengatakan dia menerima Alice di apartemen nya karena tau bahwa apartemen milik Alice telah di kosong kan.Alice menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang, dia benar-benar tidak tahu apa sebenarnya tujuan dari Bobby membawanya ke apartemen nya. bukankah lelaki tersebut sangat membencinya? pikir Alice.


Alice mulai terpejam matanya, jujur saja dia memang sangat lelah hari ini, dengan kaki yang masih menjulang ke bawah dan setengah badannya ada di atas ranjang,dia terlelap dalam tidurnya.Alice tipe gadis yang cepat sekali tertidur, bahkan bila sudah lama tertidur dia akan sangat sulit di bangun kan.


Drt.....


drt....

__ADS_1


drt.....


Baru juga terlelap sebentar ponselnya berbunyi, karena ponsel ada di dalam sakunya, seketika Alice terbangun.


"Ya??" jawab Alice singkat


"Kau di mana?" tanya si penghubung


"Aku di apartemen" kata Alice.


"Apa kau sibuk? datanglah ke apartemen ku, kau bilang perlu tempat selama 2 minggu ini" tawar di penelpon yang tak lain adalah Echa yang tadi siang mendapatkan curhatan dari Alice mengenai apartemen nya.


"Hemmm aku sudah mendapatkan malam ini, mungkin besok aku akan menghubungi mu" saut Alice


"Baiklah...jangan sungkan meminta bantuan ku"


"Iya.....jangan khawatir"


percakapan mereka akhirnya berhenti karena ketukan pintu kamar milik yang Alice tempati saat ini.


"Makanlah" kata Bobby


"Terima kasih...... Untuk malam ini aku akan menginap di sini, besok seorang teman akan menampung ku di apartemen nya, jadi terima kasih atas bantuan nya" kata Alice.


Bobby hanya fokus pada makanan nya tanpa menjawab perkataan dari Alice, Alice hanya memandang sebentar kemudian melanjutkan makannya.Setelah selesai makan, Alice mencuci piring nya dan milik Bobby, dan segera kembali ke kamar nya, namun sebelum benar-benar masuk ke kamar, Alice berhenti di depan Bobby.


"Jangan terlalu memaksa kan diri, aku tau kau tidak bisa menerima perjodohan ini! jangan khawatir!.....aku pastikan perjodohan ini tidak akan terjadi!..." kata Alice


"Aku janjikan itu padamu Bob"

__ADS_1


bersambung


__ADS_2