Arthur (Sang Penguasa)

Arthur (Sang Penguasa)
Persiapan Malam pertama


__ADS_3

Echa tak menyadari lambaian tangan Nay, dia hanya fokus dengan pemikiran nya sendiri.Echa yang terdiam di tempatnya, tak sengaja bertatapan dengan mata seseorang, mata penuh luka dan dingin secar bersamaan saat menatap wajahnya.Seketika Echa memegang dadanya, peristiwa beberapa tahun yang lalu seketika bermunculan di depan matanya.


"Hernandez....." gumam Echa lirih, entah apa maksud dari perkataan nya.


Echa seketika membuang pandangannya ke arah lain, benar saja, sejak tadi pagi rasanya hatinya tidak enak, rupanya malam inilah dia serasa di seret ke masa mudanya dulu, kembali ke masa sakit yang bahkan masih nampak jelas di hatinya. Dengan gerakan pelan dia berjalan ke arah Ayah dan Bunda nya, duduk dengan tenang sambil tersenyum manis pada Nayla yang duduk bersanding dengan sang suami.


Echa perlahan memejamkan matanya, rasanya dia ingin kabur saja dari pesta pernikahan Nayla, namun itu jelas tak mungkin, dan jelas akan menimbulkan kecurigaan Ayah dan Bunda Dewi nya.


"Kenapa sayang? apa kamu mau mencicipi beberapa hidangan?" tanya Dewi yang melihat wajah Echa terlihat gelisah.


"Ah gak kok Bun, nanti Echa ambil sendiri, emmmm.....aku ambil es cream saja Bun" kata Echa sambil berlalu menuju ke arah meja es cream.


"sepertinya es krim rasa coklat bisa menenangkan pikiranku" gumam Echa.


Acara semakin larut semakin sepi, bersamaan dengan itu para rekan bisnis keluarga Hernandez pamit undur diri. Dua pengantin pun sudah nampak berjalan meninggalkan pelaminan, terlihat jelas Nayla kelelahan karena acara panjang mereka kali ini.


"Echa....sayang...." panggil Bunda


"Ya Bun, kita pulang sekarang?" tanya Echa


"Tidak sayang....kamu akan kelelahan jika pulang, ini hampir tengah malam, Ayah sama Bunda yang akan pulang, dan kamu tempati saja kamar yang sudah di pesan keluarga Hernandez, di sana baju kamu sudah Bunda siapkan" kata Dewi pada calon anak sambung nya itu.

__ADS_1


"Tapi Bun....."


"Nikmati hari libur mu sayang..... Bukannya besok kamu jatahnya libur?" tanya Amer sang Ayah.


"Ah..iya Ayah..... baiklah aku akan tidur di sini...dan menikmati fasilitas orang kaya ini" kata Echa


"Bagus sayang....ya sudah Bunda dan ayah pergi dulu" saut Amer


"Memang ayah membawa mobil? pakai mobil Echa saja, besok biar Echa naik taksi" kata Echa sambil menyerahkan kunci mobilnya pada sang Ayah.


"Baiklah sayang....tadi kami di jemput oleh sopir dari Arthur, kalau begitu Ayah harus pamitan dulu dengan tuan rumah".


"Lelahnya!'' Gumam Echa, Echa dengan segera memposisikan diri untuk tidur dan beberapa saat kemudian dia benar-benar tertidur pulas.


Di kamar termegah yang ada di hotel tersebut, nampak Nayla kesulitan membuka baju pesta nya, resleting yang berada di bahu sampai ke pinggang nya cukup sulit untuk di jangkau. Karena tak mau melibatkan suaminya yang dia pikir sedikit agak gila bila melihat tubuhnya, akhirnya dengan usaha keras Nay bisa melepaskan pakaian itu dari tubuh nya.Beberapa saat kemudian dia sudah menyelesaikan acara mandinya, dengan baju tidur yang terlihat seksy, akhirnya Nayla membalutnya dengan kimono mandi yang ada di kamar mandi tersebut.


"Aku tak ingin di terkam singa liar itu!" gumam Nay sambil mengeratkan tali kimono nya.


ceklek.....suara pintu kamar mandi terbuka.


"aaaarrggghhh!!" jerit Nayla ketika membuka pintu dan tepat di depan nya Arthur sedang berdiri dan memasukkan tangannya ke saku celana nya.Dia nampak mengerutkan keningnya saat mendengar jeritan Nayla.

__ADS_1


"Kau mau membuat aku jantungan!! dasar gila!!" sentak Nay karena begitu sangat kaget.


Grep..... Arthur dengan seenaknya saja menarik pinggang Nayla dan menempelkan dadanya ke arah tubuh Nayla. Gerakan yang terlalu cepat hingga membuat Nay tak sadar sejak kapan bibir lelaki itu sudah menyesap lehernya dengan kuat.


"Dasar vampir!!! berhenti menghisap ku!!" bentak Nay sambil berusaha memberontak dari pelukan Arthur.


"Aku suka bau tubuh mu!" saut Arthur tanpa melepaskan bibirnya dari leher Nayla.


"Arthur!!!"


"Nona kecil! bersiaplah.....Aku akan memperkenalkan mu dengan rudal tempur besar dan kokoh milik ku!" bisik Arthur sambil mengarahkan tangan Nay yang di pegang nya ke bagian pangkal paha nya yang masih terbalut dengan celana pengantin nya. Semburat merah nampak di wajah Nay ketika dia di paksa memegang sesuatu di bawah sana.


"dasar gila!!" umpat Nay sambil mendorong Arthur dan segera berlari menjauh dari lelaki tersebut, dan jangan tanyakan bagaimana Arthur, dia hanya santai sambil masuk ke dalam kamar mandi.


"Oh Tuhan!!! aku bisa benar-benar gila berhadapan dengan lelaki itu!!" gumam Nay sambil mengacak rambutnya kasar.


"Rudal dia bilang?" gumamnya lagi sambil membayangkan rudal tempur milik sebuah negara yang dia tau dari salah satu situs pencarian di internet.


"Besar! panjang dan...... tidaaaaaaakkk!!!!!"


bersambung

__ADS_1


__ADS_2