
Nayla nampak asyik memasak di dapur, hari ini Arthur benar-benar mengijinkan nya untuk bekerja di Butik milik Alice,ya.....setelah seminggu memanjakan sang suami dengan berbagai rayuan nya, akhirnya Nay di ijinkan untuk mendapatkan apa yang dia mau.
Nayla selalu menyempatkan diri memasak sebelum Arthur berangkat bekerja, dia sudah terbiasa melakukan nya saat masih tinggal bersama sang Bunda. Sebuah panggilan teleponnya membuat Nay menghentikan pergerakan tangannya sesaat, dengan gerakan cepat dia mengangkat panggilan telepon tersebut.
"Ya.....?'' saut Nay yang tau nama siapa yang tertera di sana.
"Jadi apa kita jadi makan siang bersama nanti?" tanya si penelepon yang tak lain adalah Echa.
"Tentu saja, hari ini hari pertama aku kerja!" saut Nay dengan nada cerianya.
"Wah surprise!! si Penguasa itu mengijinkan mu?" tanya Echa
"Ya.....aahhh..... hentikan Arthur!!" kata Nay yang tiba-tiba mendapatkan gigitan kecil di leher bagian belakang, Arthur bahkan tak peduli saat orang yang di sebrang sana mendengar suara jeritan kecil sang istri akibat ulahnya.
"Oh Nay!!!" pekik Echa
__ADS_1
"Bisakah kamu hentikan kemesuman suamimu saat menelpon ku?" lanjut Echa
"Ok Echa, kita akhiri saja, Tuan penguasa sudah sangat kelaparan saat ini!"
"Baik lah! sampai jumpa nanti saat jam makan siang!" kata Echa lalu mengakhiri percakapan mereka.
Arthur nampak memeluk Nay dari belakang dan Nay menyiapkan sarapan mereka tanpa mempedulikan Arthur.
"Bisakah kamu membiarkan aku menyiapkan makanan?" protes Nayla.
Akhirnya Nay melakukan nya, entah bagaimana hubungan mereka berdua, Jelas belum ada cinta di mata keduanya, namun perkataan Arthur yang menegaskan bahwa dia dan Nay tak akan pernah bercerai membuat Nay berusaha menerima pernikahan mereka.Arthur memang dingin dan terkadang cuek, namun hubungan mereka terkadang terasa sangat hangat, kehangatan yang di ciptakan oleh Arthur hanya berlaku jika mereka berduaan saja, di depan orang banyak Arthur dan Nayla bersikap biasa dan tak berniat mengumbar kemesraan mereka.
"Aku nanti akan makan siang bersama Echa dan Alice,. tidak apa kan?" tanya Nay saat mengantar Arthur sampai ke pintu apartemen.
"Hemmm...... sebentar lagi Ariel datang menjemput mu.....cup...." pamit Arthur dengan mendaratkan kecupan di bibir Nay.
__ADS_1
"Oh Tuhan Mr. mesum.... berhenti mencium bibir ku setiap saat!!" ucap Nay dengan tegas, dan Arthur hanya berlalu Tanpa mempedulikan protes sang istri.
Beberapa saat kemudian, Nay bersiap-siap untuk pergi ke tempat Alice, Nay sudah bersiap dan ketika membuka pintu apartemen sudah ada Ariel yang berdiri di sana.
"Selamat pagi Nona, kita berangkat sekarang?" tanya Ariel.
"Hemmm......kita ke alamat ini Riel" kata Nayla sambil menyodorkan layar ponsel nya pada Ariel.
"Baiklah Nona!" saut Ariel sambil berjalan di samping Nayla sedikit ke belakang.
Nayla baru saja menelpon Alice dan mengatakan akan segera ke Butik.Alice mengatakan dia akan segera sampai di Butik. Alice beberapa hari ini mulai tinggal di apartemen yang baru. Dan kali ini dia tak mau sang Mama tau di mana dia tinggal, Alice mati-matian menolak perjodohan nya dengan Bobby, dia tak mau menyusahkan Bobby dan membuat Bobby semakin membencinya.
Kali ini Alice punya teman-teman nya untuk bisa melawan keinginan sang Mama, paling tidak ada orang yang mendukung keputusan Alice yaitu Nay. Jadi Alice merasa sedikit punya keberanian untuk melawan sang Mama yang selalu harus di penuhi segalanya, termasuk pernikahan antara Alice dan Bobby.
bersambung......
__ADS_1