
Meninggalkan Syahnaz yang masih di dalam pelukan Max, Bella sedari tadi sudah berusaha melepaskan cekalan tangan Sam, Sam yang baru menyadari nya setelah Bella berusaha untuk melepaskan cakalan tangannya, mereka sedang mengantri di depan lift untuk menuju ke lantai 7, karena terlalu banyak orang yang naik, hingga Bella dan Sam pun akhirnya menunggu di lift berikutnya, hingga tinggal mereka berdua yang berada di depan lift yang tertutup tersebut.
"terima kasih Tuan Sam karena sudah mau mengantar saya, sebaiknya sampai di sini saja, nanti setelah saya bertemu dengan Syahnaz kita akan membicarakan lagi tentang peninjauan tempat yang akan dijadikan sebagai acara, Bagaimana tuan Sam?" kata Bella, jelas dia merasa tak nyaman bila Sam mengantar nya ke dalam kamar hotel yang di tempatinya.
"Baiklah... sebenarnya aku harus melakukan peninjauan saat ini juga, karena beberapa jam lagi, saya harus pergi ke suatu tempat" saut Sam.
"Ehmmm.... Bagaimana ya? saya tidak tahu ke mana Tuan Max membawa Syahnaz,hingga saya tidak bisa menghubunginya dan ponselnya pun masih berada di tangan saya karena tasnya tertinggal di kursi tadi" kata Bella.
"kalau begitu sebaiknya kita saja yang meninjau lokasinya sekarang, aku yakin Max tidak akan melepaskan Syahnaz begitu saja"ucap Sam.
"Baiklah Tuan, mari.......tapi tunggu dulu, bukannya lokasinya di hotel ini juga?" tanya Bella baru menyadari, kalau Sam kemarin mengatakan bahwa Bella dan Syahnaz akan melihat lokasinya di hotel ini saja.
"Bukan, aku berubah pikiran....ayo!" ajak Sam.
__ADS_1
pada akhirnya mereka berdua pergi meninggalkan hotel, asisten Sam malah sudah siap dengan mobilnya, mereka mulai menyusuri jalan ke tempat di mana Sam menginginkan pesta di laksanakan. Rupanya hotel yang ditempati Bella dan dan Syahnaz, bukanlah hotel milik keluarga Hernandez,dan sekarang ini mereka dalam perjalanan menuju hotel yang lebih megah tentunya. sayangnya di perjalanan ponsel Sam berkali-kali berbunyi,karena lebih dari beberapa kali,Sam tak bisa mengabaikannya begitu saja,Sam bisa melihat nomor yang menghubunginya adalah nomor asisten rumah tangganya, Sam akhirnya mengangkat panggilan telepon tersebut.
"Ada apa Anne?" Tanya Sam pada sang penelepon.
"Tuan Sam.....tuan muda......" jawab Anne
"Aku ke sana!"
Sam segera mengakhiri panggilan telepon nya, dia menyuruh sopir bergegas putar balik ke arah kediaman nya.Dia mendapatkan kabar kurang menyenangkan dari asisten rumah tangga nya.Sam terlihat tidak nyaman, dia beberapa mengetuk-ngetukkan jemarinya di paha nya sendiri.Bella yang berada di samping nya pun tak berani bertanya lebih, padahal dia begitu penasaran dengan apa yang terjadi. hingga pada akhirnya mobil sampai di sebuah rumah mewah,karena mengkhawatirkan keadaan di dalam rumahnya, Sam sampai mengabulkan Bella, Bella merasa diabaikan oleh Sam, Sam mengikuti langkah turun dari mobil dan berlari kecil menuju ke dalam rumahnya.
Teriak Zio yang sedang tatrum dan ditangani oleh beberapa asisten rumah tangganya, termasuk pengasuh nya yaitu Anne.Zio bahkan melempar sebuah vas bunga kecil ke sembarang arah. beruntung vas bunga itu melayang ke arah Sam dan dengan sigap Sam menangkap dengan tangan kirinya,melihat siapa yang datang membuat dia semakin kesal.
"Zio......" panggil Sam yang melihat ke arah Zio yang sedang menatapnya dengan tatapan mata tajam.
__ADS_1
"Zio benci Papa!!! Papa tidak menempati janji Papa!!" teriak Zio.
"Sayang... dengar kan Papa...... Papa tidak bermaksud....." kata Sam yang berusaha menjelaskan semuanya pada Zio, namun tatapan mata Zio seperti nya ke arah lain, dia sedang menatap ke arah belakang Sam,dan tiba-tiba tersenyum tipis, Sam sampai mengerutkan keningnya, melihat perubahan sikap Zio.
"Mama??..…. Anda calon Mama Zio kan?" tanya Zio sambil berjalan ke arah Bella.
"Eh...apa?....." saut Bella yang kaget karena tiba-tiba di tuduh sebagai calon Mama baru anak lelaki yang ada di hadapannya.
"Iya...sayang....dia Mama baru kamu, namanya Bella!" ucap Sam secara tiba-tiba,dia hanya melihat ekspresi wajah Bella yang nampak terkejut sekali.
"Tidak....bukan seperti itu.... maksud nya..." ucap Bella terbata-bata.
"Yeeeees!!! akhirnya Zio punya Mama seperti Al!!"
__ADS_1
teriak anak kecil tersebut dengan riang, Bella melihatnya dengan tatapan tak percaya,dengan cepat matanya sudah menatap Sam dengan tajam, kemudian dia memijat pelipisnya sendiri karena merasa pusing dengan tindakan Sam dan juga Zio yang di luar perkiraannya.
bersambung