
Max meminta izin kepada Arthur tidak bisa mengantarkan masuk,Max hanya mengantarkan Arthur ke depan lobby apartemennya saja, kemudian Arthur naik sendiri ke apartemen di mana mereka tinggal, Max sengaja menemui seseorang di luar untuk mencari informasi lebih tentang apa yang sedang diperintahkan oleh Arthur padanya,Arthur sudah bertekad untuk membongkar semua kejahatan orang tersebut walaupun nama baik keluarganya akan dipertaruhkan nantinya.Namun Arthur masih meminta Max untuk bisa menyelamatkan nama besar keluarganya.Arthur hanya tidak mau apa yang menjadi kebanggaan sang papa harus hancur karena keegoisan dan juga kejahatan orang lain kepada keluarga Hernandez,sampai mati pun Arthur harus mendapatkan kehormatan dan juga nama baik di masyarakat, setidaknya itulah yang dipikirkan oleh Arthur selama ini, hingga dia membiarkan beberapa musuh keluarga Hernandez bertingkah seenaknya saja,akan tetapi tetap dalam pengawasan Arthur hingga mereka tidak bisa merobohkan pertahanan keluarga Hernandez, walaupun sejatinya di dalam keluarga tersebut begitu banyak perpecahan yang terjadi,Namun di luar sana,keluarga Hernandez terlihat harmonis dan masih utuh, Bahkan mereka masih tinggal dalam satu rumah besar milik kepala keluarga Hernandez sebelumnya, dan hal itulah yang menjadi nilai plus mereka di mata masyarakat, ketika banyak keluarga berlomba-lomba membangun rumah mewah dan megah, semua keluarga Hernandez nyatanya masih tinggal di satu rumah besar milik keluarga mereka.
Max mulai menjalankan mobilnya, tujuan utamanya sekarang adalah tempat di mana dia akan bertemu dengan gadis yang dipastikannya sebagai alat untuk mencari informasi lebih tentang apa yang mereka selidiki saat ini. Max selalu melakukan pekerjaan dengan sangat baik dan sayangnya dia selalu melakukannya tanpa menggunakan hatinya, Max bertujuan mendekati gadis tersebut hanya untuk mencari informasi,terlebih dari itu Max tidak mau tahu bagaimana perasaan gadis itu, padahal Max tau betul bahwa gadis tersebut sudah menyukainya sejak lama. Namun Max tetap melakukan pendekatan demi mendapatkan informasi lebih melalui gadis tersebut.
"Eh...di mana kunci mobil ku?" gumam Syahnaz ketika menyadari bahwa dia tak memegang kunci mobil nya.Dan ternyata dia lupa kalau tadi siang,dia terburu-buru ke toko setelah makan siang bersama Mama dan Papa nya, hingga dia meninggalkan mobil di restoran dan meminta sopir Mama nya untuk mengambil mobil nya.Max memperhatikan gadis itu dari kejauhan, hingga akhirnya dia mendekati Syahnaz dengan mobil nya.
"Butuh bantuan?" tanya Max setibanya dia di depan gadis tersebut.
"Max!!" pekik Syahnaz pelan, matanya terlihat berbinar ketika seseorang menawarkan bantuan dari dalam mobil, yang gadis yang akan di jadikan Max sebagai perantara adalah Syahnaz.
Max bukannya tak tahu kalau Syahnaz sudah menyukainya sejak lama, Max tahu semuanya, namun dia tak pernah sedikitpun menanggapi perasaan gadis itu dan untuk saat ini,karena dia membutuhkan Syahnaz maka Max mencoba mendekatinya, walaupun sebenarnya dia tak begitu menyukai berdekatan dengan Syahnaz,Tapi sekali lagi demi misinya, Max harus pura-pura perhatian terhadap Syahnaz dan mulai menjalin kedekatan dengan gadis tersebut tanpa menimbulkan kecurigaan kepada targetnya.
"Kenapa pulang terlalu malam?bahkan kau tidak membawa mobil?" tanya Max ketika mereka sudah berada di dalam mobilnya.
"Aku lupa, tadi siang aku makan siang bersama papa dan juga mama, aku lupa kalau mobilku aku tinggalkan di kafe di mana tempat kami berkumpul tadi karena aku diantar papa dan juga mama ke toko bunga dan mobil ku di ambil sopir Mama" terang Syahnaz.
Tak ada perbincangan yang berarti di antara Max dan Syahnaz setelahnya,namun Syahnaz benar-benar berpikir bahwa malam ini adalah malam keberuntungannya, dia tidak salah meninggalkan mobilnya di kafe,pikir Syahnaz,jika setiap hari dia bisa bertemu dengan max dalam keadaan seperti ini maka sana rela setiap hari berangkat ke toko dengan taksi dan pulang dijemput oleh Max. Max fokus dengan kemudian,Namun Max adalah lelaki yang begitu peka,dia menyadari bahwa Syahnaz sedari tadi meliriknya berulang kali,namun Max tetaplah Max yang kaku cuek dan juga dingin.
__ADS_1
"Sudah makan?" tanya Max
"Hah??"
"Sudah makan?" ulang Max.
"Belum" saut Syahnaz cepat
''kita makan dulu!" saut Max.
Max menghentikan mobilnya di sebuah parkiran cafe yang terlihat masih buka, walaupun tak begitu ramai karena memang malam sudah sangat larut,Max meminta Syahnaz untuk turun dari mobil dan mereka sekarang sedang duduk berhadapan di cafe tersebut, Syahnaz memilih beberapa menu untuk makan malam bersama Max, namun Max hanya memilih secangkir kopi dengan sebuah camilan, sebenarnya Syahnaz juga ingin memesan hal yang sama untuknya seperti Max, karena dia sangat tak enak jika harus makan sendirian namun Max tetap memaksanya untuk makan.
"Sudah selesai?" tanya Max
"Ya....apa boleh jalan-jalan dulu?" tanya Syahnaz, entah mengapa dia enggan berpisah dengan Max.
"Tidak! sudah malam,dan sebaiknya kita pulang!" saut Max dengan datar,dan segera berlalu dari sana, Syahnaz segera mengikuti langkah Max.
__ADS_1
Max mengantar Syahnaz pulang,dan ketika sampai di depan pagar tersebut, Max berpamitan pulang, dia bahkan tak mengantar Syahnaz sampai masuk ke dalam halaman rumah mewah tersebut.
"Hallo......" ucap Max ketika menelpon seseorang.
"Ya Tuan!" saut orang tersebut.
"Besok lusa mereka ada pertemuan di restoran XXX! siapkan camera! ingat hati-hati, jangan sampai menimbulkan kecurigaan!" perintah Max.
"Baik Tuan!"
Dan panggilan teleponnya pun di akhiri.
"Gadis itu ternyata berguna juga!" gumam Max sambil tersenyum tipis.
Sedangkan Syahnaz yang baru saja masuk kamar, sekarang sedang berguling-guling karena sangat bahagia.
"Maaaaxx......I love you!!" pekiknya pelan sambil terus tersenyum dan berguling-guling di atas ranjang empuk nya, sungguh Syahnaz tak pernah tau, apa yang menjadi pembicaraan nya dengan Max malam ini, akan menjadi sebuah Mala petaka antara dia dan keluarga Hernandez, serta seseorang yang di duga menjadi dalang di balik masa lalu keluarga Hernandez,Dia juga akan mendapatkan permasalahan dengan hatinya, terlebih dengan Max yang hanya memanfaatkan nya.
__ADS_1
bersambung