Arthur (Sang Penguasa)

Arthur (Sang Penguasa)
Kemalangan nasib Bobby dan Morgan


__ADS_3

Di Depan pintu apartemen Alice


"Jadi kau tinggal di sini lagi?"


"Bukankah kau sudah menjual apartemen mu?"


"Bagaimana kau bisa kembali?"


"Apa rencana mu dan Mama itu yang sebenarnya?"


Berjajar pertanyaan di lontarkan Bobby ketika mengetahui bahwa Alice tinggal di unit apartemen nya kembali, Alice masih terdiam, dia mencoba mendengarkan setiap ucapan dari Bobby.Bobby dengan melipat tangannya di dadanya dan berdiri begitu angkuhnya. Sejak kecil mereka sudah berteman, walaupun sebenarnya pertemanan yang sedikit di paksakan oleh sang Mama, namun membuat Alice terbiasa dengan Bobby, Arthur dan Morgan.


Pertemanan anak-anak tanpa tau rencana dan kehidupan orang-orang dewasa, mereka menjadi begitu akrab di waktu kecil. Bobby yang periang dan selalu mencair kan suasana, Morgan yang bijaksana dan penyabar serta Arthur yang dari kecil memang sudah terlihat berkuasa, dingin dan cuek. Alice tumbuh menjadi gadis satu-satunya yang bisa masuk ke dalam persaudaraan tiga lelaki tersebut, hingga semakin besar, semuanya berubah.


Karena keegoisan dan haus akan kekuasaan membuat tiga bersaudara itu terpaksa terpisah keakraban nya, Morgan yang seolah di lawan kan dengan Arthur membuat mereka berdua sering canggung saat bertemu dan bahkan tak bisa seleluasa dulu, sedangkan Bobby yang tumbuh menjadi anak pembangkang membuatnya bisa hidup bebas sesuka hatinya.


"Katakan!! Apa rencana mu dan Mama itu yang sebenarnya?" tanya Bobby mengulangi lagi pertanyaan nya membuat Alice terbangun dari lamunannya.


"Maafkan Bob, aku terpaksa menerima perjodohan ini"


Saut Alice sambil tertunduk, sungguh janji yang dia ucapkan pada Bobby untuk mengatasi semua nya masih dia ingat, tapi ternyata Alice tak punya kekuatan untuk menghadapi sang Mama.


"Dasar perempuan murahan!! jadi ini wajahmu yang sebenarnya???! berpura-pura menjadi wanita anggun dan lembut,serta berusaha melepaskan perjodohan ini!! tapi ternyata!! kau sama saja dengan Mama mu yang haus akan nama baik dan kekuasaan!!!"


ucap Bobby dengan sinis nya Rasanya hati Alice seperti tertusuk sembilu, sakit!!.Belum juga Alice melakukan pembelaan diri, Bobby sudah lebih dulu mencerca nya.


"Kau tau Alice??!! aku mempunyai mimpi untuk bisa hidup dengan wanita yang aku cintai! yang mencintai aku bukan karena paksaan atau harta kekayaan saja!! aku menginginkan hidup damai dalam menjalani hidup ku kelak!" kata Bobby berjeda


"Aku berharap kita masih bisa berteman ketika kau mengatakan akan menolak perjodohan ini! karena Mama ku akan mengatakan ya, bila kamu yang menolaknya sendiri!! tapi sekarang......." lanjut Bobby.


"Bob.... Maaf!" hanya kata itu yang keluar dari mulut Alice.


Menangis?? rasanya air matanya sudah kering, sulit untuk menetes kembali, luka yang di torehkan orang-orang yang di sayangi nya benar-benar membuat Alice merasa kecil dan tak berguna.

__ADS_1


"Aku tidak butuh kata maaf mu Alice!!" saut Bobby.


Entah mengapa melihat Alice dia merasa begitu benci, benci padanya, pada dirinya sendiri,pada sang Mama dan pada keadaan nya saat ini.


"Kalau memang keputusan mu sudah bulat dan menerima perjodohan itu!! baiklah!!" kata Bobby


" Bersiaplah masuk ke dalam neraka ku!!"


Malam manis di apartemen Arthur


Nay memaksa Arthur untuk meletakkan kepalanya di pangkuan nya, sambil memotong kuku milik Arthur, Arthur terang saja menolak karena dia selalu melakukan nya di salon langganan nya, namun Nay tetap memaksa.


''Aku lebih baik ke salon!" ucap Arthur yang masih tak terima dengan perlakuan istri kecil nya


"Diam Bee....!!"


"Bee?'' kata Arthur mengulangi kata-kata Nay


"Siniin tangan satunya, aku akan melakukan dengan pelan.....aku ingin melakukan nya di saat senggang seperti ini" kata Nay sambil memotong kuku tangan Arthur, lagi-lagi Arthur hanya diam.


"Kau tau....ini adalah pernikahan impian ku, hidup sederhana bersama suamiku, kalau kau tidak bisa mencintai ku setidaknya kita bisa menciptakan cerita romantis di antara kita" kata Nay sambil tersenyum manis, Arthur memperhatikan wajah istrinya itu dari bawah.


"Apa kamu pikir Alice akan baik-baik saja dengan Bobby?" tanya Nay


"Ya..... semuanya akan baik-baik saja" saut Arthur


"Apa mereka bisa seperti kita?" kata Nay, ya...Nay terlalu banyak melihat kekhawatiran di wajah Alice dan ketidaksukaan di wajah Bobby.


Mereka sama dengan Nay dan Arthur, di jodohkan! namun seperti nya Bobby sama sekali tak berniat untuk menerima perjodohan itu, Sedangkan Alice berjuang sendiri untuk mengatasi semua nya, karena dari yang Nay lihat, Bobby tipe orang yang tak mau bermasalah dengan sang Mama, jadi kesempatan Bobby untuk menentang perjodohan itu adalah Alice sendiri.


"Aku yang terbaik! tidak ada yang akan bisa menandingi ku!" kata Arthur dengan sombongnya.


"Dasar Tuan sombong!!" ucap Nay

__ADS_1


Setelah selesai memotong kuku Arthur, Nay membersihkan nya, kemudian Arthur bangkit dari pangkuan Nay, mengangkat tubuh sang istri dengan entengnya.


"Aaarghhh.......apa yang kau lakukan!!" kata Nay reflek kaget karena tiba-tiba Arthur mengangkat tubuh nya.


"Aku akan membayar mu karena sudah menjadi tukang salon dadakan untuk ku!" kata Arthur dengan seringai di wajahnya.


"Tidak....tidak......tidak..... Bee!!! aku memberikan pelayanan gratis untuk mu!!"


ucap Nay dengan paniknya, Nay tau betul apa yang akan Arthur berikan padanya, namun Arthur seakan tak bisa mendengar apa yang di pinta Nay, dia terus berjalan menuju kamar tidur mereka, membuka dengan satu tangan nya dan kemudian menutup nya dengan kaki nya.Sama persis seperti yang di bayangkan Nay, Arthur melempar pelan Nayla di atas ranjang,dan dengan gerakan cepat membuka seluruh piyama tidur nya.


"Oohh Tuhan!!! aku benar-benar bisa kelelahan malam ini!!....dasar Arthur mesuuuummm!!" batin Nay teriak histeris melihat tubuh polos sang suami dengan Rudal tempur yang sudah tegak berdiri.


Di sisi lain di sebuah rumah sakit...


"Aaaarrrgghh......."


Teriakan Echa tertahan karena lehernya sedang di cekik sebuah tangan kokoh.Lelaki dengan masker dan topi di kepalanya itu nampak menempelkan tubuh Echa yang sekarang berada di depan ruang kerjanya.


"Jangan mencoba kembali ke masa lalu dokter!! kalau bukan kamu yang akan menjadi jenasah! maka dia yang akan menjadi jenasah terlebih dahulu!" ancam Lelaki tersebut


"Kau tau betul bagaimana Tuan ku bisa berbuat lebih dari ini!!" lanjut nya dan kemudian menghentakkan tubuh Echa hingga terjatuh di lantai.


Nampak dengan jelas leher Echa yang tercetak jari-jari dan berwarna merah serta terbatuk-batuk seketika.


"Dokter!" teriak seorang suster ketika melihat Echa terjatuh sambil memegang lehernya, lelaki tersebut berjalan cepat meninggalkan Echa sendirian, dan suster tersebut berlari ke arah Echa. Echa nampak shock dengan apa yang barusan di alami nya.


"Dokter tidak apa-apa?" tanya si suster dengan cemas, apalagi melihat leher Echa yang memerah.


"Ya..... aku baik-baik saja!"


Echa di bantu suster tersebut masuk ke ruangan nya dan mendapatkan perawatan dari si suster, ketika suster tersebut keluar dari ruangan nya, seketika tangis Echa pecah, dia tau betul siapa orang di balik penyerangannya dan apa penyebab nya. menghindari masa lalu bukan karena dia takut akan ancaman pembunuhan yang sering dia dapat, namun juga ancaman bahwa orang tersebut akan membunuh lelaki yang di cintai nya juga.


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2