
Echa jelas menolak tegas karena kemanapun dia pergi, seorang bodyguard suruhan Arthur terus mengawasi nya, dia benar-benar merasa tak nyaman dengan perlakuan adik ipar nya itu, bahkan dengan kesalnya dia menelpon Nay yang sedang berada di kantor Alice.
Mereka sedang meeting penting,ketika ponsel Nay terus saja berbunyi. Karena tau Echa yang menelpon meeting yang memang sudah waktunya selesai akhir nya di selesai kan dengan cepat juga oleh Alice.
"Hallo" sapa Nay ketika semuanya sudah keluar dari ruangan nya.
"Nay!! aku tidak terima ya....!aku tak sanggup kalau harus di perlakukan bak putri kerajaan yang harus di jaga!"
"Apa-apaan ini!atau kau ingin menjadikan aku sebagai tahanan kota?''
"Untuk apa kau mengirimkan aku seorang bodyguard!!"
"Bilang sama suamimu itu ya.....ini sudah keterlaluan!!"
Rentetan kata-kata Echa bahkan tak satupun yang terjawab oleh Nayla, Nayla bahkan sampai menjauhkan ponselnya dari telinganya.Teriakan Echa benar-benar membuat telinga nya terasa tuli. Dia tau betul Echa akan marah padanya, tapi mau bagaimana lagi, Nay hanya memikirkan keselamatan Echa.
__ADS_1
"Nay.... Dinayla!!!" sentak Echa karena tak kunjung mendapatkan jawaban.
"Iya Cha,aku denger! sudahlah turuti saja apa masuk! aku tak mau kamu celaka lagi" kata Nay dengan tegasnya.
"Tapi aku gak nyaman Nay!!" protes Echa
"Aku lebih gak nyaman kalau kamu sendirian!" kata Nay tak mau di bantah.
perdebatan kecil di antara mereka pun akhirnya berhenti, Echa lebih memilih untuk menemui Nayla dan juga Alice di jam makan siang nanti dan akhirnya mereka memutuskan untuk bertemu di cafe seperti biasa mereka datangi.
Di tempat lain, Bobby sedang berdebat dengan Mama nya mengenai perjodohan nya dengan Alice.
"Bobby!! apa lagi yang kamu mau dari Alice? dia sosok wanita yang anggun cantik dan berkelas dia juga dari keluarga yang walaupun tak sehebat keluarga kita tapi keluarganya cukup terkenal di kalangan para pembisnis mamanya benar-benar seorang wanita tangguh yang mampu mempertahankan perusahaan setelah peninggalan suaminya! apalagi yang kau lihat dari Alice? keburukan apa yang kau lihat darinya?.Dia adalah wanita yang pantas untukmu Bob!" ucap Aleysia tanpa jeda.
"Ma..... Tante Nesya hanya menginginkan nama keluarga kita!! dia tak benar-benar menginginkan aku menjadi menantunya!!" kata Bobby dengan amarah yang sudah berada di ubun-ubun.
__ADS_1
"Dan Alice? dia tidak mencintai ku ma! begitu juga dengan aku! bagaimana bisa aku hidup dengan seorang wanita yang tidak aku cintai sama sekali ma!" lanjut Bobby yang sudah meninggikan suaranya.
"Apa salahnya Tante Nesya ini masuk dalam keluarga kita??! Toh setelah menikah kamu juga bisa memimpin perusahaan miliknya?!" kata Aleysia tak mau kalah dari anaknya.
"Alice adalah anak perempuan satu-satunya dari keluarga Kartajaya, jadi apapun tujuan Nesya,pada akhirnya kamu juga yang akan menduduki kursi kepemimpinan perusahaan Kartajaya Bobby!!" lanjut Aleysia.
"Jadi bagi kalian ini saling menguntungkan?? dengan mengorbankan aku di dalam nya ma?...... Mama keterlaluan!!!" bentak Bobby karena merasa sudah tak bisa menahan emosinya.
"Aargghhhh...... aargghhhh......." jerit lirih Aleysia sambil memegang dadanya.
"Mama!!" pekik Bobby.
Aleysia nampak kesakitan sambil memegang dadanya, Bahkan dia sudah terduduk di kursinya, inilah yang di takutkan oleh Bobby,penyakit jantung yang diderita oleh Aleysia bisa kambuh setiap saat,karena itu Bobby tak pernah sekalipun tidak mengabulkan permintaan sang Mama, namun kali ini Bobby merasa ini m keterlaluan,bukannya tak sadar kalau Alice juga menderita dalam hal ini,namun rasanya Bobby butuh pelampiasan untuk kemarahannya dan Alice lah yang menjadi pelampiasan kemarahan Bobby.
"Mama!!"
__ADS_1
"Robin! siapkan mobil!!" teriak Bobby pada asisten nya sambil berlari membopong tubuh Mama nya keluar dari ruangan tersebut.
bersambung