
MASIH DI MASA LALU
"Mereka membunuh Papa Zen,.....balaskan dendamku kepada mereka!!"
Suara Serra terus menggema di telinga Zeno, dia sedang berdiri di tengah-tengah dua pusara orang yang di cintai nya, dia tahu keserakahan Serra membawa petaka bagi keluarga nya, Namun entah mengapa,dia seakan menolak kenyataan tersebut.Bagi Zeno, Alex dan Rosemary tetap ikut andil dalam kehancuran keluarga nya, sang Mama yang mengetahui kabar kematian suami dan berita bunuh diri sang anak, tiba-tiba histeris dan tak sadarkan diri, hingga kedua orang yang mereka sayangi di makamkan.Bahkan sang Mama sudah tak sanggup lagi mengikuti proses pemakaman suami dan anak perempuan nya.
Alex tetap berusaha datang ke rumah Zeno, walaupun beberapa waktu lalu, penjaga tidak memperbolehkan nya masuk atas perintah Zeno.Alex begitu menyayangi Tuan Carter,dia tak bisa mengabaikan lelaki yang sudah sangat menyayangi nya juga.Namun Zeno yang tak mau mendengarkan penjelasan Alex, tetap tak membiarkan Alex masuk, bahkan untuk melihat Tuan Carter untuk terakhir kalinya.Akhirnya Alex diam-diam mengikuti kemana perginya mobil yang membawa jenazah Tuan Carter dan Serra,dan di sini lah Alex berdiri, jauh dari pusara tersebut karena dari kejauhan dia bisa melihat Zeno masih berada di sana.Zeno menghapus air matanya dan kembali memasang kaca mata hitam nya, dia menunduk sesaat kemudian menatap ke arah dua makam yang paling dia sayangi.
"Aku akan membalas kan dendam mu Kak!! karena mereka kamu dan Papa harus pergi dengan cara seperti ini!! aku tidak akan membiarkan hidup mereka harmonis!!! aku bersumpah Kak!!" ucap Zeno lirih, kemudian dia pergi dari sana.
__ADS_1
Alex melihat kepergian Zeno, ingin rasanya dia mendekati Zeno dan mengatakan yang sebenarnya, namun dia urungkan, karena dia tau sekali bahwa Zeno sangat keras kepala.Zeno tetap beranggapan bahwa sang Papa meninggal karena kesalahan Alex yang membawanya masuk ke dalam permasalahan mereka bertiga, sedangkan tujuan Alex membawa Tuan Carter, agar Serra sadar dan tak menyakiti Rosemary,karena saat itu, Serra sedang menyandera Rosemary.
"Maafkan aku Zeno, tapi aku benar-benar tak bermaksud seperti itu, aku juga sangat menyayangi Papa mu" ucap Alex lirih sambil terus memandang ke arah Zeno yang semakin menjauh.
KEMBALI KE MASA SEKARANG
"Mari kita mulai bercerita Tuan Zeno!!" ucap Celia dengan sangat tegas.
Alex yang sudah menikah dengan Rosemary akhirnya memilih untuk meninggalkan negara tersebut, Alex lebih memilih tinggal di negara sang istri karena Alex berpikir di sana Zeno tidak akan mengganggunya lagi,dan ternyata benar Apa yang dipikirkan oleh Alex,bahwa Zeno tak mengganggu Mereka lagi, namun tanpa sepengetahuan Alex,Zeno bermain lebih halus dari pada bermain kasar dan terlihat di depan Alex. Alex tak menyadari bahwa kerentakan hubungan anak-anaknya ketika beranjak remaja adalah ulah dari Zeno,hingga setiap kejanggalan yang didapat oleh Alex akhirnya menuntun dia untuk mengetahui bahwa dalang dari hancurnya keharmonisan keluarganya adalah Zeno, mantan sahabatnya dari negeri seberang yang ternyata juga beberapa tahun yang lalu mengikutinya ke negeri yang sama dengannya,tentu saja hanya untuk menghancurkan keluarga Hernandez.
__ADS_1
"Apa kau tidak menceritakan tentang kisah Serra, Tuan Zeno?" tanya Celia.
Ya..... tentu saja Celia tau tentang Serra, Zeno dan Alex,dia mengetahui semuanya dari Rosemary dan Alex ketika sang suami, Agam Hernandez meninggal dunia, mungkin Alex dan Rosemary sudah mengantisipasi tentang serangan yang akan dilakukan oleh Zeno hingga dia mengandalkan Celia sang menantu untuk bisa mengatasi segalanya, karena Rosemary dan juga Alex sudah tidak percaya dengan anak-anaknya yang lain,.mereka percaya bahwa anak-anak yang lain sedang terpengaruh oleh situasi yang diciptakan oleh Zeno,hingga kebencian bersarang di hati mereka masing-masing pada sesama saudaranya.
"Apa maksud mu?" tanya Aldo yang hendak maju di hadapan Celia, namun Max lebih dulu maju menghadang, sedangkan Arthur sengaja diam saja, agar sang Mama mengatasi semuanya, Arthur sadar,pasti sang Mama sedang menjalankan amanah Kakek dan neneknya.
"Tutup mulut!!!" bentak Zeno pada Celia, dia bahkan sampai berdiri dari tempat nya.
"Siapa Serra pa? ada apa ini sebenarnya??" tanya Viko yang mulai curiga akan sikap Papa nya.
__ADS_1
Senyum mengejek dan penuh kemenangan terlihat di bibir Celia, dan Zeno semakin marah melihat nya, Namun saat ini dia sedang berpikir untuk menjawab pertanyaan anak-anaknya,agar terus berada di pihaknya.
bersambung