Arthur (Sang Penguasa)

Arthur (Sang Penguasa)
Kejeniusan Max


__ADS_3

Max melaporkan kejadian yang menimpa asisten Morgan saat ini.


"Apa orang yang sama?" tanya Arthur.


"Tidak Tuan! seperti nya kali ini bukan Tuan Bara, karena sasaran utama adalah Tuan Morgan, namun seperti nya mereka salah sasaran,karena di dalam mobil ada tiga orang,dan mereka pasti mengira itu adalah Tuan Morgan, sopir dan asisten nya.


"Musuh mulai berulah!!" gumam Arthur.


"Perketat pengawasan, semuanya.....terjunkan orang-orang gelapmu di beberapa tempat" perintah Arthur.


"Baiklah Tuan!" jawab Max.


"Max.....jangan lupa.. Mama kita! awasi dari jauh!" kata Arthur.


"Baiklah Tuan!"

__ADS_1


Walaupun kemampuan sang Mama yaitu Celia dan juga asisten nya yang tak lain adalah Mama angkat Max, Fila, tidak di ragukan lagi, namun bagaimana pun usia Fila tak lagi muda, dia tak selincah yang dulu saat melindungi Celia, begitu pula dengan Celia, Karena itu Arthur sengaja mengawasi mereka dari kejauhan.Max meminta undur diri, dia meminta Ariel untuk menyelidiki siapa di balik ini semua.Walaupun sebenarnya, Max sudah mengantongi beberapa nama, namun dia masih merasa ragu dan belum berani mengungkapkan siapa dalang di balik ini semua kepada Arthur.


Di tempat lain......


Bugh.......


"Bodoh!!! kenapa bisa salah sasaran!!!??" teriak seseorang pada anak buahnya.


"Maaf kan kami Tuan!" kata salah satu anak buahnya yang sudah babak belur.


Orang tersebut begitu geram mendapatkan laporan dari anak buahnya yang lain bahwa penyerangan pertama setelah beberapa waktu dia membiarkan keluarga Hernandez tak terganggu akan tingkahnya,Namun ternyata anak buahnya salah mengenali orang, Praz yang memang dari kejauhan nampak seperti Morgan dengan baju yang sama, Praz memang mau berdandan seperti Morgan untuk mengecoh mereka yang mengawasi Morgan, agar Morgan bisa mendapatkan perawatan psikiater yang baik dan tanpa gangguan, sehingga penampilan Praz diubah sedikit mirip dengan Morgan, anak buah nya yang bertugas untuk membunuh Morgan akhirnya salah sasaran.


"Brengsek!!!! kenapa rencana ku gagal kali ini!!!!" umpat nya, dan anak buahnya hanya bisa tertunduk karena merasa takut akan kegagalan nya.


Di sisi Max, dengan di bantu oleh beberapa anak buahnya, Max mencoba mencari tau siapa dalang di balik penyerangan dan kecelakaan yang di alami oleh Praz, bahkan karena peristiwa tersebut, Morgan sama sekali tak membiarkan Echa keluar dari apartemen miliknya, rencana mereka untuk pindah ke apartemen baru dan tinggal bersama di urungkan nya.Max berjalan cepat ke kediaman sang Mama,dia masuk tanpa menunggu sang Mama keluar menyambut nya seperti biasa.

__ADS_1


"Max......kenapa terburu-buru?" tanya Fila, wanita yang sudah tak lagi muda itu nampak berjalan keluar dari ruang kerjanya.


"Ma......aku butuh tambahan informasi dari Mama" kata Max tanpa basa-basi.Fila yang tau betul tentang sifat sang anak, hanya bisa diam dan kemudian mengajaknya masuk ke dalam ruang kerja Fila.


"Ini adalah beberapa informasi yang Mama sembunyikan selama ini, karena menurut Mama itu tidak mengancam keluarga Hernandez" kata Fila sambil menyerahkan beberapa berkas dan sebuah flashdisk ke tangan Max.


"Kali ini siapa target mereka?" lanjut Fila.


"Tuan Morgan! tapi asisten nya yang menjadi salah sasaran mereka" jawab Max.


Max nampak melihat sekilas berkas di tangannya, dia akhirnya meminta pada sang Mama untuk kembali ke kamarnya, kamar di mana dia tempati sebelum nya.Sebelum dia menjadi asisten Arthur dan pindah ke apartemen di depannya.Ketika memeriksa sesuatu dari yang dia bawa, Max nampak tersenyum tipis, dia menemukan petunjuk yang di harapkan nya.


"Sepertinya kelicikan harus di lawan dengan kelicikan juga!!" gumam Max dengan seringai licik di bibirnya.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2