Arthur (Sang Penguasa)

Arthur (Sang Penguasa)
Bobby dan Alice


__ADS_3

Melihat Alice yang pingsan, seketika Bobby melarikan nya ke rumah sakit terdekat, dan benar saja setelah dia mondar-mandir dan duduk tak tenang di ruang tunggu dokter pada akhirnya keluar dari ruang pemeriksaan, Begitu melihat dokter yang keluar dari ruangan, Bobby segera menghampiri dokter tersebut,dan sang dokter segera membawa Bobby ke ruangannya.


"Bagaimana keadaannya istri saya Dok?" tanya Bobby tanpa basa-basi lagi.


"ini sangat serius Tuan!" kata dokter


"Hyperemesis Gravidarum, istri anda mengalami hal itu,hal ini


Berbeda dengan morning sickness, hiperemesis gravidarum terjadi ketika mual dan muntah parah. Hiperemesis gravidarum lebih ekstrem daripada morning sick karena dapat menyebabkan penurunan berat badan dan dehidrasi dan hal itu memerlukan perawatan intensif, dan istri Anda benar-benar mengalami nya, harus nya Anda segera membawanya untuk kontrol setelah pemeriksaan pertama, saya dengar dari istri Anda, sudah satu bulan ini belum kontrol lagi....," jelas sang dokter, dan Bobby hanya bisa diam saja mendengarkan penjelasan dari dokter, dia bahkan tak pernah tau bahwa Alice mengalami mual dan muntah parah,karena memang mereka tak pernah tidur satu kamar.


"Tuan, sebaiknya Anda lebih memperhatikan asupan makanan dan gizi istri Anda, biasanya orang hamil yang mengalami ini,akan sangat sulit menerima makanan yang masuk ke dalam tubuhnya" lanjut sang dokter.


"Baik Dok, terima kasih Dok" saut Bobby.


Setelah berbincang dengan dokter dan Bobby menanyakan apa saja yang harus di lakukan dan di makan oleh ibu hamil, Bobby akhirnya pamit terlebih dahulu untuk menemui sang istri. Dalam perjalanan menuju kamar rawat Alice, Bobby nampak berjalan gontai, dia memikirkan bagaimana Alice bisa menjalaninya seorang diri, Bobby berhenti di sebuah kursi tunggu di depan ruang rawat Alice.


"Apa aku benar-benar salah?" gumamnya pelan sambil memijit pelipisnya sendiri.


"Tuhan...... maafkan aku!" lanjutnya


Bobby berusaha untuk tidak terpengaruh dengan keadaan Alice, namun entah mengapa hatinya berkata lain, sorot mata teduh Alice,tak pernah dia dapatkan lagi, yang ada hanya tatapan datar dan sendu, Bobby kembali mengingat bagaimana pertama kali dia menolak perjodohan nya dengan Alice,dan bagaimana Alice juga berusaha menghindari nya, namun pada akhirnya Bobby sendiri yang mengajak Alice menikah,hanya karena sang Mama yaitu Aleysia masuk rumah sakit karena serangan jantung.


Ceklek.......


Suara pintu terbuka membuat Alice yang memang telah sadar dari tadi menoleh, Memandang sejenak ke arah Bobby yang masuk kamar rawatnya, mata mereka saling memandang, Bobby melihat jelas mata sembab Alice,dan bisa Bobby lihat dengan jelas wajah pucat Alice dengan bibir yang bahkan nampak kering.Bobby melihat dengan seksama keadaan Alice, dan benar saja, tubuhnya tak lagi berisi.


"Sudah bangun?" tanya Bobby sambil mendekati Alice dan duduk di sampingnya.


"Hemmmm....." saut Alice dengan mata terpejam.


"Kau ingin makan sesuatu?" tanya Bobby lembut, Alice sampai menoleh dan membuka matanya, jelas dia merasa heran dengan perubahan nada bicara Bobby padanya, apalagi sekarang tangan kiri Bobby sudah mengusap puncak kepala Alice dengan lembut pula.

__ADS_1


"Tidak...." namun jawaban Alice nampak ragu-ragu.


"Aku akan membelikannya bila kamu mau" kata Bobby.


"Katakan saja" lanjut Bobby ketika Alice nampak gelisah,dia benar-benar jelas melihat keraguan Alice.


"Aku..... tidak jadi" saut Alice sambil memalingkan wajahnya.


"Kau ingin rujak buah? dengan irisan mangga muda dan beberapa macam buah lain?" kata Bobby mencoba membuat Alice tergiur, dia melihat jelas Alice mengigit bibir bawahnya, terlihat sekali Alice menginginkan nya.Bobby nampak menguulum senyuman nya.


"Bolehkah?" tanya Alice akhirnya.


"Mau?" tanya Bobby, Alice menganguk pelan.


Setelah melihat Alice menganguk, Bobby segera mengambil ponselnya di saku, dia nampak memerintahkan asisten nya untuk membeli apa yang di inginkan oleh Alice.


"Pokoknya carikan saja rujak buah, jangan lupa di dalamnya harus ada mangga muda, dan buah-buahan segar yang lainnya!" perintah Bobby.


"Memang untuk siapa Tuan?" lanjut Haris.


"Tentu saja untuk istri ku! memang untuk siapa lagi!" saut Bobby, dia tak pernah tau, bahwa apa yang baru saja dia katakan membuat Alice tersipu malu karena Bobby menyebut nya istri.


"Cepat Haris!!! jangan banyak tanya!!" ucap Bobby, kemudian mematikan sambungan teleponnya.


Beberapa saat kemudian, Haris datang dengan dua bungkus rujak di tangannya,karena tidak tau mana yang enak, Haris membeli dua bungkus rujak di dua tempat berbeda.


"Ini Tuan, rujak yang Anda inginkan" kata Haris sambil menyerahkan dua bungkus rujak.


"Hemmmm...... setelah ini kau selesaikan saja pekerjaan yang aku berikan padamu, bawa saja ke rumah mu, kalau ada apa-apa nanti aku hubungi" perintah Bobby.


"Baik Tuan....saya permisi Tuan, nyonya.... semoga Anda lekas sembuh" ucap Haris sambil membungkuk sebentar.

__ADS_1


"Mau yang mana?" tanya Bobby


"Aku mau yang pedas" kata Alice antusias, walaupun suara nya masih terdengar lemah


"Bukankah kau tidak bisa makan pedas?" tanya Bobby, Alice sedikit heran, Bagaimana Bobby tau dia tak suka makanan pedas, namun Alice akhirnya mengabaikan nya, yang penting saat ini dia makan rujak buah segar dan pedas.


"Tapi aku mau Bob.....boleh ya?" tanya Alice dengan manja, dia benar-benar lupa bahwa hubungan nya dengan Bobby baru saja terjalin baik beberapa menit yang lalu. Bobby nampak terdiam melihat Alice dengan wajah manja nya.


"Kau benar-benar meresahkan Al!!" gumamnya pelan.


"Apa Bob?" tanya Alice karena tidak terlalu mendengar suara Bobby.


"Hemmm.....apa?" Bobby balik bertanya.


"Aku mau yang pedas" saut Alice.


"Sedikit.... Ok?" kata Bobby.


Alice dengan antusias mengambil mangkuk yang berisi rujak buah dari tangan Bobby, kemudian dengan lahapnya memakannya, Bobby yang melihatnya hanya bisa meringis melihat Alice memakan buah mangga muda yang terlihat masam dimata Bobby,spontan Alice yang melihat ekspresi wajah Bobby langsung menyodorkan 1 buah irisan mangga muda ke mulut Bobby,Bobby hanya menggeleng saja, Namun Alice meminta Bobby untuk membuka mulutnya.


"Tidak Al,kamu makan sendiri"


"Ini permintaan anakmu" saut Alice, setelah terdiam sebentar, Bobby akhirnya membuka mulutnya dan mengunyah mangga muda tersebut.


"Hahahhahaha.....kau terlihat lucu" tawa Alice meledak,


Dan entah mengapa, tawa lepas Alice justru membuat Bobby memandang ke arah Alice dengan tersenyum tipis sambil terus mengunyah mangga nya, setelah berhasil menelan nya, tangan Bobby mengelus pipi Alice, spontan Alice terdiam.


"Teruslah tertawa Al..... bukan kah kau bilang kau harus bahagia?" Kata Bobby,


Bobby sudah berjanji pada dirinya sendiri, tak akan membuat Alice menderita karena mengandung anak nya, dokter mengatakan Alice harus bahagia dan tak boleh tertekan, karena itu, setidaknya Bobby harus mengubah perilaku nya demi anak yang di kandungan Alice, setidaknya itulah yang ada di pikirannya saat ini, Bobby mencoba mengikis kebencian nya pada Alice,lebih tepatnya pada sikap Alice yang pasrah karena di manfaatkan oleh sang Mama.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2