
Nayla sedikit berlari masuk ke dalam rumah Bunda nya, ya beberapa minggu lalu sang Bunda sudah melangsungkan pernikahan dengan Amer ayah dari Echa. Pagi menjelang siang ini, Nay meminta ijin pada Alice untuk pulang karena baru saja mendapatkan kabar bahwa Echa baru saja semalam di serang seseorang saat bertugas di rumah sakit, dan dia lebih memilih pulang ke rumah Ayah dan Bunda nya dari pada kembali ke apartemen nya.
"Bunda...... Bunda....."
Teriak Nay begitu masuk ke ruang tamu namun tak ada siapapun di sana.
"Nay? kamu di sini?" tanya sang Bunda yang baru saja selesai memasak.
"Di mana Echa Bun?" tanya Nay dengan wajah cemas nya.
"Dia di kamar nya....sana temui dia, Bunda akan siapkan untuk makan siang.
Nayla bergegas masuk ke dalam kamar Echa, dia ingin melihat sendiri bagaimana keadaan Echa, Amer sang Ayah sambung nya baru saja menghubungi Nay bahwa terjadi sesuatu pada Echa, dan Amer merasa Nay perlu tahu tentang Echa.
"Kau baik-baik saja?" tanya Nay begitu melihat Echa duduk di atas ranjang dengan buku di tangan nya.
__ADS_1
"Kau datang?" tanya Echa, alih-alih menjawab pertanyaan Nay.
"Hemmm....apa kau baik-baik saja?" tanya Nay lagi.
Pandangan Nay langsung tertuju pada leher Echa yang tercetak jelas sebuah jari di sana, dan memerah, bahkan nampak terlihat jelas Echa baru saja mengolesi dengan obat.
"Iya Nay, aku baik-baik saja.....aku bahkan sudah mengambil cuti tahunan ku! aku akan istirahat...tenangkan," kata Echa mencoba menenangkan Nayla yang terlihat sangat mencemaskan nya.
Echa sungguh tak mau Nayla ikut campur dalam urusan nya karena Echa tahu betul siapa yang dihadapinya, sudah 5 tahun berlalu namun musuh yang dihadapinya masih sama,Echa yang 5 tahun yang lalu terpaksa meninggalkan kuliah beserta tempat tinggalnya hanya untuk menghindari orang tersebut dan tentu saja untuk melindungi lelaki yang sangat dicintainya, namun setelah 5 tahun berlalu Echa berharap semuanya akan baik-baik saja dan normal seperti semula,Dia yang mendapatkan mutasi pekerjaan akhirnya kembali lagi ke kota yang sama dengan kehidupan yang sama tentunya,dan siapa yang menyangka bahwa kehidupannya kali ini terasa lebih dekat dengan masa lalu.
"Aku bawakan makanan buat kamu.... Alice tidak bisa ikut,dia menitipkan ini untuk mu,dia harus bertemu dengan kliennya"
kata Nay sambil membuka sesuatu yang tadi dia bawa. Hanya segelas es coklat dengan toping berbagai macam, dan minuman itu ternyata yang di sukai oleh Echa.
"Ah....dia masih ingat kesukaan ku" kata Echa
__ADS_1
"Minumlah! setelah itu kita akan makan siang dengan Bunda" kata Nay
"Aku keluar dulu ya,.....aku akan meminta Ariel untuk ikut makan kita"
Nay berlalu dari kamar Echa, dia mulai mencari keberadaan bodyguard nya itu. Dari kejauhan Ariel nampak serius berbicara di telepon nya sambil membelakangi pintu, Nay yang merasa penasaran mendekati nya tanpa bersuara.
"Semuanya berjalan lancar! hemmmmm aku yang bertugas sendiri mengawasi nya" kata Ariel
"_________"
"Tidak perlu khawatir....aku akan melaporkan semuanya padamu" kata Ariel lagi.
"Ariel?" panggil Nay
Deg.........
__ADS_1
bersambung