Arthur (Sang Penguasa)

Arthur (Sang Penguasa)
Bertemu dengan Arthur.


__ADS_3

Mobil yang di kendarai Sam, nampak memasuki sebuah rumah dengan pagar besi yang menjulang tinggi, Balqis yang sama sekali tak curiga dengan semuanya,terlihat tenang di dalam mobil di kursi belakang.Beberapa saat kemudian dia mencoba mencari ponselnya,namun Balqis baru menyadari bahwa dia tak membawa apapun termasuk ponsel miliknya. Sam yang sudah terdiam sejak mobil mereka mendekati rumah tersebut, kini semakin terlihat diam, dan beberapa saat kemudian mobil yang dia kendarai berhenti di depan sebuah pintu besar rumah yang ada di dalam pagar besi tersebut,ketika menyadari mobilnya berhenti, Balqis baru tersadar kalau dia berada di sebuah rumah yang cukup mewah.


Sam membukakan pintu belakang Balqis, dia masih dengan sandiwaranya sebagai seseorang yang diutus oleh dokter Clara untuk menjemput Balqis, Balqis dengan tak menaruh curiga sama sekali keluar dari mobil tersebut dan melihat betapa megahnya rumah yang sekarang ini dia injak,tentu saja rumah itu jauh lebih mewah dari rumah kediamannya, walaupun dia termasuk orang yang sangat kaya namun rumah yang ia tinggali jelas tak ada apa-apanya bila dibanding dengan rumah yang saat ini dia datangi.


"apa ini kediaman dokter Clara?" tanya Balqis pada Sam.


"mari silakan masuk nona" Sam tak menjawab pertanyaan Balqis, namun dia mempersilahkan Balqis untuk masuk ke dalam rumah tersebut. sekali lagi tanpa menaruh curiga Balqis masuk ke dalam rumah tersebut dan begitu Balqis masuk Sam langsung menutup pintu tersebut dengan seringai di wajahnya.


"Umpat sudah masuk perangkap!!" batinnya senang.


Balqis mengamati betapa mewahnya rumah tersebut, Namun Balqis merasa ada sesuatu yang berbeda, rumah tersebut memang tampak mewah tapi beberapa hiasan di ruang tamu nampak tak ada rumah itu,itu seperti rumah yang tak pernah dihuni setiap harinya, Balqis berjalan semakin masuk ke dalam rumah dan Sam menunjukkan sebuah kamar di mana Balqis harus menunggu dokter Clara untuk bertemu dengannya dan sekali lagi Balqis pun mengikuti keinginan Sam.


"Nona....ini adalah dua pengawal saya yang akan menjaga ada di sini" kata Sam.

__ADS_1


"Baiklah.... memang dokter Clara di mana? kenapa saya harus menunggu?" tanya Balqis.


"Sebentar lagi juga datang!" kata Sam,entah mengapa nada bicara Sam berubah, terdengar dingin di telinga Balqis, namun Balqis tak mau mempedulikan nya.


Balqis masuk ke dalam kamar tersebut dan di depan kamar 2 orang pengawal saya penjaga Balqis agar tak melakukan perlawanan,Sam kemudian mencoba menghubungi Arthur.


"halo Tuan Arthur, wanita ja*lang itu sudah berada di dalam markas, jika Tuan ingin bertemu dengannya maka sebaiknya sekarang saja,karena aku sudah tidak sabar untuk mengeksekusi nya!" kata Sam di dalam sambungan teleponnya.


"Wow... kejutan Sam, kau sudah bisa menangkap nya bahkan tanpa perlawanan!" ucap Arthur senang dengan kinerja anak buahnya.


"Beberapa menit lagi aku akan sampai!" ucap Arthur kemudian mematikan sambungan teleponnya dengan Sam.


"Max bersiap! kita ke markas!" perintah Arthur pada Max.

__ADS_1


Arthur meninggalkan beberapa pekerjaannya karena menurutnya, melihat bagaimana musuhnya itu lebih menyenangkan daripada pekerjaannya, begitu pula dengan Max yang terus mengikuti tuannya tersebut, mereka akhirnya melajukan mobilnya menuju ke markas yang dimaksud oleh Sam,rumah yang dijadikan tempat tinggal beberapa anak buah Sam yang setia mengawal Arthur dan juga Max, rumah megah yang tak pernah akan orang mengira bahwa di sana tengah tinggal para pengawal, melihat megah nya rumah itu,banyak orang mengira pasti seseorang yang kaya raya yang tengah tinggal di sana.


Beberapa pengawal memang tidak menjaga Arthur dan Max secara terang-terangan, mereka lebih terlihat tersembunyi menjaga kedua tuannya tersebut atas perintah Sam, banyak yang menyamar menjadi satpam, tukang parkir bahkan karyawan di perusahaan Arthur, dan pertanyaan nya apakah Arthur tau? tentu saja,sang penguasa itu tau betul bagaimana Sam bekerja. Balqis mulai terlihat gelisah di dalam kamar,entah mengapa dia merasakan perasaan yang tak enak, bukan kah seharusnya dia di bawa di kamar yang lengkap layaknya sebuah kamar tamu? Namun apa yang Balqis lihat saat ini.


Didalam kamar tersebut,hanya ada sebuah ranjang di tengah ruangan,bisa di katakan ranjang tersebut mirip dengan ranjang rumah sakit, bahkan di sana Balqis bisa melihat sebuah lemari kaca dengan berbagai alat yang terbilang tak biasa.


"Alat kedokteran? apa Dokter Clara membuka praktek di negara ini?" gumamnya, ya Balqis merasa aneh dengan alat-alat kedokteran yang berada di sebuah lemari kaca yang terkunci.


Ceklek........suara pintu terbuka.


Balqis membalikkan badannya, ketika mendengar suara pintu terbuka,dia yakin bahwa Dokter Clara pasti sudah pulang dan ingin bertemu dengan nya.Senyuman di wajah Balqis sirna ketika melihat siapa yang berada di ambang pintu.


Deg........

__ADS_1


bersambung.....


__ADS_2