Arthur (Sang Penguasa)

Arthur (Sang Penguasa)
Perbincangan rindu


__ADS_3

Arthur baru saja bangun dari tidurnya, setelah beberapa waktu lalu mengurus berbagai persoalan keluarga nya, gini dia sedang terbaring di ranjang king size nya, bahkan sang istri sedang bermanja di dadanya, menjadikan lengan Arthur sebagai bantalannya.Namun karena tak ingin menganggu sang istri, Arthur sengaja memejamkan mata nya kembali. beberapa waktu yang lalu, waktu Arthur begitu tersita dengan segala permasalahan yang timbul di keluarganya, Dan pada akhirnya Arthur sudah melakukan rapat bersama di keluarga besar Hernandez,dia menunjuk Morgan sebagai penggantinya kelak, ketika dia sudah harus keluar dari perusahaan Hernandez, tentu saja baik Bobby maupun Morgan tidak pernah setuju dengan keinginan dari Arthur,namun setelah memberikan penjelasan yang cukup masuk akal, akhirnya mereka membiarkan Morgan untuk mengelola perusahaan, sedangkan Bobby,Dia setuju saja dengan keputusan itu, toh dia juga tidak bersedia mengganti kan Arthur,di samping dia masih bekerja di perusahaan Hernandez,dia juga mengurus bisnisnya sendiri, Bobby bukan tipe lelaki yang ambisius, baginya, pekerjaan nya sekarang ini sudah cukup menyita waktu nya bersama Alice sang istri dan juga anaknya, hingga dia lebih memilih menjadikan Morgan sebagai pengganti Arthur kelak.Mereka sepakat, untuk menutup segala masalah di masa lalu.


"Ar... bagaimana keadaan kak Max?" tanya Nayla ketika mereka sudah berada di ruang santai.


"Max baik-baik saja, memang ada apa dengannya?" tanya Arthur balik.


"Apa dia tidak merasa kehilangan dengan kepergian Syahnaz? aku saja yang tidak dekat dengan Syahnaz, merasa sangat kehilangan, ini tidak adil untuk Syahnaz" ungkap Nay.


"kita tidak bisa memaksakan Max untuk merasa kehilangan Syahnaz sayang, karena kita tidak tahu bagaimana perasaan Max kepada Syahnaz, bukankah kita tidak bisa memaksakan cinta pada seseorang?" kata Arthur


"Mana ada tak bisa memaksakan cinta pada seseorang? buktinya kamu memaksa aku untuk mencintai mu!" saut Nay dengan bibir nya yang sudah manyun, mengingat bagaimana awal perkenalan mereka,yang mengharuskan Nay mencintai Arthur.


"Aturan itu hanya ada untuk mu" kata Arthur dengan santai nya.

__ADS_1


Nayla bisa merasakan bagaimana cintanya Arthur pada dirinya,hanya saja, lelaki dingin dan datar itu tidak bisa mengekspresikan rasa cintanya kepada sang istri, namun Arthur sudah tak sama seperti saat pertama kali dia bertemu dengan Nay,sekarang Arthur bisa lebih lembut.Meninggalkan Arthur dan Nayla yang nampak bersantai,karena saat ini Baby Al sedang dalam pengasuhan sang nenek,yaitu Celia. Nampak di sebuah pekarangan yang cukup luas, Max menikmati pemandangan yang indah, sebuah kolam ikan hias dan taman bunga menghiasi di pinggir kolam.


Fila memandang anaknya dari kejauhan, walaupun Max bukan anak kandungnya sendiri,karena memang Fila tak pernah menikah seumur hidupnya,namun Max adalah anak yang dia lahirkan dari hatinya, anak yang sangat dia sayangi dan sangat dia cintai,Max bahkan mempunyai sifat yang persis sama seperti dirinya,sebagai seorang ibu, Fila tentunya sangat mengerti bagaimana perasaan anaknya, Max lebih mengutamakan kepentingan Arthur dari pada dirinya sendiri, Fila juga ingin Max hidup normal seperti yang lainnya, tidak seperti dirinya yang seumur hidup tidak menikah, namun Fila selalu mengatakan kepada dirinya sendiri bahwa apa yang dilakukan Max untuk keluarga Hernandez adalah bentuk dari kesetiaannya terhadap atasannya, yang sudah memelihara mereka Dan menganggap mereka sebagai keluarga sendiri.


"Kopi?" tawar Fila ketika sudah duduk sejajar dengan sang anak


"Makasih ma" saut Max.


"Ya??!"


"Pemandangan nya" saut Fila


"Mama merasa tenang di sini, hanya saja....."

__ADS_1


lanjutnya, setelah permasalahan keluarga Hernandez selesai, Fila baru benar-benar pensiun mendampingi Celia,dan saat ini dia berada di rumahnya,yang asri dan berada hampir di pinggir kota.


"Apa?" tanya Max sambil memandang wajah tua yang Mama,yang masih nampak cantik dan segar.


"Mama iri dengan Nyonya Celia, Dia pasti sedang bermain dengan cucu nya saat ini.Apa kamu tidak berniat menikahi nya?" tanya Fila


"Aku tidak akan menikahi Syahnaz Ma!" ucap Max


"Apa mama menyebutkan nama Syahnaz?" tanya Fila, dia bisa melihat bagaimana wajah kaget Max, secara perlahan Max mengalihkan pandangannya ke taman bunga di depannya, karena tak mendapat jawaban dari Max, Fila tak melanjutkan pembahasan mereka.


"Bunga yang sangat cantik" ucap Fila, dia sengaja memancing Max, karena tau Syahnaz sangat menyukai bunga, dan bahkan mempunyai toko bunga sendiri, walaupun setelah insiden tersebut, Syahnaz meninggalkan toko nya dan tidak pernah ada yang tau di mana dia sekarang berada.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2