Arthur (Sang Penguasa)

Arthur (Sang Penguasa)
Merayu untuk mendapatkan sesuatu


__ADS_3

Nayla sedang memasak di dapur mewah di apartemen nya, kali ini Max menelpon dan bilang kalau Tuan Arthur ingin makan malam di rumah,dan Max juga menyarankan sebagai istri yang baik bukankah Nayla harus memasak untuk suaminya. Apartemen benar-benar hanya di huni oleh Arthur dan Nay, Tak ada seorang pelayan pun di apartemen mewah itu, bahkan beberapa hari yang lalu Arthur mengganti kode kunci apartemen miliknya.Hanya Max yang tau kode kuncinya,namun Max juga tak di ijinkan masuk begitu saja bila sedang ada orang di rumah.


"Ku sedang masak apa?" tanya Arthur tiba-tiba sudah memeluk Nay dari belakang.


"Aaaaaaa..." jerit Nay karena tak menyangka Arthur akan memeluk nya, apalagi dia tak mendengar suara pintu di buka.


"Kenapa?" tanya Arthur melepaskan pelukannya dan berlalu dari sana, dia duduk di meja makan di depan Nay setelah mengambil minuman dingin di kulkas.


"Bagaimana kau masuk? kenapa aku tidak mendengar suara pintu di buka?" kata Nay sejenak menghentikan acara memasaknya.


"Kau terlalu fokus masak Nona kecil" kata Arthur.


Pada akhirnya mereka makan malam dengan keheningan, Nay bukan tipe wanita cerewet yang mudah bercerita,pun dengan Arthur yang sudah biasa hidup sendiri, dia tak pernah bercerita bahkan pada Max sekalipun.Max yang akan banyak berbicara, itupun saat dia melaporkan sesuatu saja, selebihnya Max satu tipe dengan Arthur yang tak banyak bicara.


"Apa aku boleh bicara sesuatu?" tanya Nay sambil mengantarkan kopi panas ke ruang kerja Arthur.


puk


puk


Arthur menepuk paha nya, menandakan Nay harus duduk di paha lelaki tersebut.Nay nampak cemberut menanggapi kemauan sang suami.


"Jangan cemberut, ini salah satu usaha ku membuatmu jatuh cinta pada ku!" ucap Arthur dengan nada yang jelas tak mau di bantah.


"Ckc...... bagaimana kalau kamu duluan saja yang jatuh cinta pada ku!!" saut Nay sambil mendudukkan dirinya di paha Arthur.


"Jangan terlalu berharap!" saut Arthur


"Tapi tenang saja, aku akan berlaku baik walaupun nantinya aku tak akan pernah jatuh cinta pada mu" lanjutnya, Nay hanya memutar bola matanya mendengar penuturan Arthur. Diam-diam Arthur tersenyum sangat tipis.

__ADS_1


"Apa yang ingin kau bicarakan?" tanya nya sambil membelai rambut panjang Nayla yang tergerai indah.


"Apa aku boleh kerja?" tanya Nay dengan berbinar, sungguh dia berharap Arthur akan mengijinkan nya.


"No Baby!" ucap Arthur tegas sambil mengecup bibir Nay sekilas.


"Kenapa?" tanya Nay


"Banyak yang akan mengincar mu di luaran sana, jadi di rumah saja, bukankah suami mu lebih dari sekedar kaya? kenapa kau tidak menghabiskan uang nya saja" kata Arthur sambil menyembunyikan wajahnya di leher sang istri.


"Sombongnya!! bukankah ada Ariel yang akan menemani ku?....Aku hanya senang bekerja dengan Alice, Butik miliknya membutuhkan seorang desainer.....dan aku bisa melakukannya" kata Nay merayu Arthur, Nay mulai mengerakkan jari-jari di lengan kekarnya Arthur.


"Kau harus merayuku lebih sering.....agar kau berhasil keluar untuk bekerja" bisik Arthur sambil menyusuri leher Nay dengan lidahnya.


Sesekali dia mendaratkan kecupan-kecupan kecil di sana, seakan tau apa mau Arthur, Nay mulai mengeluarkan desaahan kecil dari mulut nya.Nayla tau pasti kelemahan Arthur adalah suara paling menggoda dari mulut nya, walaupun Nay harus menelan rasa malunya dalam-dalam. Dan benar saja, Arthur mulai mengeratkan pelukannya dan terus menggerakkan lidah dan tangannya ke setiap inci tubuh Nayla.Beberapa hari ini Nay sudah selesai dengan tamu bulanan nya, namun sepertinya Arthur tak tau akan hal itu.


"Kalau aku melakukannya di sini? apa kau akan mengijinkan aku bekerja?"


"Apa Rudal milikku sudah bisa bertempur di sini?" tanya Arthur sambil menekan bagian bawah Nay.


Perkataan vulgar Arthur otomatis membuat wajah Nay memerah karena malu dan salah tingkah, dan mengetahui jawaban Nay lewat ekspresi wajahnya, Arthur tersenyum tipis.


"Mulailah merayu sampai kau bisa mendapatkan apa yang kau mau!" bisik Arthur.


Entah keberanian dari mana, Nayla mulai meluuumat bibir sang suami dengan lembut, bergerak sebisanya, mengunyah bibir atas dan bawahnya secara bergantian, Arthur hanya mengikuti pergerakan sang istri, hingga Nay nampak melepaskan piyama tidur Arthur di bagian atasnya, berulang kali Nay selalu terpesona dengan tubuh kekar suaminya itu, dia mengelus dada bidang Arthur, hingga si empunya mendeesaah manja karena tingkah sang istri.


Arthur akhirnya tak tahan dengan perlakuan sang istri dengan gerakan cepat Arthur meluuumat bibir ranum sang istri dengan sedikit menuntut, bahkan ciuman itu sudah berada di bagian leher dan terus turun ke bagian dada Nay.


Dengan kecepatan tangan Arthur,kini tubuh sang istri sudah polos tanpa sehelai benang pun, Arthur dengan cepat mengangkat tubuh Nay dan mendudukkan tubuh itu di atas meja kerjanya setelah Arthur menyingkirkan berkas-berkas di mejanya, Arthur yang masih duduk di kursi kebesaran sedikit memundurkan kursinya agar benar-benar berada di depan sang istri, dan tanpa aba-aba, Arthur membuka lebar kedua kaki Nay, nampak terlihat nyata lubang pertempuran milik Nay yang sangat menggodanya.

__ADS_1


Dengan cepat Arthur membenamkan wajah nya di sela-sela paha sang istri.


"Aaa@hhh.... Arthur!!" jerit Nay ketika di bawah sana Arthur sedang bermain-main dengan lidah dan mulutnya, spontan Nay meraih rambut sang suami dan meremasnya pelan untuk menyalurkan rasa nikmat yang di ciptakan oleh suaminya.Arthur terus bergerak di bawah sana, menusukkan lidahnya hingga Nay menjerit dan mendeesaah secara bergantian. Sesaat setelah nya, Nay nampak mengangkat pant*at nya sedikit karena merasa pelepasan nya untuk yang pertama.


Dengan deru nafas yang masih memburu, Arthur menurunkan tubuh Nay, mendudukkannya di atas pangkuan nya dengan posisi membelakangi Arthur, dan dengan gerakan pelan memasukkan Rudal tempur milik nya dari bawah.


"Ooohhh God!!" pekik Nay


"Aaa@aah" deesah Arthur merasakan miliknya seakan di jepit erat Mrs. V milik Nayla.


Dan beberapa saat setelah terdiam sebentar, Arthur mulai bergerak sambil memegang pinggul Nayla, menaik turunkan tubuh Nay untuk memberikan kenikmatan di pertempuran mereka, dia juga tak mau tinggal diam, Arthur mulai bergerak dari bawah dan terus menusuknya dengan seirama.


Suara desaahan dan jeritan Nay nampak menggema di ruang kerja Arthur, kemudian dengan gerakan cepat Arthur mengangkat tubuh Nay, mendorong kursi dan meminta Nay untuk berdiri dengan kaki nya, tubuh kecil Nay nampak membungkuk dan berpegangan pada meja kerja Arthur,dan Arthur mulai menusuk sang istri dengan rudal tempur nya dari belakang.


Setelah sekian lama dan Nay mendapatkan lebih dari beberapa kali pelepasan nya, akhirnya Arthur mengakhiri pertempuran nya dengan desaahan panjang dari mulut nya sambil memeluk sang istri dari belakang.


hosh.....


hosh.....


hosh.....


Suara nafas mereka nampak bersahutan, Arthur mendaratkan kecupan kecil di punggung Nayla di akhir pertempuran nya.


"Lakukan ini setiap hari, mungkin minggu depan aku bisa mengijinkan mu bekerja"


kata Arthur yang menarik Rudal nya dan mengendong tubuh polos sang istri, membawanya ke kamar mereka lewat pintu penghubung antara ruang kerja dan kamar tidur mereka.


"Dasar Tuan mesum yang curang!!" ucap Nay kesal, karena dia tak seketika mendapatkan ijin Bekerja bahkan dia masih harus merayu Arthur lagi.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2