
Arthur dengan tatapan tajam nya seakan menghantam jantung para pengawal yang di tugaskan menjaga sang istri dan nyatanya mereka lalai dalam tugas, Karena Ariel di tugaskan ke tempat lain, maka para pengawal lain yang menggantikan nya,dan siapa yang mengira mereka akan kecolongan.Max hanya ikut menatap tajam para pengawal yang sedang berdiri gemetaran di depan Arthur dan dirinya.
"Ariel!!...." panggil Arthur,karena beberapa saat lalu, Ariel segera kembali dari tugasnya begitu mendapatkan kabar kurang menyenangkan dari Max akibat kelalaian anak buahnya, ya... walaupun perempuan namun Ariel adalah kepala bodyguard Arthur, dan kemampuan nya tak bisa di anggap remeh.
"Saya Tuan!" saut Ariel yang berada tak jauh dari mereka.
"Kirim mereka pada Sam!! biarkan Sam yang menyelesaikan nya!!" perintah Arthur dengan amarahnya yang masih menguasai dirinya.
Mendengar kata Sam, tentu saja kedua pengawal itu semakin bergetar, kekuasaan memang di tangan Arthur, namun Sam mempunyai hak penuh atas hukuman dari kesalahan mereka, dan para pengawal itu tau betul apa yang akan mereka dapatkan.Ariel nampak mengangguk memberikan jawaban pada Arthur,dan segera memberi kode pada kedua pengawal Nayla.
BEBERAPA WAKTU LALU SAAT KEJADIAN.
"Bunda..aku ke toilet dulu ya... Bunda tunggu saja di sini" kata Nayla yang meminta Bunda nya tetap tinggal,karena melihat piring milik sang bunda belum habis.
Dan satu pengawal di minta Nay untuk menemani sang Bunda. Toilet nampak sepi saat Nayla mulai masuk ke salah satu bilik, dan tak berselang lama, seorang wanita masuk dan mengunci pintu utama toilet.Dia nampak tersenyum licik begitu menatap bilik milik Nayla.
"Akan aku buat kau mati beserta anak-anakmu!!! hanya aku yang boleh melahirkan keturunan dari Arthur Hernandez!!" gumam Balqis,ya...wanita yang tengah menyamar itu adalah Balqis, wanita yang di jodohkan dengan Morgan namun terobsesi dengan Arthur.
Dia nampak tenang menunggu Nayla keluar dari salah satu bilik toilet tersebut, seorang pengawal yang berada di depan pintu toilet tak merasa curiga karena memang itu adalah toilet wanita umum, jadi ketika melihat Balqis yang sedang menyamar masuk, pengawal tersebut diam saja.
"Oh Tuhan!!!...." pekik Nayla saat mendapati seorang wanita berada di depan bilik milik nya.
"Permisi...." ucap Nayla berharap wanita di hadapannya sedikit menyingkir, Nay juga tak bisa mengenali siapa wanita tersebut.Balqis memberi jalan pada Nayla,namun Nayla yang tak tau bahwa Balqis sudah menuangkan zat yang terlihat lengket dan licin di lantai berjalan dengan santai, hingga pada akhirnya...
"Aaarghhh........" teriaknya ketika dia terpeleset dan jatuh dengan posisi, bagian pa*ntat nya terjatuh lebih dulu di lantai, spontan Nayla memegang perutnya, tiba-tiba saja perutnya merasa sakit.
"To-tolong....!" pinta Nayla sambil menahan sakit di perut bagian bawah nya.
__ADS_1
Balqis mendekati,namun bukannya mengulurkan tangannya, Balqis menatap Nayla dengan mata tajam nya yang terlindung kaca mata hitam miliknya.Melihat Nayla tak berdaya, Balqis segera membekam mulut Nayla dengan kain yang dia bawa agar pengawalnya di luar tidak mendengar jerit Nayla.Belum juga Nayla menghilangkan rasa keterkejutannya, Balqis sudah melayangkan tendangan di perut Nayla.
"Rasakan ini!!! kau tidak pantas menjadi Nyonya muda Hernandez!!" bentak Balqis tertahan sambil terus menendang perut Nayla, Nayla hanya berusaha melindungi kedua anaknya karena memang tak mampu lagi berteriak, mulut nya sudah di tutup kain oleh Balqis, Daripada membuka penutup mulut nya, Nayla lebih memilih menggunakan tangan nya untuk melindungi perutnya dari tendangan kaki Balqis.
"Hahahahahhaha.....menangis lah Baby....hahahahahaha!!!" ucap Balqis,ketika melihat Nayla yang berderai air mata, bahkan Nayla sudah hampir pingsan.
Balqis berhenti menendang perut Nayla ketika melihat darah yang mengalir dari paha Nayla.
"Hahahahahah..... ucapkan selamat jalan untuk anak-anak mu Baby....dan kau, segera menyusul ya! temani anak kembar mu di neraka!!" Ucap Balqis sambil membenahi pakaiannya dan berlalu dari toilet dengan tenang nya seperti tak terjadi apapun.
"Arthur.... to-tolong se-selamat kan me-mereka" ucap Nayla lirih di sisa-sisa kesadaran nya sambil memegang erat perutnya, sebelum dia benar-benar tak sadarkan diri.
KEMBALI KE RUMAH SAKIT.
"Bagaimana keadaan Nayla?" tanya Amer yang baru saja datang, dia tengah menunggu sang istri yang juga di rawat di sana, perut Dewi mengalami kram dan hampir saja keguguran, dia shock karena Dewi pertama kali menemukan sang anak.
"Masih di tangani....dokter mencoba menyelamatkan mereka bertiga" jawab Arthur
"Dokter sudah menangani nya,janin nya aman, walaupun masih dalam masa observasi" Jawab Amer.
Keheningan nampak terjadi di sana, Arthur nampak mondar-mandir tak sabar, sudah hampir satu jam mereka menangani sang istri, namun belum ada penjelasan yang pasti dari pihak dokter. Hingga beberapa saat kemudian Dokter keluar dari ruang operasi.
"Bagaimana dengan istri saya ?" tanya Arthur tak sabaran, Max sampai mendekati Arthur dan berjaga kalau Arthur bertindak di luar nalar.
"Tuan Arthur,maafkan kami" ucap seorang dokter bahkan terlihat sedikit ketakutan.
"Katakan dengan jelas!!!" ucap Arthur dengan penuh penekanan.
__ADS_1
"Katakan!!" teriakan Arthur yang tak sabar menggema di lorong rumah sakit tersebut.
"Ba-baik Tuan" jawab sang dokter dengan gemetaran.
"Istri Anda mengalami kritis Tuan, dan untuk kedua bayi nya....." sang dokter memberi jeda akan penjelasan nya.
"Katakan bagaimana nasib bayi nya??!!" Max ikut tak sabar dengan apa yang akan mereka dengar.
"Bayinya......salah satu dari bayinya tidak dapat kami selamatkan Tuan....maafkan kami....kami sudah berusaha sebisa kami, Sedangkan bayi yang satu, kami sedang merawatnya dan sekarang berada di inkubator karena kelahiran prematur" jelas sang dokter.
Arthur bahkan sudah tak mampu berdiri lagi, perlahan tapi pasti dia terduduk di kursi rumah sakit, memikirkan sang istri yang masih dalam kondisi kritis serta salah satu bayi mereka tak tertolong,belum lagi si kembar satunya yang masih belum pasti hidup dan matinya.
Arthur yang sedang hancur dan terluka hatinya, tak beda jauh dari Aleysia, Aleysia yang merasa curiga melihat sang suami beberapa waktu lalu mencoba mengikuti nya tanpa sepengetahuan Bara,dan betapa hancur hatinya ketika mendengar percakapan Bara, Morgan dan Ananta serta seorang wanita di samping Morgan yang tak lain adalah Echa.
"Dasar wanita murahan!!!" teriak Aleysia.
"Aley!!..." pekik Bara ketika melihat Aleysia berada di ambang pintu.
"Perempuan hina!!! berani sekali kamu selingkuh dengan suami dari sepupu mu sendiri!!!" teriak Aleysia.
"Aku bisa jelaskan semuanya....tolong jangan begini!! ingat jantung mu!!" ucap Bara mencoba menenangkan Aleysia, sedangkan Ananta hanya diam terpaku di tempatnya, dan Morgan tak berani berbuat apapun.
"Diam kamu!!! kamu lebih memilih perempuan hina ini daripada istri mu sendiri Bara???" sentak nya pada Bara.
"Keterlaluan kamu Bara!!!!.....Dan kamu Ananta!!! dasar wanita murahan!! kamu sudah merebut Bara dari aku!!!" teriaknya lagi.
"Dia bukan Bara!!!!" teriak Ananta tak terima.
__ADS_1
Deg......
bersambung