
Syahnaz yang begitu mengenal punggung lelaki yang ada didepannya, sangat senang.Walaupum beberapa saat tadi, sang Papa sudah memperingatkan untuk menjauhi Max, Namun nyatanya, Lelaki itu yang datang sendiri ke tokonya, bahkan ini kali keduanya mereka bertemu di toko Syahnaz.
"Max" panggil Syahnaz yang sangat yakin bahwa dia adalah Max. Namun seketika Syahnaz terdiam,ketika ada seorang wanita di balik tubuh Max.
"Hai Syahnaz" Bukan Max yang menyapa,tapi seorang wanita yang hanya menunjukkan kepala nya karena terhalang tubuh besar lelaki yang ada di depannya.
"Nayla?" kata Syahnaz, namun dia terlihat senang, entah mengapa dia sangat senang bertemu dengan Nayla, istri sepupunya.
"Aku meminta Kakak untuk mengantarkan ke sini? Aku ingin menjenguk Bunda ku yang baru saja melahirkan"
kata Nayla sambil berjalan ke arah Syahnaz, dan sebelum nya dia menyerahkan Baby Al pada Max, Baby Al sekarang sudah berusia 8 bulan, entah mengapa Baby Al sangat menyukai bersama uncle nya. Syahnaz yang memang belum tahu kalau Nayla memanggil Max dengan sebutan kakak,hanya mengerutkan keningnya sebentar,kemudian dia tersenyum melihat Baby Al yang ada di gendongan Max. Dia sengaja mendekati Baby Al, walaupun sebenarnya dia ingin lebih dekat dengan Max, dan Baby Al dijadikan alasan untuk itu, Namun Syahnaz juga sangat gemes melihat Baby Al yang bergerak-gerak sambil berceloteh di gendongan Max.
__ADS_1
"Ya Ampun Nay, dia lucu sekali!" pekik Syahnaz senang, sedangkan si Baby Al nampak sangat senang ketika Syahnaz meraih tangan mungil nya dan menggoyangkan pelan.
"Nay, sebentar ya....boleh aku menggendong nya?" tanya Syahnaz pada Max.Max nampak diam, dia tak juga memberikan Baby Al yang juga menyodorkan tangan mungil nya pada Syahnaz.Syahnaz masih menunggu reaksi Max,dan si es balok itu tetap saja diam.
"Kak... berikan Al pada Syahnaz" perintah Nayla, dengan wajah datar, Max menyerahkan Baby Al pada Syahnaz,dan entah mengapa bayi mungil itu sangat senang.
"Jaga dia Kak,aku mau keliling melihat contoh buket bunga" kata Nay meninggalkan Syahnaz bersama Max dan Baby Al.
"Aku mau Kak Max jatuh cinta pada Syahnaz Bee!! apapun caranya, mereka harus dekat!" kata Nay semalam.
Dan sepertinya Tuhan benar-benar membantu Nay, sang Bunda yang baru beberapa hari melahirkan,di jadikan alasan Nayla untuk datang ke toko bunga Syahnaz,dan tidak lupa Nayla merengek pada Arthur untuk memberikan waktu Max agar bisa menemani nya.Nayla memandang dari kejauhan sambil sesekali melihat berbagai macam contoh bunga di temani seorang karyawan, Dapat dia lihat wajah bahagia Syahnaz, sedangkan Max? jangan tanyakan bagaimana dia! rencana Nayla dapat dengan mudah ditebak oleh Max,dan sebelum berangkat pun,dia harus berdebat dengan Arthur terlebih dahulu.
__ADS_1
Beberapa saat sebelum berangkat.....
"Dasar penguasa payah!!" ejek Max ketika beberapa saat lalu tak bisa mempengaruhi Arthur,agar dia tidak jadi menemani Nayla.
"Kenapa? apa ada yang salah? apapun akan ku lakukan demi istri ku Max" jawab Arthur dengan santai ketika dia memanggil Ariel untuk menggantikan posisi Max sementara.
"Dasar!!! kamu sudah menjadi budak cinta Nay Ar!!" kata Max.
"Tentu saja tidak Max! ini aku lakukan hanya demi memenuhi kewajiban ku sebagai seorang suami!" ucap Arthur,dan sekali lagi, dia dengan angguh nya tak mau mengakui perasaannya pada sang istri.Max hanya memutar bola matanya sebelum benar-benar keluar dari ruangan Arthur.
bersambung
__ADS_1