
Nayla dan Alice kembali lagi ke kantor, Nayla memutuskan untuk membawa pekerjaan nya ke rumah, dia bertugas mendesain dua gaun pengantin pesanan kliennya, ketika sang klien melihat contoh desain milik Nayla.
"Kau akan langsung pulang?" tanya Alice.
"Hemmmm....aku ingin segera istirahat, lagian ini sudah sore" saut Nayla sambil merapikan berkas-berkas yang ada di mejanya.
"Apa kau mendapatkan kabar dari Echa?" tanya Nayla.
"Tidak, aku rasa dia di tugaskan ke luar kota untuk tiga hari ke depan, tapi ponselnya mati! aku tidak bisa menghubungi nya" kata Alice.
"Ya sudah kalau memang dia ke luar kota, aku hanya khawatir setelah insiden penyerangan waktu itu" saut Nayla.
"Okey.....aku pulang dulu" lanjutnya.
"Nay....ingat! jangan bohongi Arthur, dia akan meenghajarmu di ring empuk!!" ancam Alice, dan Nay hanya memutar bola matanya sejenak.
Nayla sepertinya tak mempedulikan ancaman dari Alice untuk tidak membohongi Arthur, dia tetap pada rencananya untuk marah pada Arthur.Sesekali dia akan menyuruh Arthur untuk tidur di sofa ruang tamu apartemen atau ke apartemen Max yang berada tepat di depan apartemen Arthur.Dan malam ini, Nay pulang terlebih dahulu sebelum Arthur, tak ada niat buat Nay untuk memasak malam ini, dia menikmati sepiring hidangan spaghetti pedas yang sudah dia olah dengan beberapa macam sayur dan ikan kesukaan Nayla.
...penampakan olahan Nay...
__ADS_1
Ceklek........
Suara pintu apartemen di buka bertepatan saat Nayla menyendok kan makanannya ke mulut untuk suapan terakhir nya.Dia hanya menoleh nya sebentar.Arthur masuk di ikuti oleh Max di belakang nya. Nayla terlihat santai sambil mencuci satu piring bekas makanan nya. Arthur yang merasa di acuhkan hanya mengerutkan keningnya sebentar. Kemudian Arthur duduk di sofa ruang tamu dan di ikuti Max, mereka sengaja membahas urusan perusahaan milik Arthur di apartemen milik Arthur, agar terhindar dari mata-mata yang mungkin saja menyusup masuk bila di bahas di kantor, belum saatnya seluruh keluarganya tau tentang perusahaan miliknya sendiri.Nayla menghampiri mereka berdua dengan muka datar nya, Jujur saja, Nayla nampak terlihat tegas di saat-saat tertentu.
"Kalau kalian sudah selesai, tolong segera keluar......aku mau istirahat" kata Nay dengan santainya.Sontak saja itu membuat dua lelaki dingin itu saling pandang.
"Maksudnya?" tanya Arthur heran.
"Aku sedang marah padamu!!! jadi tidurlah di apartemen Max!! atau aku yang akan tidur di hotel.......atau kembali ke rumah Bunda juga okey!" ancam Nayla.
Arthur nampak menghela nafasnya pelan, dia seakan tau ini pasti imbas dari kejadian tadi siang, Arthur yang dasarnya tidak bisa dan jarang menerima perintah dari seseorang, segera bangkit dari duduknya dan mendekati Nayla.
"Apa kau mulai berani menentang ku?" lanjut Arthur yang terus saja maju ke arah Nayla.
Sayangnya Nayla bukanlah wanita yang mudah di tindas, dia dengan tenang menghadapi Arthur. Arthur menarik pinggang Nayla dan merapatkan nya hingga menyentuh dada Arthur.
"Berani sekali kau melawan ku Nona kecil!!" ucap Arthur.
"Lepaskan aku!! atau......" kata Nay namun terpotong dengan omongan Arthur.
"Atau apa!!!"
__ADS_1
"Atau....ibu mertuaku tersayang...akan tau bagaimana genitnya anak kesayangan nya pada seorang wanita yang bukan istrinya sendiri!!" ancam Nayla, Arthur nampak mengepalkan tangannya, berurusan dengan sang Mama bukanlah ide yang baik, itu bahkan lebih buruk daripada di usir sang istri dari apartemen nya malam ini.
"Max....kemasi barang mu! kita pindah ke apartemen mu malam ini!" kata Arthur menuruti kemauan Nayla.
Senyum manis terpampang jelas di wajah Nayla,dan tentu saja Arthur yang terlihat semakin geram.Tanpa banyak bicara, dan lebih parahnya lagi Arthur melakukannya di depan Max, Max hanya bisa menunduk ketika mendengar suara bibir mereka saling beradu, Nay yang merasa malu karena berciuman di depan Max, memukul dada Arthur berulang kali, namun sayangnya, Arthur tak menghiraukan nya,dia begitu jengkel dengan keputusan Nayla yang mengusirnya keluar dari apartemen malam ini, Arthur tak tahu apakah dia akan bisa tidur nyenyak malam ini karena kebiasaannya selama beberapa bulan ini adalah harus memeluk sang istri saat tertidur,atau bahkan kadang kala Nayla yang memeluk erat Arthur saat mereka mengistirahatkan tubuh mereka di malam hari.
"dasar lelaki miring!!! Apa yang kau lakukan?? kau membuatku malu Arthur!!!! di sini ada Max!! apakah tidak melihatnya? Apa kau buta?" kata Nayla dengan sangat kesal setelah Arthur melepaskan ciuman panasnya.
"Max.... apakah melihat adegan yang baru saja terjadi? tanya Arthur dengan rasa tak berdosanya.
"Maaf Tuan, aku terlalu sibuk dengan pekerjaan kesini,jadi Aku Tak begitu memperhatikannya"
kata Max mencari aman, padahal Max dapat dilihat dengan jelas oleh Nayla, Max sebenarnya juga mendengarkan dan melihat Apa yang dilakukan oleh Arthur pada Nayla. Nayla nampak cemberut mendapatkan jawaban dari Max Dia benar-benar sangat marah malam ini.
"Keluar kalian!!!" pekik Nayla sambil mendorong dada Arthur.
Max segera berdiri dan berjalan keluar mengikuti Arthur,.dan Arthur dengan santainya keluar dari apartemen nya.
Dan Nay sudah berjingkrak-jingkrak di atas ranjang king size miliknya.
bersambung
__ADS_1