Arthur (Sang Penguasa)

Arthur (Sang Penguasa)
Ada hati lain yang terluka


__ADS_3

Nayla sedang berada di atas ranjang dengan tubuh yang masih polos dan hanya mengenakan selimut sebatas dada, sesekali dia melirik jam dinding yang ada di sana, 02.30 malam,sesi panas nya hampir dia lewati 4 jam lamanya.Dan saat ini dengan cekatan Arthur menyuapi istri nya, namun wajah cemberut nampak terpancar di wajah cantik sang istri, bagaimana tidak?!! pertempuran mereka benar-benar membuat Nayla kewalahan menghadapi keganasan sang suami, dia yang berjanji akan berhenti di permainan ke dua, nyatanya hanya ucapan di bibir saja, Arthur bahkan menambah jumlah pertempuran mereka.


"Makan yang bagus Nona kecil" kata Arthur dengan tegas ketika Nayla mengunyah dengan sedikit terburu-buru, oh... percayalah! dia sangat kelaparan saat ini apalagi di keluarga kecilnya memang tak seperti keluarga Hernandez yang segala sesuatu nya harus terjaga dengan baik.


"Aku sudah hampir mati,dan kau hanya bisa bilang makan yang bagus? Waahh kau sungguh mengagumkan Tuan Arthur!!" ucap Nay dengan ketus.


"Panggil aku Dear mulai malam ini Nona kecil" saut Arthur


Nona kecil? ya setidaknya itulah panggilan yang sering di lontarkan Arthur pada Nayla, tak salah bila Arthur memanggil Nay dengan sebutan Nona kecil, Nay berperawakan kecil namun padat berisi dengan tinggi badannya 165 cm, Sebenarnya dia memang terlihat kecil bila bersanding dengan Arthur yang bertubuh kekar dengan tinggi badan 185 cm.


Akhirnya Sesil makan malam yang tertunda berakhir, Nayla mulai memakai kemeja yang ada di walk in closet, dia sengaja memakai baju Arthur itu karena semua baju tidur untuk nya sangat seksi, dan itu tak akan pernah di pakai malam ini oleh Nayla, bisa-bisa dia akan di terjang lagi oleh banteng Amerika itu.


Beberapa jam lalu saat pesta pernikahan Arthur


"Alice......kamu datang dengan orang tua mu sayang?"


tanya Aleysia dengan lembut pada Alice, wanita ini memang begitu menyukai Alice yang sopan dan anggun, dia begitu mengidamkan Alice untuk bisa menjadi menantu nya.


"Iya Tante..... Tante apa kabar?" tanya Alice dengan sopan dan lemah lembut.

__ADS_1


"Tante baik, Oya.. sebentar....... Bobby.... Bobby..sini sayang!" panggil Aleysia pada anak lelakinya.


Bobby yang sedang berbincang dengan teman-teman yang sekaligus rekan kerjanya, seketika menoleh ke arah sang Mama, senyum nya luntur mendadak ketika melihat siapa yang sedang bersama sang Mama.Bobby terlihat berjalan sangat malas ke arah Mama nya, namun dia juga tak mau membuat masalah dengan mamanya.


"Ya Ma" serunya


"Bob dengar Alice sudah mau pulang, kamu antar dia ya" ucap Aleysia.


Seketika Alice kaget dan Bobby bisa melihat keterkejutan Alice, dia sedikit heran, bukannya dia sudah bersekongkol dengan sang Mama untuk menjeratnya? ah sudahlah Bobby malas menelaah semua nya.


"Aku masih ingin bersama teman-teman ku ma" kata Bobby


"Apa??Tidak!!....antar dia sekarang sekarang! ini akan mempererat hubungan kalian, karena sebentar lagi kalian akan bertunangan" ucap Aleysia dengan tegas.Sekali lagi Bobby tak ingin membuat masalah Mama nya, dia pun menyanggupi permintaan dari Mama nya.


"Masuklah!"


ucap Bobby setelah mereka sampai di parkiran, alih-alih membukakan pintu untuk Alice, Bobby malah sudah duduk manis di kursi kemudi. Sejauh ini Alice memang tak pernah protes dengan sikap Bobby, toh dia merasa tak pernah merayu Bobby walaupun kedua Mama mereka saling menjodohkan.Bobby dulu juga baik dan tak sedingin ini dengan Alice, namun kesalahan pahaman yang rasanya tak ingin Alice luruskan membuat Bobby membencinya. Bobby mendengar perkataan Nesya Mama Alice memerintahkan Alice mendekati Bobby agar bisa masuk keluarga Hernandez dan mengangkat nama keluarganya sejajar dengan keluarga Hernandez. Dan sejatinya Alice tak pernah mau namun dia tak pernah bisa menolak keinginan sang Mama.


Hanya keheningan yang terjadi di antara mereka, Alice memandang ke depan dengan tenang, begitu pula Bobby yang fokus dengan kemudinya.Namun ketika Alice melihat bahwa ini bukan jalan menuju apartemen nya, dia mulai menengur Bobby.

__ADS_1


"Ini bukan jalan menuju tempat tinggal ku" kata Alice mengingatkan, namun Bobby nampak mengerutkan keningnya, dia pikir bukannya ini jalan menuju kediaman Kartajaya?


"Aku sudah tinggal sendiri, turunkan aku di depan saja, aku akan memanggil taksi" kata Alice, dia pun tak mau merepotkan Bobby, dia sadar betul bahwa Bobby sangat terpaksa mengantarkan dia pulang. Tanpa banyak bertanya Bobby menurunkan Alice di depan,disebuah halte, Alice terlihat turun dari mobil tersebut, gaunnya yang sedikit panjang membuatnya kurang nyaman.


"Terimakasih....." ucap Alice sambil menundukkan kepalanya sedikit. Tanpa menoleh Bobby meninggalkan Alice begitu saja.Alice mencari ponsel di tas cantiknya melihat jam berapa kan sekarang ini....22.05....,Alice mencoba mencari taksi untuk pulang, sayangnya dia harus menunggu agak lama untuk mendapatkan taksi, dia duduk di sana menyandarkan kepalanya di tiang halte, Alice sangat capek hari ini, dia harus mengatur pergantian gaun pengantin Nayla, kemudian dia harus berkeliling dengan Mama nya untuk di perkenalkan pada seluruh kolega bisnis bisnis nya, Alice harus tersenyum dengan anggun di depan semua orang.Alice mencoba memejamkan matanya sebentar,.dia pikir dia akan mendengar bila ada mobil yang melintas.


"Sebaiknya aku menutup mata sebentar" gumamnya.


Meninggalkan Alice yang sendiri di sana, Bobby tiba-tiba tidak tenang meninggalkan Alice di halte, kalau sampai mamanya tanya di mana Alice tinggal maka Bobby tak akan bisa menjawab, karena sudah di pastikan Mama dan Mama Alice pasti sudah mengira kalau Alice tak pulang ke rumah utama, akhirnya Bobby memutar balik mobilnya,dia akan menunggu Alice mendapatkan taksi dari jauh dan mengikuti gadis tersebut.


Nampak dari kejauhan Bobby mengamati Alice, ternyata Alice belum mendapatkan taksi, gadis itu malah nampak menyandarkan kepalanya di tiang halte, seseorang nampak mendekati Alice, terlihat jelas orang itu mengambil tas yang di pangku oleh Alice, kemudian seseorang berlalu begitu saja tanpa perlawanan dari Alice.


"Oh SH*it!!! bagaimana bisa dia tertidur di sana!! menyusahkan saja!" umpat Bobby.


"Alice!! bangun!!'' kata Bobby ketika sudah mendekat dan keluar dari mobil, dia membangunkan Alice sambil menendang pelan kaki Alice.Alice terbangun segera,dia menatap lekat ke arah mata Bobby.


"Seandainya aku bisa meminta maaf berulang kali padamu Bob,dan bisa menolak keinginan Mama ku, aku ingin kita berteman seperti dulu, sungguh hatiku juga sakit!"


Ucap Alice dalam hati ketika melihat tatapan tak suka dari Bobby.

__ADS_1


bersambung..


__ADS_2