
Nayla nampak memperhatikan Ariel dari kejauhan,awal tujuannya memanggil Ariel untuk mengajak Ariel makan siang diurungkannya, dia merasa penasaran kenapa Ariel yang selalu dekat dengannya bahkan Arthur meminta dia untuk tidak jauh dari 2 meter, tiba-tiba keluar di pekarangan dan menelepon secara diam-diam, menurut Nayla. Nayla mendekati Ariel untuk lebih tahu dengan siapa Ariel berbicara.Ariel nampak lebih serius dengan obrolannya, samar-samar Nay mendengarkan apa yang di bicarakan Ariel walaupun dia tak paham dengan apa yang Ariel bicarakan.
"Semuanya berjalan lancar! hemmmmm aku yang bertugas sendiri mengawasi nya" kata Ariel
"_________"
"Tidak perlu khawatir....aku akan melaporkan semuanya padamu" kata Ariel lagi.
Nayla nampak mengerutkan keningnya,dia pada akhirnya memanggil Ariel.
"Ariel?" panggil Nay
Deg.........
Jelas sekali terlihat di mata Nayla kekagetan dari wajah Ariel, namun beberapa detik kemudian Ariel menetralkan kembali ekspresi wajahnya. Dia kemudian memasukkan ponselnya ke saku celananya dan menunduk sedikit di depan Nayla.
__ADS_1
"Ada yang bisa saya bantu Nona?" tanya Ariel seperti biasa.
"Kau sedang sibuk?" tanya Nayla balik
''Tentu saja tidak Nona" saut Ariel
"Saya selalu siap untuk Anda 24 jam bila di minta" lanjut Ariel.
Nayla terdiam sebentar, namun Ariel nampak biasa saja seperti biasanya.
Ariel yang mulai terbiasa dengan segala aturan Majikan perempuan nya hanya mengikuti apa saja yang di perintahkan oleh Nayla.Sesuai dengan perintah Arthur padanya, Ariel harus menuruti semua keinginan Nayla, asalkan dalam batas wajar nya saja. Di meja makan diam-diam Nayla memandangi Ariel, Bukannya curiga dengan gadis tomboy yang selalu mengikuti kemanapun dia pergi itu, dan bukan berarti juga Nayla meragukan kesetiaan Ariel, namun hari ini dia melihat Ariel kembali secara diam-diam dan menjauh darinya sedang menghubungi seseorang, sepertinya setiap kali Nayla datang ke rumah sang Bunda, Ariel merasa Nayla aman di dalam rumah dan dia lebih memilih untuk ke pekarangan depan, di sana sudah hampir sudah dua kali ini Nayla melihat Ariel sedang berbicara serius dengan ponselnya pada seseorang.Namun Nayla yang tahu bagaimana Ariel selama menjaga dirinya, menepis segala kecurigaannya kepada Ariel dan dia akhirnya melanjutkan makan siangnya bersama sang Bunda, Echa dan juga Ariel.
Di Sisi lain.....
"Apa maksud mu??!!!" bentak Morgan pada asisten nya.
__ADS_1
"Tuan, anak buah kita yang melaporkan kejadian di rumah sakit tentang penyerangan tersebut" ucap Praz sang asisten menceritakan bagaimana Echa di serang seseorang di rumah sakit.
"Nona Marisca di serang di depan ruang kerjanya! anak buah saya hanya bisa melihat dari kejauhan karena takut ketahuan kalau Tuan memberi pengawalan pada Nona Marisca" lanjutnya.
Morgan nampak mengeratkan genggaman tangannya, marah dan sangat kesal pada si pelaku, Morgan tau betul siapa mereka, namun sampai saat ini, Morgan belum bisa bergerak secara terang-terangan melindungi gadis nya.
"Bagaimana keadaan nya sekarang?" tanya Morgan yang terlihat sangat frustasi
"Nona Marisca kembali ke rumah orang tua nya Tuan, dan anak buah saya melaporkan bahwa Nona Nayla berkunjung siang ini" kata Praz.
"aaaarrrgghh......brangsaat!!! mereka benar-benar keterlaluan!!" ucap Morgan dengan tangan gemetaran, bahkan untuk menghentikan gemetaran pada tangannya, Morgan mengigit ujung kukunya, matanya nampak menatap gelisah ke kanan dan ke kiri.
Praz nampak menghela nafas nya pelan melihat bagaimana ekspresi wajah majikannya, dengan gerakan cepat, Praz mengambil sebuah obat dari saku jas nya dan memberikan pada Morgan dengan segelas air, membuat Morgan sedikit rileks.
"Aku akan membuat mereka membayar semua ini Tuan!! tunggu lah.....!" batin Praz.
__ADS_1
bersambung