
Bobby masih memperhatikan interaksi antara sepupunya dengan gadis kecil yang ada di hadapannya, Bobby heran karena memang tak pernah melihat gadis yang dengan tenang duduk di depan Arthur.
Bobby yang ada di samping Arthur pada akhirnya tertawa terbahak, ketika mendengar jawaban yang keluar dari mulut gadis tersebut, benar-benar gadis itu tak ada takut-takut nya dengan Arthur, bila orang lain yang berada di sana, mungkin sudah lari terbirit-birit karena takut dengan Arthur,namun tidak dengan gadis ini,pikir Bobby dan dia benar-benar merasa mendapatkan tontonan yang langka.
"Luar biasa Nona!! boleh tau siapa Anda? Anda benar-benar membuatku tertawa kali ini!" tanya Bobby.
"Aku?" tanya balik Nay dan di angguki oleh Bobby.
"Aku calon istri lelaki miring di samping Anda!"
"Apa??????!!!" teriak Bobby kaget sampai berdiri dari duduknya.
"Bisa kau ulangi lagi? aku tidak tuli bukan??" lanjut Bobby
"Ya Anda tidak tuli, aku adalah calon istri dari tuan di sebelah Anda!" kata Nay.
"Woow surprise banget Arthur!! rupanya kau masih normal hahahahahaha, aku sangat suka punya ipar yang..yaaa.....sedikit galak seperti mu!O..ya...aku Bobby, sepupu calon suami mu!!" kata Bobby
"Aku Nayla calon istri sepupumu! Benarkan aku galak?" tanya Nayla dalam mode Manisa dan lucunya.
"Ooh God!! hatiku!!!!" kata Bobby dengan meremas dadanya
"Kenapa?" tanya Nay dengan wajah polosnya
"Senyum mu menusuk hatiku Nay...
boleh aku panggil tanpa kata Nona di depannya?" kata Bobby dengan sedikit kedipan mata ke arah Nayla.
Arthur bahkan sudah memutar bola matanya melihat tingkah laku Bobby yang tak pernah berubah.
__ADS_1
"Sudah berkenalan nya?" kata Arthur
"Sudah! aku suka dengan lelaki di sebelah mu itu Tuan, setidaknya dia sedikit menghibur" kata Nayla dengan entengnya dan tersenyum manis ke arah Bobby.
"Arthur! bisakah aku yang menggantikan posisi mu DNA menikahi nya?" tanya Bobby dengan konyolnya.
"Hahahahahaha...... sayangnya aku tidak bersedia Tuan Bobby!" kata Nayla yang tertawa lepas.
Alice sekali lagi kaget mendengar perubahan sikap Nayla, ya Alice baru saja datang membawa beberapa baju untuk di perlihatkan pada Arthur.
"Why? I'm Single....dan tampan tentunya!" kata Bobby dengan gaya tengilnya.
"Rahang ku bisa sakit Tuan Bobby kalau aku menikah denganmu, karena kau sangat lucu, aku rasa setiap hari dan setiap waktu aku tak akan bisa berhenti tertawa" kata Nay sambil tersenyum manis.
"Oh God!!! gula darah ku naik!! senyum mu manis sekali Nay!" kata Bobby sekali memegang dadanya dengan ekspresi lebay.
"Alice!"
"Ah...iya..." saut Alice
Kemudian Alice mulai memperlihatkan satu persatu baju yang akan di pakai oleh Nayla,dalam acara makan malam keluarga Hernandez, hingga pilihan jatuh pada sebuah gaun yang sederhana namun nampan elegan, baju yang tak terlalu terbuka namun anggun di lihatnya. tentu saja dengan di selingi perdebatan panjang Nayla dan Arthur. sedangkan Alice hanya menunggu keduanya berhenti berselisih.
"Pulang lah! akan ada yang datang untuk membantu mu bersiap!" kata Arthur sambil berdiri dan membenahi jas nya.
"Boleh aku di sini dulu? aku butuh teman bicara!" kata Nayla,dia ingin mengenal Alice.
"Kau tak butuh apapun, teman bicara mu hanya aku!" kata Arthur tegas sambil menarik pinggang Nayla dan mencium bibir Nay dengan cepat.
"Arthur!!! Dasar gila!! akan gunting bibir mu kalau berani menciumi bibir ku!!" teriak Nayla sambil berusaha keluar dari dekapan tangan Arthur setelah Arthur melepaskan ciumannya.
__ADS_1
Jelas saja Nay marah dan malu dalam bersamaan.
"Akan ku belikan gunting nya nanti!" kata Arthur melepaskan pelukannya dan berlalu di ikuti oleh Bobby.
"Da.... Nay...kita akan sering bertemu nanti!" kata Bobby
"Okey Bob!" jawab Nayla.
Nayla memandang ke arah Alice secara tak sengaja, dia bisa melihat pandangan mata Alice yang terlihat teduh saat menatap ke arah lelaki yang mengaku bernama Bobby tadi.
"Dia pacarmu?" tanya Nay tiba-tiba membuyarkan lamunan Alice
"Ya??" Alice nampak kaget.
"Sepupu Lelaki miring tadi, apa dia pacar mu?" tanya Nayla
"Oh....bukan! Ini bajunya, dan sepertinya seorang sopir sudah menunggu mu!" kata Alice mengalihkan pembicaraan mereka.
"Aku Dinayla, panggil aku Nay!" kata Nay mengulurkan tangannya ke arah Alice
"Ya??" sekali lagi Alice kaget.
"Mau berteman denganku? aku lebih muda dari mu, tapi percayalah aku selalu pintar di setiap kondisi dan situasi!" kata Nay terlihat menyombongkan diri, namun detik berikutnya dia tersenyum kecil.
"Alice!..... aku rasa aku lebih tua darimu, dan aku sulit beradaptasi, jadi mohon bantuannya" kata Alice
Mereka tertawa kecil bersama, Alice memang di lahirkan dari keluarga kaya, punya segalanya dan bahkan dia tak pernah kekurangan apapun, namun hidupnya memang terasa hambar,dia sedikit kaget dengan sifat Nayla,namun bersamaan dengan itu,dia merasa bahagia mempunyai teman yang berbeda.
bersambung....
__ADS_1