Arthur (Sang Penguasa)

Arthur (Sang Penguasa)
Di buta kan oleh dendam


__ADS_3

Aldo nampak mengepalkan tangannya kuat-kuat, dia tak menyangka,bahwa sang Papa, lelaki yang sangat dia hormati, bahkan dia rela tak memikirkan kehidupan pribadi nya demi membantu sang papa, menjalani hidup sendiri selama bertahun-tahun lamanya, namun hari ini, dia harus mendengarkan kenyataan yang tak sesuai dengan apa yang di ceritakan oleh sang Papa selama ini.


Zeno selalu bercerita bahwa kehancuran keluarga Carter, ada kaitannya Alex, bahwa Alex lah pelaku utama dari segalanya, dengan bukti-bukti yang entah dari mana Zeno dapatkan ,dia membuat Aldo dan Viko,dua orang anaknya begitu mempercayai dengan kisah masa lalu sang papa. Zeno menceritakan bagaimana Alex menghancurkan kehidupan keluarganya, dan bagaimana kakek serta neneknya meninggal dunia, bahkan nama Serra tidak pernah disebut oleh Zeno,Zeno selalu mengatakan bahwa sang kakak bernama Sarah, meninggal terlebih dahulu sebelum nenek dan kakeknya.Zeno juga bercerita bahwa kakek, nenek dan juga bibi mereka meninggal karena Alex lah pelakunya dengan permainan yang sangat mulus yang dilakukan Alex,hingga membuat Zeno tak bisa melaporkan ke pihak berwajib,seperti itulah cerita yang dikarang oleh Zeno demi dendamnya yang harus terbalaskan kepada Alex Hernandez,beserta anak dan juga cucunya.Zeno bahkan begitu memelihara kesehatannya, hanya untuk melihat kehancuran keluarga tersebut. Aldo dan Viko yang mendengar kenyataan dari Celia, dan akhirnya pengakuan dari Zeno merasa sangat dikhianati dan dibohongi selama bertahun-tahun oleh Zeno sang papa.


"ini semua tidak benar kan Pa!!!ini semua pasti hanya karangan mereka saja kan Papa??tidak mungkin papa membohongi kami selama bertahun-tahun jawab Pa?"


bentak Aldo, Aldo merasa malu,dia bahkan sudah tak mempedulikan rasa hormat pada sang Papa.Zeno hanya diam saja, tidak tak tau lagi harus bagaimana, cerita yang dia buat selama belasan tahun di mentahkan begitu saja oleh Celia. Zeno tak pernah menyangka kau Celia sudah mendapatkan cerita dari Alex dan juga Rosemary, bahkan beberapa bukti yang menyatakan bahwa Zeno hanya salah paham serta segala sesuatu yang terjadi dalam keluarga Chater adalah kesalahan Serra yang terlalu berambisi terhadap Alex.Celia yang awalnya tidak mau memberikan bukti-bukti tersebut, karena memang dia sudah terlalu lama menunggu Zeno, namun tak pernah ada kabar berita dari anak buahnya tentang Zeno,sehingga dia beranggapan bahwa Zeno sudah meninggal.berkat Arthur anaknya, hari ini dia bisa bertemu dengan Zeno dan Fila asisten setianya, membawa bukti-bukti yang telah lama disimpan oleh Celia.


"Apa yang sudah Papa lakukan pada kami? pa......papa sudah membuat aku menyakiti banyak orang pa!!"


Kali ini Viko tak mau kalah, dia benar-benar sangat marah pada sang Papa. Viko menatap wajah Abigail, dan Syahnaz sang anak yang terlihat terisak di pelukan Aleysia, rasanya Viko ingin sekali memeluk Syahnaz, namun bagaimana pun juga dia tak bisa melakukan nya, rasa bersalahnya membuat Viko tak berani mendekati Syahnaz apalagi Abigail.


"Semuanya tetap salah keluarga Hernandez!!! andai saja Alex tidak menolak Serra, semuanya tidak akan berakhir seperti ini!!" Zeno tetap pada pendiriannya.


"Apa anda tahu Tuan Zeno, Papa selalu menganggap mu sebagai sahabat nya, walaupun sebenarnya dia mengetahui semuanya, bahkan dia masih berusaha untuk tidak membuat anak-anaknya mengetahui kebusukan anda dan mulai membenci Anda " ucap Celia, dia begitu menyesalkan kekerasan hati Zeno, lelaki yang di masa mudanya begitu menyayangi Alex, mertuanya.

__ADS_1


"Seharusnya dia lebih tau diri!! ketika Papa ku selalu mendampingi nya di saat masa sulit nya, tidakkah dia bisa berkorban sedikit saja untuk Serra? setidaknya cobalah berpikir untuk sedikit membalas budi keluarga kami!!" saut Zeno.


"Cinta tak pernah bisa di paksakan tuan Zeno, dan cinta tak bisa anda jadikan sebagai alat untuk membalas budi!"


"Jadi maksud Papa apa yang mereka ceritakan adalah kebenaran?? Papa sudah membohongi kami? kenapa Papa menciptakan kebohongan ini pa??!!"


lagi-lagi Viko berteriak, dia tak terima, merasa pengorbanan nya selama ini sia-sia saja.Hal yang paling dia sesali adalah melibatkan Syahnaz di dalamnya, anak kecil yang selama masa kecilnya dalam asuhan sang mertua, tiba-tiba harus dia asuh dan menjadi alat untuk mengendalikan Abigail. Erika, istri Viko selain Abigail,mencoba menenangkan sang suami, mengelus punggung nya dengan perlahan, Abigail yang melihat nya nampak cemburu dan sakit hati.Namun sebisa mungkin Abigail menahannya, dia pun sudah menganggap hubungan dengan Viko sudah tak bisa di teruskan lagi.


"Karena Papa merasa sakit hati!!! Papa kehilangan sosok Kakak, Papa dan Mama secara hampir bersamaan hanya karena Alex!!! kebahagiaan Papa lenyap hanya dalam sekejap mata!! kamu pikir Papa tidak tersiksa??!!!" teriak Zeno, dia merasa tak ada yang membelanya.


"Papa!!" teriak Aldo ketika mengetahui sang papa perlahan roboh sambil memegang dadanya.


Tanpa mempedulikan semua orang, Aldo segera membawa sang Papa menuju ke rumah sakit.Viko terpaku di tempatnya, Erika dan anaknya menjauh mengikuti langkah Aldo, namun sebelumnya Erika mengatakan untuk menyelesaikan urusan nya dengan Abigail.


"Maafkan aku Bigail......."

__ADS_1


Sebuah kata maaf singkat yang dia ucapkan, Viko kemudian memandang satu persatu keluarga Hernandez sambil menunduk sebagai kata maaf.


"Aku tau Papa ku salah! bisakah kita akhiri permusuhan ini?" tanya Viko.


"Bagaimana dengan nyawa suami dan juga Papa mertua ku? apa itu hanya sebuah permainan saja?" kata Celia ketika mendengar permintaan Viko.


"Dan bagaimana dengan suami ku!!!" saut Aleysia, Bobby langsung memeluk sang Mama yang mulai meneteskan air mata.


Viko hanya diam sambil memejamkan matanya, jujur saja, dia tak tau menahun tentang kematian Tuan Alex dan Agam, Namun untuk Bara,suami Aleysia,dia ikut andil akan kecelakaan yang menimpa Bara. Belum juga Viko menjawab pertanyaan Aleysia, ponselnya berdering, karena berasal dari nomor Erika, Viko sengaja memakai mode loud speaker.


"Hallo" saut Viko.


"Viko........ Papa berpulang!"


bersambung..

__ADS_1


.


__ADS_2