
Nayla sedang keluar dari mobilnya dengan ponsel di telinga nya, hari ini Ariel tidak mengawalnya,karena ada perintah dari suaminya untuk perjalanan bisnis ke luar negeri, entah apa yang di lakukan oleh Ariel.Namun Arthur tetap mengutus seseorang untuk mengawal sang istri.
"Ya Alice,aku sudah sampai di depan restoran" kata Nayla di sambungan teleponnya.
"Aku sudah di dalam, aku ada di private room" saut Alice
"Baiklah......"
Nayla kemudian menutup panggilan telepon nya, dia berjalan menuju ke arah pintu masuk restoran tersebut, sebenarnya Nay enggan masuk ke restoran mewah tersebut,karena baginya, restoran itu terlalu mewah, namun bagaimana pun, hari ini Nay dan Alice akan bertemu dengan klien mereka.Hingga netra nya menangkap sosok yang sangat dia kenal, dia menyaksikan langsung apa yang tengah terjadi di sana, sebagai seorang wanita, Nayla tentu paham dengan tatapan mata perempuan yang berada di dekat suaminya tersebut, terlihat sekali tak ingin lepas menatap wajah datar nan mempesona Arthur.
"Dasar!! lain kali aku akan memberikan stiker di wajah lelaki penebar pesona itu!!" gumam Nayla, tentu saja di tujukan pada suami tampannya itu.
"Bee...," Sapa Nayla melihat Arthur yang tengah menangkap tubuh wanita super cantik menurut Nayla.
Arthur yang merasa di panggil tiba-tiba mendongakkan wajahnya, dan Balqis melihat siapa wanita yang ada di hadapannya,tak lain adalah Nay, istri Arthur. Balqis merasa sedikit puas dan beruntung karena di tabrakan perempuan tadi.
"Bagus!!!" batin Balqis,pikir Balqis!
Setelah ini pasti akan terjadi perang besar, pikir Balqis, dia nampak tersenyum ramah melihat ke arah Nayla.Nayla bukan wanita bodoh,dia tau betul senyuman manis Balqis yang terlihat palsu di matanya, selain rasa cinta nya pada Arthur belum sempurna, dia juga bukan tipe mencemburu yang membabi buta.
"Sedang apa kamu di sini?" tanya Arthur mendekati Nay, sebuah kecupan manis mendarat begitu saja di bibir Nayla.
Nayla sedikit terkejut,namun Nayla bisa menyembunyikan wajah terkejut nya, pasalnya, biasanya Arthur tak ingin mengumbar kemesraan mereka di depan umum, namun kali ini, Arthur yang punya inisiatif sendiri.Arthur belum mengenal betul bagaimana sifat Nay bila sedang cemburu, pasalnya selama ini Arthur dan Nayla nampak baik-baik saja, tanpa ada gangguan dari perempuan ataupun laki-laki manapun.
"Aku sedang ada janji dengan Alice!.....oh ya Bee....siapa wanita cantik ini?" tanya Nayla seakan-akan tak melihat apapun yang terjadi antara Balqis dan Arthur tadi.
__ADS_1
"Oh.... kenalkan Nona, saya Balqis.....kami sedang mengadakan pertemuan di restoran ini" kata Balqis dengan senyum merekah, padahal hatinya sangat marah, bagaimana bisa Nayla nampak biasa-biasa saja melihat suaminya memeluk wanita lain.
"Masuk lah!.... bukankah Alice sedang menunggu?" kata Arthur.
"Hemmm.....apa aku boleh mampir ke rumah Bunda nanti sore?" tanya Nayla, dia nampak tak mempedulikan Balqis yang masih berdiri di belakang Arthur.
"Aku akan menjemputmu nanti" kata Arthur,dan itu artinya Arthur mengijinkan.
Nayla dan Arthur nampak berbincang berdua, entah apa yang di bicarakan sepasang suami istri itu, Balqis yang ada di dekat nya sudah merasa kepanasan, namun demi misinya agar terlihat sebagai wanita elegan dan tak menginginkan Arthur, Balqis menahan rasa cemburunya, sedangkan Fida, asisten nya sudah nampak khawatir dengan atasannya itu.
"Oh Tuhan!!! apa mereka hanya hidup berdua di dunia ini?" batin Anna sekertaris Arthur, melihat kedua majikan nya tak mempedulikan sekitarnya.
"Keterlaluan!! bagaimana bisa mereka mengabaikan Nona Balqis!!" Fida tak kalah menggerutu di dalam hatinya.
"Breeengsek!!! aku bersumpah!! aku akan merebut Arthur dari wanita sialan ini!!!" jerit hati Balqis.
"Panas gak?.....panas dong!!! dasar bibit ulat keket!!! kamu pikir aku bodoh!!" batin Nayla dengan senyum manisnya.
"Baiklah Bee,aku masuk dulu...." kata Nay.
"Hemmm....." saut Arthur seperti biasa.
"Permisi, Nona Balqis,dan Nona- Nona...." pamit Nayla karena tak tau nama sekertaris dan asisten Balqis.
Arthur segera berlalu dari sana, dia tak mau berlama-lama berada di dekat Balqis, sebagai laki-laki satu-satunya di antara beberapa wanita tadi, Arthur tau betul apa yang sedang terjadi di antara mereka walaupun senyuman nampak terpampang jelas di setiap wajah mereka.Ternyata di luar sudah ada Max yang menunggu nya.Dan akhirnya Anna di perintahkan untuk mengikuti sopir yang tadi membawa mereka,karena Arthur lanjut ke meeting selanjutnya bersama Max.
__ADS_1
"Max....apa kau tau apa yang membuat wanita melupakan rasa cemburu nya?" tanya Arthur pada Max, dia mengira bahwa Nay pasti cemburu dengan dirinya dan Balqis yang tak sengaja terlihat berpelukan, padahal Arthur dalam keadaan yang terpaksa harus menolong Balqis.
Max nampak mengerutkan keningnya, seperti nya Arthur lupa, kalau Max sama saja seperti dirinya yang tak tersentuh wanita, jadi bagaimana bisa Max tau cara mengatasi rasa cemburu seorang wanita.
"Saya akan mencarinya di internet Tuan" jawab Max Jujur, karena memang hanya itu yang dia tau.
"Ckc.....makanya... berkencan lah Max" perintah Arthur.
"Seperti nya Tuan Arthur benar-benar lupa dia seperti apa sebelum menikah!" batin Max dongkol.
"Jangan mengataiku di hati mu Max!!" ucap Arthur seakan tau apa yang ada di isi kepala Max.
Sedangkan di dalam private room setelah pertemuan dengan kliennya, kini tinggal Nay dan juga Alice berduaan.
"Apa?? tapi....dia di jodohkan dengan Morgan Nay?" kata Alice begitu mendengar cerita dari Nayla.
"Entahlah! wanita itu terlihat banget mau menggoda Arthur!!" ucap Nay sedikit terlihat kesal.
"Hahahahahhaha apa kau cemburu Nay?" goda Alice, pasalnya dia tau banget kalau Nayla belum mencintai Arthur.
"Tidak! aku tidak mudah cemburu!....Tapi apa yang sudah menjadi milikku.....tak akan aku biarkan lepas begitu saja!!" kata Nayla dengan tegas.
"Tapi sepertinya sedikit bermain-main dengan tuan penguasa itu...boleh juga!!" lanjut Nayla dengan seringai licik di bibirnya, dia berencana ngambek karena cemburu.
"Berhati-hatilah Nay, jika dia tau kamu hanya pura-pura ngambek, maka banteng Amerika itu akan menerkammu tanpa ampun!!" kata Alice menakut-nakuti Nayla.Nayla sejenak berpikir, bahkan sudah membayangkan bagaimana nasib nya bila Arthur tau dia pura-pura marah, bisa di pastikan dia tak akan beranjak dari ranjang, karena Arthur selalu beringas bisa sudah berhubungan dengan olahraga ranjang mereka, apalagi bila Arthur marah, hukuman yang paling sering Nay dapat kan adalah melayani sang suami sampai Arthur puas.Seketika Nay bergidik ngeri.
__ADS_1
"Tidaaaakkkk!!!" pekik Nay,dan sontak saja Alice tertawa cekikikan.
bersambung....