Arthur (Sang Penguasa)

Arthur (Sang Penguasa)
Api yang membara di dada Max.


__ADS_3

Bersamaan dengan datangnya Syahnaz dan Bella di hotel berbintang tersebut, nyatanya Max dan Arthur juga tengah ada meeting dengan klien nya di hotel yang sama dengan mereka. rupanya Max dan Arthur melihat bagaimana reaksi tersipu Syahnaz ketika Sam menggodanya,hal itu membuat Arthur sangat senang, Dia seolah mendapatkan suatu cara untuk bisa meledek Max.


"Panas Max?"


Sungguh pertanyaan yang membuat Max menatap tajam pada si pemilik suara tersebut.Hatinya semakin dongkol mendengar perkataan Arthur dan lebih menjengkelkan lagi, Arthur malah mendatangi ketiga orang yang terlihat mulai mengakrabkan diri tersebut.Arthur berjalan dengan gagahnya menuju ke arah meja sanas dan juga sama dan mix hanya mengikutinya di samping wajah mereka sangat datar dan juga dingin.


"Sam" sapa Arthur.


"Tuan Arthur" saut Sam,sambil berdiri dan membungkuk sebentar, kemudian beralih ke Max yang memandang nya tidak bersahabat, Sam hanya mengangkat ujung bibirnya sebelah, menanggapi sikap Max.


"Naz?" sapa Arthur pada Syahnaz.


"Kak...." ucap Syahnaz.


"Sudah lama tidak bertemu" ucap Arthur,dan Syahnaz hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan Arthur.


Akhirnya mereka memutuskan untuk makan siang bersama,Bella yang tidak mengenal siapa mereka,hanya diam di samping Syahnaz tanpa ikut menimpali perbincangan mereka, sekali tiga uang dengan Max, Max sepertinya menahan rasa tak sukanya kepada Sam dan juga Syahnaz, karena kedekatan mereka. Max berulang kali melirik ke arah Syahnaz dan juga Sam,walaupun dengan tatapan yang sangat dingin dan juga datar. Namun siapa yang menyangka bahwa di hati Max ada sesuatu yang benar-benar mengusiknya, rasa tak rela, rasa marah dan entah rasa apalagi yang ada di dalam hati Max saat ini ketika melihat Syahnaz yang tersenyum manis pada Sam.


Sedangkan Syahnaz tak menyadari apa yang telah dilakukannya dengan Sam, interaksi antara dia dan Sam membuat api cemburu di hati Max semakin membara, namun Max seperti fotocopy Arthur,mereka sama sekali tidak mau mengakui bila jatuh cinta terhadap pasangan, terhadap perempuan nya masing-masing, Sama halnya dengan Arthur yang juga tidak mau mengakui cintanya terlebih dahulu kepada Nay, kini Max pun sama, merasa bahwa dia tidak mencintai Syahnaz,walaupun secara logika dia berpikir kenapa dia harus cemburu bila melihat Syahnaz dan Sam tertawa bersama, Apa namanya kalau bukan cinta? namun tetap saja Max masih ingin mengecek kembali isi hatinya, apakah dia sudah terikat dengan Syahnaz, gadis yang selama ini dia abaikan, atau hanya sekedar rasa kasihan karena kehidupan Syahnaz yang tak lagi seperti yang dulu ketika dia masih tinggal di keluarga Hernandez, Syahnaz terlalu banyak menderita.


"Nona Syahnaz apa kamu mendapatkan undangan dari tuan Morgan? aku mendengarnya dari Bella" tanya Sam.

__ADS_1


Bella yang merasa namanya disebut langsung salah tingkah, dia takut Syahnaz marah padanya, tentu saja, Bella ingin mencarikan pasangan untuk Syahnaz agar bisa datang ke pernikahan Morgan,dan satu-satunya orang yang dia kenal dan juga memiliki kriteria bagus untuk dibawa ke acara pernikahan keluarga Hernandez adalah Sam.


"Iya Tuan Sam" jawab Syahnaz


"Sam saja, tidak usah sungkan..... bukannya kita sudah sedikit akrab" saut Sam dengan gaya slengean nya. Hal itu membuat Bella dan Syahnaz tertawa kecil bersama, mereka hafal betul Sam, setelah beberapa kali bertemu karena kerja sama mereka.Arthur seketika melirik ke arah Max, terlihat jelas sangat cemburu.Beberapa saat kemudian mereka telah selesai makan.


"Syahnaz,....boleh aku memanggil tanpa tambahan Nona?" tanya Sam, sambil berdiri, mereka semua hendak meninggalkan restoran tersebut.


"Hah??.... hemmm boleh Sam" saut Syahnaz, dia terlihat malu, karena sedari tadi Sam selalu menggoda nya.


"Manis nya...." ucap Sam sambil tersenyum sejuta Watt.


Arthur benar-benar menikmati suasana tersebut, pasalnya dia sudah melihat wajah merah Max karena menahan amarahnya, Arthur sudah sangat yakin, bahwa beberapa detik kemudian dia pasti akan melihat pertahanan Max runtuh.Sam semakin gencar membuat Syahnaz salah tingkah dan tersenyum malu, dan sebenarnya Syahnaz memang benar-benar salah tingkah dan malu karena ulah Sam di depan Bella, Arthur dan Max. Dan perkiraan Arthur sangat tepat, beberapa saat kemudian, Max nampak menarik tangan Syahnaz dengan sedikit memaksa.


"Syahnaz........" teriak Bella yang hendak berlari mengikuti Syahnaz di bawa.


"Mau kemana?" tanya Sam sambil menarik tangan Bella.


"Tuan Sam.... Syahnaz.....dia....dia....mau di bawa kemana?" tanya Bella sedikit terbata-bata, dia bingung menghadapi semuanya.Bella yang jarang berinteraksi dengan para lelaki tampan,sejati sedari tadi sudah bingung sendiri, Tiba-tiba dia harus makan satu meja dengan tiga pria tampan,yang sama sekali tak di kenal baik oleh Bella, dan sekarang salah satu dari mereka membawa Syahnaz.


"Tuan Arthur..saya permisi dulu" ucap Sam,tanpa mempedulikan pertanyaan Bella.

__ADS_1


"Kerja bagus Sam.....datanglah besok ke rumah, Bawa Zio,Al ingin bertemu dengan Zio" saut Arthur kemudian meninggalkan tempat tersebut, dari kejauhan nampak asisten nya menghampiri dan mereka pergi dengan mobilnya.Sepeninggalan Arthur, Bella bingung sendiri, dia benar-benar tak bisa mengejar Syahnaz,karena Sam masih memegang tangan nya.


"Di mana kamar mu?" tanya Sam pada Bella.


"Eh..emmmh itu...di lantai 7" saut Bella.


"Ayo aku antar" kata Sam sambil menarik tangan Bella, dia belum menyadari sedari tadi tangan nya terus memegang pergelangan tangan Bella.


Sedangkan di sisi lain...


"Max...lepas!!.... lepaskan tanganku!!" pinta Syahnaz yang sedang berada di dalam lift.Namun sayangnya Max tak mempedulikan permintaan Syahnaz.


"Max .....kamu bawa aku ke mana? Max!!!" teriak Syahnaz ketika sudah berada di lorong hotel.


Syahnaz sedikit takut melihat situasi nya, jelas Max akan membawa dia ke salah satu kamar di sana, dan benar saja Max menarik Syahnaz dan..


Braaaak.......


Suara pintu di tutup dengan keras oleh Max.Max mendorong tubuh Syahnaz di samping pintu apartemen,dan dia mulai menghimpit tubuh Syahnaz yang sudah bergetar karena takut melihat ekspresi wajah Max.


"Kau... melanggar aturan ku Syahnaz!!!" ucap Max dingin dan semakin membuat Syahnaz takut.

__ADS_1


"Sudah aku bilang!! jangan lupakan aku!!!"


bersambung......


__ADS_2