
Arthur dan Max tiba di rumah tersebut, mereka tak banyak bicara langsung masuk ke dalam rumah tersebut, Arthur berjanji pada Nay bahwa dia akan pulang cepat hari ini, karena itu Arthur dan Max tak mau membuang waktu mereka.Sam menghampiri tuannya tersebut, Sam sengaja bekerja dengan cepat karena di banyak menunda pekerjaan nya di perusahaan milik Arthur pribadi yang sekarang di serahkan sementara pada sang adik, Ariel. Sebenarnya bukan hanya itu alasan Sam, dia ingin menyalurkan kemarahan pada wanita yang telah mengusik ketenangan hidup tuannya tersebut.
"Di mana dia Sam?" tanya Arthur, jujur saja Sam belum memberitahu siapa wanita yang telah membuat Arthur kehilangan salah satu anak nya itu.
"Dia di kamar itu Tuan!" saut Sam.
"Apa kita mengenalnya Sam?" tanya Max, beberapa waktu lalu dia memang menyelidiki siapa yang mengusiknya,namun belum juga Max tau siapa orang tersebut, Max harus mengehentikan penyelidikan nya karena Arthur lebih membutuhkan nya di perusahaan, selama Arthur menjaga sang istri.
"Tuan-tuan akan sangat terkejut!" kata Sam sambil menyeringai.Akhirnya Arthur melangkah menuju kamar yang di tunjukkan oleh Sam.
Ceklek........suara pintu terbuka.
Balqis membalikkan badannya, ketika mendengar suara pintu terbuka,dia yakin bahwa Dokter Clara pasti sudah pulang dan ingin bertemu dengan nya.Senyuman di wajah Balqis sirna ketika melihat siapa yang berada di ambang pintu.
Deg........
Arthur dan Balqis sama-sama terkejut, mereka sama-sama tak menyangka akan di pertemukan dengan cara seperti ini.
Arthur tau bahwa Balqis menaruh hati padanya, namun selama ini Balqis tak pernah menunjukkan secara terang-terangan, dia selalu berperilaku anggun dan sopan di depan Arthur.Maka dari itu, Arthur sedikit terkejut, lain Arthur lain dengan Max, Max yang memang tidak terlalu suka dengan Balqis pun tak merasa heran kalau Balqis bisa melakukan itu semua.
"Tuan Arthur? apa yang anda lakukan di sini?" Tanya Balqis yang belum menyadari bahwa Arthur sudah mengetahui kesalahan nya.
Arthur tak menjawab, dia masuk di ikuti Sam dan juga Max, bahkan salah satu anak buahnya Sam sudah membawa sebuah kursi untuk tempat duduk Arthur, Balqis sudah mulai tak enak hati, dia yakin ada sesuatu yang membuatnya bertemu dengan Arthur di sini.
__ADS_1
"Jadi ini wanita ja*Lang itu Sam?" tanya Arthur pada Sam, namun matanya menatap tajam ke arah Balqis.
"Benar Tuan, dialah pelakunya!" jawab Sam.
"Apa maksud anda tuan? saya kurang paham, saya datang ke sini untuk menemui seorang teman" kata Balqis, dia masih tetap menjaga ketenangan dirinya, Dia tak mau Arthur melihat dia sebagai wanita yang tidak sopan.
"Jangan banyak bicara ja*lang!!! kau yang sudah mencoba melenyapkan Nona Nayla!! jawab??"" bentak Max, dia sudah muak dengan muka sok manis dan polos Balqis.
"Apa ini Tuan? kau menuduh ku melakukan hal keji itu? aku tau Nona Nayla mengalami hal yang tak menyenangkan! tapi..... bagaimana Tuan bisa menuduh saya? hiks.....hiks..." Balqis mengeluarkan air mata buaya nya, dia benar-benar tak mau terlihat buruk di mata Arthur.
"Aku tak punya banyak waktu!! akui kesalahan mu!" kata Arthur dengan dingin.
"Tidak!! aku tidak melakukan nya Tuan Arthur!! aku bersumpah!!" kata Balqis mencoba menyakinkan Arthur.
Dan beberapa saat kemudian, di sebuah layar televisi yang ada di ruangan tersebut menyala, di sana mereka semua bisa melihat bagaimana Balqis keluar dari toilet dan menuju ke sebuah tempat, di lorong mall,bisa di lihat dengan jelas Balqis melepaskan baju,topi dan rambut palsu nya,dan tertawa bahagia karena telah berhasil membuat Nayla tergeletak tak berdaya di toilet. Balqis nampak tercengang dengan apa yang dia lihat, dia benar-benar tak tau bahwa dengan mudahnya Arthur mengetahui semuanya.
"Hahhahaha...... hahahahahhaha!!" Balqis tertawa terbahak sambil memandang ke langit kamar.
"Dasar gila!!" gumam Max,dan Arthur hanya diam saja melihat itu semuanya.
"Hahahahahaha... Arthur.....kau tahu sayang!! aku melakukan nya untuk kita!" kata Balqis, Max dan Arthur saling pandang mendengar penuturan Balqis.
"Arthur...sudah lama sekali aku menunggu mu Ar, tapi apa yang kau lakukan padaku??!! kau malah menikah dengan wanita gembel itu!!" Teriak Balqis dengan emosional.
__ADS_1
"Kau tau....aku sangat mencintaimu sejak lama Arthur sayang......kau ingat aku? aku gadis yang selalu bersama mu saat kita sama-sama di bangku sekolah dulu......aku satu-satunya gadis yang selalu bersama mu Arthur!!!" lanjutnya.
"Kau benar-benar wanita gila!" ucap Arthur, Arthur memang telah lupa dengan gadis yang selalu bersama nya dulu, lebih tepatnya selalu mendekati nya semasa sekolah, hingga saat memutuskan untuk kuliah di luar negeri,dia tak pernah lagi melihat gadis itu dan bahkan melupakan nya begitu saja.
"Ya....aku gila karena mu Arthur sayang!!.....jadi sekarang...ceraikan istri mu dan kembali lah padaku sayang...." ucap Balqis dengan percaya diri.
Sam nampak membisikkan sesuatu ke telinga Arthur, Sam mencari tau bagaimana kehidupan Balqis, wanita yang mengusik Arthur.Arthur nampak tercengang dengan penuturan Sam, jadi gadis ini depresi? karena obsesi nya padaku? batin Arthur.Arthur merasa tak suka berurusan dengan wanita gila, dia beranjak dari kursinya dan membenarkan jas yang dipakainya sejenak.
"Sam! kau urus dia! buat dia menyesali perbuatannya pada istri dan juga anakku!!" ucap Arthur sambil berjalan keluar kamar tersebut.
"Tidak Arthur!!! jangan tinggalkan aku sendiri lagi!! aku mencintaimu Arthur!!! aku sangat-sangat mencintai mu!! jangan tinggalkan aku Arthur!!!" Teriak Balqis sambil berlari ke arah Arthur, namun dengan cepat anak buah Sam memegangi nya.
"Lepaskan aku!!!"
"Tidak akan ja*lang!!!" ucap Sam, kemudian dia memerintahkan anak buahnya untuk membaringkan tubuh Balqis di atas ranjang yang ada di kamar tersebut, ranjang yang lebih mirip ranjang rumah sakit.
"Lepaskan aku!!! Arthur sayang.... tolong aku!!" Balqis terus saja memberontak.
"Diam!!....mari kita bermain Nona brengsek!!!" ucap Sam sambil mengambil sebuah pisau dari dalam lemari kaca.
"Bagaimana kalau kita angkat rahimnya dulu!!! bagaimana Nona? Kau sudah membuat seorang ibu kehilangan bayinya, jadi aku rasa kau tak pantas menjadi seorang ibu!!"" tanya Sam sambil menyeringai seram.
"Tidak!! tidak!!! jangan menyentuh ku!!!" teriak Balqis ketakutan, namun Sam tak mempedulikan nya.
__ADS_1
"Ups......aku lupa obat bius nya habis Nona!!"
bersambung.....