Arthur (Sang Penguasa)

Arthur (Sang Penguasa)
Tanpa sadar cinta itu semakin besar.


__ADS_3

Bobby mencoba berdamai dengan hatinya walaupun hatinya sangat kecewa, tapi dia begitu menyayangi Bara. Bobby sudah tak peduli lagi bahwa Bara bukanlah identitas asli dari lelaki yang sekarang ada di pelukannya,yang ada dipelukannya sekarang ini adalah Raka saudara kembar sang Papa kandungnya yaitu Bara,Bara menceritakan bagaimana dirinya dan juga Aleysia mengatasi semuanya ini,dan berkat pertolongan Echa yang juga menjembatani permasalahan mereka, akhirnya Aleysia pun memutuskan untuk berdamai dengan Bara yang tak lain adalah Raka, saudara kembar suaminya. toh selama beberapa tahun ini Bara yang selalu menemaninya tak pernah sekalipun memperlakukannya sebagai istri sahnya,dan Aleysia menganggap bahwa Bara sudah tak lagi mencintainya. Namun ternyata orang yang selama ini menemaninya adalah Raka saudara kembar Bara, dan Raka tetap menganggap dia sebagai kakak iparnya, yang harus dia jaga sebagai amanah terakhir dari sang saudara kembar. Aleysia dan juga Ananta pun sudah saling berbincang, Ananta hanya tak mau kehilangan Raka untuk kedua kalinya, hingga Ananta membiarkan Raka memakai identitas Bara, namun mereka masih bisa bertemu dan bersama di rumah yang mereka bangun.Raka juga sudah mengajak Aleysia ke makam di mana Bara di kebumikan.


"Papa akan makan malam di sini?"tanya Bobby pada sang papa.


"Tidak Bob, Papa ada janji dengan Morgan, ada berita tidak menyenangkan dari keluarga Patterson" saut Bara dan melepaskan pelukannya pada sang anak.


"Ada apa pa?" tanya Bobby heran.


"Balqis.... putri Tuan Patterson,di temukan di pinggir hutan, seperti nya dia di serang binatang buas" kata Bara.


"Hemmm..... baiklah pa, hati-hati....." kata Bobby dan Bara menjawabnya dengan anggukan kepala sambil berlalu menuju pintu apartemen.


"Pa.....'" panggil Bobby


''Ya?"


"Apa Papa sudah menemukan pembunuh saudara kembar Papa?" tanya Bobby, entah lah,dia bingung harus menyebut Bara asli sebagai Papa nya atau tidak, rasanya dia canggung,karena selama ini yang dia tau, Bara adalah lelaki yang ada di hadapannya.


"Papa sangat kesulitan Bob, sampai sekarang Papa belum menemukan petunjuk sama sekali" kata Bara dengan nada penuh penyesalan.


"Baiklah...nanti aku minta bantuan Arthur saja" saut Bobby dan di jawab anggukan kepala oleh Bara.


"Pa..... Jangan terlalu keras dengan Morgan, dia berhak bahagia" lanjut Bobby, dan Bara hanya tersenyum tipis kemudian berlalu dari apartemen Bobby.


Bobby melangkah menuju ke kamar nya, dan sesampainya di sana dia melihat Alice yang telah terlelap dalam tidur nya, bahkan Alice terlihat tidur sekenanya saja, dia tidur tanpa mengenakan selimut nya.Bobby memperhatikan wanita yang semakin hari semakin menyita perhatian nya, Semakin dekat dengan Alice, Bobby semakin tau bagaimana sifat dan sikap Alice.


"Al.... bangun..... Al" Bobby menggoyang tubuh Alice yang sedang tertidur.

__ADS_1


Malam ini Alice belum makan malam,karena membiarkan dan Bara berbicara berdua.Namun sepertinya Alice sangat terlelap, hingga dengan cara lebih ekstrim lagi Bobby membangunkan Alice.Bobby meluuumat bibir Alice perlahan, dia terus bergerak hingga beberapa saat kemudian Alice nampak mengeliat. karena tak kunjung bangun, Bobby kembali mendaratkan bibirnya ke bibir Alice, bermain-main di sana, melihat dada Alice yang terlihat lebih besar dari biasanya, tangan Bobby tak mau diam, sudah sangat lama semenjak percintaan mereka untuk pertama kali, Bobby tak pernah sekalipun menyentuh Alice, namun entah mengapa malam ini, hasrat yang sudah cukup lama terpendam, tiba-tiba bangun dari tidur panjangnya.


"Eeggghh...." Alice nampak mengeliat sambil di ikuti oleh suara desaahan lirih.Matanya tiba-tiba terbuka,dan Alice sedikit terkejut melihat Bobby terlalu dekat dengan wajah atau lebih tepatnya, berjarak beberapa sentimeter dari wajah nya.


"A-apa ya-yang kau lakukan Bob?" tanya Alice tergagap.


Bobby hanya menatap wajah terkejut Alice, terus terang saja hatinya berdebar kencang ketika menatap mata teduh Alice, Tanpa menjawab pertanyaan Alice, Bobby kembali melayangkan cii-umannya di bibir Alice, Alice hanya diam tanpa membalasnya, Jujur saja,dia masih shock.Namun merasakan ciuman yang di berikan oleh suaminya semakin menuntut, Alice berusaha mengimbangi Bobby yang sedikit terburu-buru.


"Bob.........pelan!" ucap Alice lirih ketika bibir Bobby beralih ke leher mulusnya. Seketika Bobby berhenti dan menatap mata Alice, Alice mengigit bibir nya perlahan,dia takut menyinggung perasaan Bobby, takut kalau Bobby berpikir dia menolaknya.


"Bob..... a-ku..."


Cup.... kecupan di bibir Alice membuatnya berhenti bicara. Bobby tau apa yang di pikirkan oleh Alice, ada sorot mata takut di sana, Bobby mengelus pipi Alice perlahan.


"Aku mau lanjut nanti.... sekarang makan dulu, kasihan Baby nya kalau kamu gak makan" ucap Bobby dengan lembut dengan nafas memburu,namun dia mengaturnya sedemikian rupa, dia tau Alice butuh asupan makan.


"Mau ini?" tanya Bobby membuyarkan lamunan Alice yang telah berada di meja makan.


"Apa boleh nambah telor ?" tanya Alice


"Tentu sayang" saut Bobby.


"Hah??" ucap Alice kaget.


"Kenapa? apa aku tidak boleh memanggil istriku sendiri sayang?" tanya Bobby dengan ekspresi tanpa dosanya.


"Biasakan dirimu untuk itu" lanjut Bobby.

__ADS_1


"Bukan begitu Bob.....aku hanya tidak biasa saja, tidak perlu memaksa diri melakukan itu" saut Alice sambil mengaduk makanan nya.


"memang nya kenapa?aku tidak memaksakan diri" saut Bobby dengan santainya. Akhirnya Alice hanya diam saja, dia mulai menghabiskan makanannya. Dan setelah nya ,dia berniat membersihkan meja makan.Namun Bobby segera melarangnya, dan setelah itu mereka masuk ke dalam kamar.


"Bob.... bisakah kau bersikap biasa saja padaku?" tanya Alice dan sukses membuat Bobby mengerutkan keningnya.


"Apa maksud nya?" tanya Bobby


"Bersikap biasa saja padaku, aku hanya tak ingin kebaikan mu membuat aku susah pergi dari mu" ucap Alice lirih sambil menundukkan kepalanya.


"Apa kau berniat meninggalkan aku?" tanya Bobby


"Bukankah kita akan bercerai?" tanya Alice,dia memberanikan diri menatap mata Bobby.


"Kau pikir aku akan membiarkan kamu pergi? tidak akan Alice.....!!! kau akan tetap berada di sisiku! selamanya!!" ucap Bobby tak suka ketika Alice membahas tentang perceraian mereka.


"Bobby....." tak terasa airmata nya menetes, entah mengapa hati Alice menghangat seketika, bahkan Alice menganggap apa yang di katakan Bobby sebagai pernyataan cinta pada nya, walaupun Alice tak tau bagaimana hati Bobby sebenarnya.


"Jangan menangis lagi!" ucap Bobby sambil menghapus air mata Alice.


"Kau harus bahagia bersamaku dan anak-anak kita nanti" lanjut Bobby.


"Anak-anak?" tanya Alice heran.


"Hemmmm....kamu pikir aku hanya mau satu anak ini saja? tidak....aku mau nambah lagi!" kata Bobby dan detik berikutnya,dia sudah menyerang Alice, dan membawa istri nya ke surga dunia, menikmati pergulatan mereka bersama-sama.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2