Arthur (Sang Penguasa)

Arthur (Sang Penguasa)
Kemesuman tingkat dewa


__ADS_3

"Ar.... Arthur....Pe..lan... Bee!"


ucap Nayla di sela-sela kegiatan panasnya dengan sang suami, Arthur dengan tak sabar menghentakkan pinggulnya dengan sedikit cepat dari arah belakang Nayla. Saat ini Nayla membungkuk membelakangi Arthur di bawah guyuran shower dengan air hangat yang mengalir di tubuh nya.


"Oohh Baby.....kau membuatku tak bisa berhenti!"


ucap Arthur yang menanggapi permintaan Nayla yang mengharuskan Arthur pelan dalam bermain, Rasanya pertempuran mereka kali ini membuat Nayla menggila, tak biasanya Arthur begitu bersemangat, bahkan tangannya tak bisa diam, Arthur mulai memainkan daging kecil di area sensitif sang istri sambil terus memacu nya tanpa henti.


"Ooohhh..... Bee...."


Desaah Nayla ketika mendapatkan pelepasan pertama nya, bahkan dia hampir saja terjatuh lemas jika Arthur tidak segera meraih pinggang nya dan memeluknya dari belakang, Arthur yang merasakan Nayla sudah mencapai puncaknya, dengan hentakan semakin cepat dia mencoba menyusul sang istri ke puncak kenikmatan. Suara desaahan dan jeritan kecil Nayla membuat Arthur semakin bersemangat, Arthur mematikan aliran air nya dan semakin cepat menghentakkan Rudal tempur nya ke milik sang istri.


"Oohh ahhh Baby.........."

__ADS_1


Suara erangan panjang Arthur mengakhiri pertempuran mereka kali ini. Arthur berhenti sejenak mencoba menetralkan deru nafasnya yang masih memburu, Beberapa saat kemudian, Arthur menolehkan kepala Nayla ke arahnya dan meluuumat bibir ranum sang istri dari belakang dengan tangan yang aktif meremas bagian squisy kembar yang sangat di sukai Arthur.


"hmmmmfff....."


Nayla sedikit memberontak ketika Arthur tidak segera melepaskan pelukannya dan juga ciuman nya.Arthur melepaskan ciumannya dan membalikkan tubuh Nayla, menyalakan kembali shower yang menguyur mereka berdua, dan beberapa saat kemudian acara mandi mereka pun selesai.Arthur yang tau bahwa Nayla sedang kecapean, segera membopongnya ke dalam kamar setelah mengeringkan tubuh Nayla.


"Kau masih meminum obatnya?" Tanya Arthur sambil mengeringkan rambut istri nya, Nayla memang meminum obat pencegah kehamilan, dia memilih obat yang sedikit mahal agar kandungan tetap terjaga kesuburan nya sampai waktu yang belum di tentukan.


"Bukankah kita sudah sepakat?" tanya Nayla balik, sambil memandang Arthur dari balik kaca rias nya.


"Aku pikir kau suka anak-anak" kata Arthur


"Aku suka! tapi aku akan membuat kan mu anak,ketika kau sudah mencintai ku! aku ingin anak ku di buat atas dasar cinta" kata Nayla dengan polosnya.

__ADS_1


"Kalau begitu segera cintai aku......cup..." kata Arthur sebelum menuju ke ranjangnya.


"Kamu selalu minta di cintai!! kenapa gak kamu aja sih??!!"


ucap Nayla dengan bibir yang manyun, dia merasa kesal setiap hari sang suami meminta dia untuk mencintai suaminya,padahal dari segi apapun Arthur lah yang sering nyosor tanpa tahu waktu.Jika dilihat oleh orang-orang di luaran sana pun semua akan mengira bahwa Arthur lah yang cinta mati terhadap Nayla.Namun Arthur tetaplah Arthur,dia tak mau mengakui perasaannya terlebih dahulu pada Nayla, Arthur merasa dia belum jatuh cinta terhadap sang istri walaupun kenyataannya dia tak bisa lepas dari istrinya itu,setiap kali melihat Nayla hal utama yang ingin dilakukan adalah menyentuh wanita tersebut.


Arthur yang gemas dengan ucapan sang istri kembali menarik Nay dan langsung menindih nya.Nayla kaget mendapati bahwa dirinya secara cepat sudah berada di bawah tubuh kekar suaminya. Dengan senyuman penuh arti, Arthur mulai memainkan rambut setengah basah Nayla. Nayla merasakan sinyal bahaya dari mata Arthur, apalagi di bagian pahanya,dia sudah merasakan Rudal tempur yang suami mengeras perlahan.


"No.....!!! tidak...tidak...tidak .. Bee!!! Jangan!!"


Teriak Nayla sambil berusaha berontak dari kungkungan lengan dan tubuh kekar Arthur, Karena Nayla yakin sekali,malam ini dia akan kembali melewati malam panasnya dengan sang penguasa itu.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2