
Sesuai rencana, Max memainkan peran nya sebaik mungkin, dan beberapa anak buahnya, melakukan hal tanpa kecurigaan sama sekali, sebuah pesta perayaan ulang tahun dari lelaki yang di duga adalah Papa dari Viko tengah di selenggarakan, Namun tanpa di duga orang-orang dari keluarga besar Viko, bahwa seluruh perencanaan dan para pelayan acara tersebut adalah anak buah Max.Max benar-benar bekerja dan turun tangan sendiri, dia juga ingin hidup lebih tenang lagi, Apalagi setelah Arthur kembali ke perusahaan nya sendiri, Max pun akan kembali ke perusahaan nya sendiri, dan Sam yang akan menjadi asisten dari Arthur.
Max selama ini memang mempunyai perusahaan di bidang lain, bergerak di bidang wisata dan perhotelan, beberapa hotel besar adalah milik nya dan juga sang Mama, Sang Mama memang membangunnya, Namun usaha tersebut besar dan terkenal di tangan Max. Dan selama ini Max selalu menjalankan usahanya melalui sekretaris nya, dan meeting pun selalu di lakukan dengan virtual saja.Dan Arthur berjanji,akan melepaskan Max sebagai asisten nya kalau permasalahan keluarga Hernandez terselesaikan, dan seperti ini akan menjadi akhir dari perjuangan mereka.
"Bagaimana Max? semuanya sudah beres?" tanya Arthur dua jam sebelum peristiwa besar nanti nya.
"Sudah Tuan! 100% acara ini,kita yang mengendalikan!" Saut Max.
"Bagus Max!! kita selesaikan semua nya hari ini juga!!" kata Arthur.
"Apa Sam sudah datang?" tanya Arthur.
__ADS_1
"Tuan mengundang nya?" tanya Max yang memang tidak tau.
"Ya......setidaknya, dia yang akan menangani Syahnaz.... aku yakin dia tak akan di butuhkan keluarga nya lagi!" kata Arthur dengan santainya,dan Max hanya terdiam mendengar ucapan Arthur.
Sedang kan di tempat lain, Viko dan keluarga nya sudah mempersiapkan diri untuk merayakan hari ulang tahun sang Papa, tak ada yang curiga dengan segala sesuatu yang berkaitan dengan persiapan acara ulang tahun tersebut, karena setiap tahun memang seperti itulah adanya, acara untuk sang Papa selalu di rayakan dengan meriah.Mereka tak pernah tau, kejutan besar tengah menanti mereka, bisa jadi ini akan menjadi hari kehancuran keluarga mereka.
"Viko, apa kau sudah mempersiapkan semuanya dengan baik?" tanya sang Kakak.
Memang selama ini Viko lah yang mempersiapkan segalanya untuk perayaan ulang tahun sang Papa, bahkan tahun-tahun sebelumnya juga sama.
Sebenarnya, keluarga Viko juga termasuk keluarga kaya, bahkan keluarga terpandang di kalangan nya.Namun sebuah rencana besar yang di lancarkan untuk kehancuran keluarga Hernandez seperti nya akan menjadi awal kehancuran keluarga mereka. Dengan suka cita, acara yang sejatinya akan di gelar 1 jam lagi, saat ini sudah mulai di kunjungi oleh para tamu undangan, ayah Viko, Zeno nampak sumringah menyambut para tamu, di temani oleh anak pertama nya yaitu Kakak Viko, Aldo nampak se ceria sang Papa, mereka terlihat sangat kompak, Aldo belum menikah, jadi cucu satu-satunya Zeno adalah Armando, anak lelaki Viko yang sekarang beranjak dewasa.
__ADS_1
Arthur memperhatikan acara tersebut melalui CCTV yang di pasang di beberapa tempat, bukannya langsung bertindak, Arthur masih memberi rasa hormat keluarga Viko di depan teman-temannya, terlihat sekali di sana, teman-teman dari Ayah Viko yang lebih mendominasi, juga teman-teman Kakak Viko, dan beberapa teman Viko yang tentunya tidak mengetahui bahwa Viko adalah menantu keluarga Hernandez,karena terlihat jelas, Viko membawa sang istri,namun bukan Abigail Tante Arthur, Viko nampak memperkenalkan dengan beberapa teman nya.
Sekarang Arthur tau apa alasan Viko tidak terlalu berminat dengan perusahaan Hernandez, bahkan dia tampil sedikit beda bila di pesta perayaan dengan Abigail, rupanya dia menghindari siapa saja,agar mereka tak mengenali Viko sebagai menantu keluarga Hernandez, Karena terlihat oleh Arthur, Viko sangat mencintai istrinya dan memang memperkenalkan pada seluruh keluarga dan teman-temannya.
Beberapa tamu penting telah berpamitan, tinggal beberapa yang masih menikmati pesta dengan berbagai hidangan nya,Viko yang tengah berbincang dengan sang Ayah dan Kakak serta anak dan istrinya terlihat sangat bahagia, apalagi Viko mengatakan bahwa hari ini terjadi perselisihan di meja makan antara Abigail dan Aleysia,entah apa penyebabnya.Viko memeluk pinggang sang istri,dan sesekali mencium pelipisnya.
"Waaahhhh ada pesta besar rupanya!!"
Deg.........
bersambung
__ADS_1