
Masih di kamar pengantin baru
Nayla nampak melihat walk in closet dan mencari ada kah pakaian yang layak dia pakai malam ini, tentu saja Nay tak akan rela bila Arthur tiba-tiba menerkamnya, Nay merasa tak ada cinta di antara mereka, jadi pernikahan ini seharusnya hanya sebuah status belaka, status yang menurut Nyonya Celia Hernandez menguntungkan satu sama lain. Pada kenyataannya, Nay melihat dan merasakan keuntungan hanya di pihak mereka saja,bukan di pihak Nay dan sang Bunda.
Setelah mencari sekian lama akhirnya Nayla menemukan sebuah baju kaos lengan panjang Yang pastinya milik Arthur namun begitu nampak kedodoran di dalam dipakainya Naila lebih nyaman dengan pakaian itu karena pakaian itu sampai menutupi setengah dari pahanya, setidaknya dia tidak akan memperlihatkan bagian tubuh atasnya di balik baju tidur kurang bahan yang ditemukan di kamar mandi tadi,kalaupun harus memakai kimono mandi sepanjang malam dia jelas tidak akan nyaman, di rumah pun Nay bukan tipe orang yang bisa memakai baju lengkap bila sedang tidur, dia biasa memakai celana pendek setengah paha dan memakai tanktop di bagian atasnya, Nay sudah terbiasa melepaskan segala atribut pakaian dalamnya jika sedang tidur, dan bila dia tetap memakai baju kurang bahan itu,maka tidak bisa dipungkiri lagi Arthur pasti akan menerkam nya malam ini, dan Nayla bersumpah itu semua tidak akan pernah terjadi malam ini atau malam-malam setelahnya.
"rasanya ini cukup untuk menutupi tubuhku"
kata Nayla sedikit berputar di depan cermin yang ada di walk in closet,kemudian dia bergegas keluar dari tempat tersebut,dan Nay pun tidak berniat untuk menyiapkan baju tidur Arthur, bagaimana juga,Nay tak tau seperti apa Arthur tidur. beberapa saat kemudian terdengar suara ketukan dari arah luar pintu kamar hotel yang dia tempati, Nayla bergerak ke arah pintu dan mengintip sebentar siapa yang sedang mengetuknya,Nayla nampak melihat Max yang ada di depan kamar Arthur dengan sebuah meja troli dan berbagai hidangan di atasnya, dengan cepat Nay membuka pintu untuk Max, jujur saja sejak tadi pun Nayla sudah sangat kelaparan,karena dari sore dia didandani dan tidak mendapatkan asupan apapun walaupun itu hanya sekedar kue dan makanan ringan yang lainnya.
"Masuklah Max" kata Nay ramah
"Ini Nona, tuan Arthur memesan makanan untuk Anda"
saut Max mendorong meja troli yang berisi beberapa makanan dan minuman.
__ADS_1
Setelah itu Max undur diri, seperti biasa Max akan memesan kamar di depan kamar Arthur.
"Max sudah datang?" tanya Arthur yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan menggosok pelan rambut basah nya.Arthur masih memakai kimono mandi milik nya.
"Heemmmm.....pakai bajumu dan kita akan makan, aku tau kamu belum makan tadi" kata Nay sambil memindahkan makanan yang ada di meja troli ke meja di dekat sofa.
"Kau saja yang makan.....aku hanya ingin memakan mu"
ucap Arthur sedikit berbisik dengan suara sensual nya, bahkan Nay tak sadar, sejak kapan Lelaki itu sudah memeluk nya dari belakang.Nay nampak terkejut,dia berusaha memberontak atas perbuatan Arthur.
"Hemmm...kenapa?"
tanya Arthur yang sudah menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Nayla, memberikan hisapan kecil di sana, Nay yang tak pernah mendapatkan perlakuan seperti itu dari lelaki manapun,tiba-tiba tubuhnya meremang. Apalagi tangan Arthur tak mau diam, dia meremas sesuatu yang ada di bagian depan tubuh istri barunya.
"Waooow kejutan sayang.....ini tanpa pelindung apapun" bisik Arthur lagi sambil terus bergerak.
__ADS_1
"Hentikan Arthur!!!"
Lagi-lagi Nay melawan, namun bukan Arthur namanya kalau dia tidak bisa menguasai keadaan.dengan gerakan cepat, dia menggiring Nayla naik ke atas ranjang nya.Arthur dengan pelan menjatuhkan Nay terlentang tepat di depannya.kemudian dia menarik tali kimono nya sendiri, nampak dengan jelas apa yang ada di dalam kimono Arthur.
Nay kaget mendapati sesuatu yang persis seperti Arthur katakan, rudal tempur besar dan kokoh miliknya.Spontan Nay merangkak naik menjauhi Arthur.
"Kemari lah Nona kecil....apa kau tidak ingin berdekatan dengan nya?" tanya Arthur dengan seringai licik nya, sambil ikut mendekati Nay.
"JANGAN!!!" teriak Nayla ketika melihat Arthur mulai merangkak naik mengikuti arah kemana Nayla pergi, entah Mengapa membuat kesal istri baru nya itu menjadi kesenangan tersendiri bagi Arthur.
"Jangan berani mendekat!!! atau aku patah kan dia!!!" kata Nay sambil melirik ke arah rudal tempur milik Arthur. dan spontan Arthur mengikuti arah mata Nayla.
"Hahahahahhaha......Kau terpesona dengan ukuran nya? aku akan membuatmu terpesona dengan rasanya Nona kecil!" ucap Arthur tersenyum tipis, sangat tipis sampai Nay tak menyadarinya. Dan dengan cepat Arthur mencekal pergelangan kaki Nay yang hendak turun dari ranjang.
"Lepaskan!!! jangan mendekat!!!"
__ADS_1
bersambung..