
Syahnaz benar-benar menguji kesabaran seorang Max, dia yang sejatinya sudah ingin melupakan Lelaki tersebut, nyatanya susah sekali, selain hatinya yang masih menolak untuk melupakan Max, akhir-akhir ini setelah empat tahun Syahnaz malah di pertemuan kembali dengan orang-orang dari masa lalunya, berawal dari bertemu Max di rumah sakit karena kematian Robert,di susul Morgan yang tiba-tiba datang ke pedesaan dan sekarang Arthur, sudah bisa di pastikan Syahnaz, bahwa sebentar lagi dia pasti akan bertemu dengan Abigail, Aleysia, Bobby,Celia dan seluruh keluarga Hernandez. Syahnaz hanya bisa menghela nafas nya dengan rasa takut ketika Max tiba-tiba menyeret nya masuk ke dalam kamar hotel.
Braaaak.......
Suara pintu di tutup dengan keras oleh Max.Max mendorong tubuh Syahnaz di samping pintu apartemen,dan dia mulai menghimpit tubuh Syahnaz yang sudah bergetar karena takut melihat ekspresi wajah Max.
"Kau... melanggar aturan ku Syahnaz!!!" ucap Max dingin dan semakin membuat Syahnaz takut.
"Sudah aku bilang!! jangan lupakan aku!!!" lanjut Max semakin mendekat kan bibir nya di telinga Syahnaz.
Syahnaz nampak meremang, dia memang tak pernah terlalu dekat dengan seorang lelaki, pria pertama yang menciumnya pun adalah Max, walaupun dulu dia pernah punya kekasih yang di jodohkan oleh sang Mama, namun hubungan nya yang dengan kekasih nya pun tak sedekat ini.Sejak awal memang Syahnaz sudah jatuh hati pada Max, namun sikap Max yang membuat Syahnaz menyerah dan tak lagi memupuk rasa cinta nya.
__ADS_1
"Lepaskan Max, aku tidak punya kewajiban untuk tidak melupakan mu! kau bukan siapa-siapa bagiku" ucap Syahnaz tegas walau pun dia tak berani menatap mata Max.
"Katakan sekali lagi?" tanya Max sambil memaksa Syahnaz melihat ke arah mata nya.
"kau bukan sia......hmmmfpppt....."
Max menutup mulut Syahnaz dengan menyatukan bibir mereka, Max sudah tak tahan lagi dengan perkataan Syahnaz, entah mengapa hatinya merasa tak nyaman ketika Syahnaz mengatakan bukan siapa-siapa, Katakan lah dia sangat egois, namun kenyataannya dia memang enggan menyatakan perasaannya, Max yang tak pernah merasakan cinta sebelumnya,merasa sangat awan dengan rasa yang dia rasakan untuk Syahnaz. Max ******* bibir Syahnaz satu tangannya bahkan sudah memegang tengkuk belakang Syahnaz dan satu lagi sudah memegang kedua pergelangan tangan Syahnaz yang terus memukul dadanya, lama-kelamaan Syahnaz akhirnya rileks dan tenang,karena merasa Syahnaz sudah tenang, Max melepaskan pangutan bibirnya dengan Syahnaz, Max menyatukan keningnya, sungguh Max bukanlah lelaki yang romantis bahkan setelah ciuman kedua mereka pun, Max tak pernah mengatakan apapun, sekali lagi dia hanya mengelus pipi Syahnaz sekilas, lalu membawa wanita itu dalam pelukannya.
"Hiks...... hiks Apa yang kau inginkan dariku Max?sudah cukup semua orang mempermainkan aku, tolong kamu jangan mempermainkan aku juga, aku tidak ingin berharap lebih darimu, sudah cukup Max....sudah cukup hidupku seperti ini Max..hiks...." Isak Syahnaz dalam pelukan Max, dia sudah cukup lelah memberontak hingga membiarkan Max memeluk dirinya, Max kemudian membawanya untuk duduk di sebuah sofa yang ada di dalam kamar hotel tersebut, tapi dia mendudukkan Syahnaz di pangkuannya.
"lepaskan!!! aku mohon biarkan Aku pergi, Aku janji tidak akan pernah mengganggu hidupmu lagi, aku berjanji tidak akan satu kota dengan mu, jadi tolong lepaskan aku biarkan aku pergi Max!!"
__ADS_1
Ucap Syahnaz tanpa mempedulikan perkataan Max yang memerintahkan dia untuk tidak memberontak, Namun Syahnaz tetap berusaha memberontak untuk keluar dari dekapan tangan Max.Max terus memperhatikan wajah Syahnaz, dia benar-benar ingin memastikan perasaan nya pada Syahnaz, dan semakin melihat wajah nya, Max semakin yakin tak ingin lagi kehilangan Syahnaz.
"Lepaskan!!!" sentak Syahnaz membuat Max tersadar dari lamunannya.
"Will you marry me?" ucap Max sambil melepaskan pelukannya.
Seketika Syahnaz mematung ketika mendengar ajakan dari Max, entahlah....apa dia harus senang? atau harus bingung menentukan pilihan nya, dia memang sangat mencintai Max, bahkan sejak pertama bertemu dengan Max, bertahun-tahun lalu.
"Hiks.......hiks....." jsak tangis Syahnaz semakin menjadi, dia secara cepat masuk ke dalam pelukan Max, lelaki super dingin itu, akhirnya bisa tersenyum tipis, dia yakin sekali bahwa Syahnaz menerima ajakannya untuk menikah.Max melepaskan pelukan Syahnaz, kemudian dia menghujani Syahnaz dengan ciiiuman di sekujur wajah nya.
"Aku mencintaimu Max" ucap Syahnaz sambil menatap mata Max yang terlihat tajam namun terasa teduh di mata Syahnaz.
__ADS_1
Dan masih saja Max tak mengucapkan balasan atas pernyataan cinta Syahnaz,.dia hanya tersenyum tipis dan kemudian membawanya kembali ke dalam pelukannya.Max masih dengan gengsinya yang terlalu tinggi.
bersambung.....