
Max benar-benar memenuhi keinginan Nayla, setiap saat dia harus menemui Syahnaz karena kepentingan pribadi Nayla, selalu ada saja hal yang di inginkan yang berhubungan dengan Syahnaz, dan selalu Max yang kena batunya.Namun namanya juga Max, dia selalu memanfaatkan keadaan, kedekatan nya dengan Syahnaz di manfaatkan dengan baik oleh Max.Syahnaz terbuai dengan kedekatan nya dengan Max, hingga dia melupakan pesan sang Papa,yang mewanti-wanti dirinya agar menjauhi Max, berbagi cerita dengan Max dan yang lainnya.
"Makan lah!"
kata Max yang menyodorkan semangkuk sup ikan kesukaan Syahnaz. Mereka tengah berada di sebuah cafe sederhana di pinggir kota, cafe sederhana?....ya..bukan kelas Max banget sebenarnya, namun selama lebih dari 3 pertemuan mereka, Max selalu membawa Syahnaz ke sana, karena hanya di sana, orang-orang Viko tak bisa menemukan mereka.
"Kamu tidak makan?" tanya Syahnaz melihat di depan Max tidak tersaji makanan sama sekali.
"Tidak!" jawab Max.
Seperti biasa, Max memang tak pernah ikut makan jika bersama Max di cafe sederhana itu, Jujur saja, Max merasa takut akan kebersihan dari makanan yang ada di sana, bukan apa-apa, itu semuanya karena Max, memang tak pernah makan makanan sembarangan, sejak kecil sang Mama selalu memberikan makanan sehat dan terbaik untuk Max, setelah dewasa pun Max terbiasa dengan makanan dari tangannya sendiri,atau restoran mahal.
"Coba lah!" kata Syahnaz sambil menyodorkan sendok yang berisi kuah sup dengan sepotong ikan.
"Jauhkan dari ku Naz!" pinta Max dengan muka datarnya.
__ADS_1
"Ayolah Max" rengek Syahnaz, nyatanya dia tak mau menyerah untuk menyuapi Max sesendok sup.
"Naz" ucap Max dengan penuh penekanan.
Rupanya Syahnaz tak gentar juga,dia tetap menyodorkan sesendok kuah sup yang ada di tangannya ke mulut Max, melihat kegigihan Syahnaz, akhirnya Max membuka mulutnya dengan ragu-ragu, melihat peluang itu, Syahnaz dengan cepat memasukkan satu sendok kuah sup ke dalam mulut Max,dan menutup dagu Max dengan tangannya agar mulut Max yang terbuka tertutup lagi, dengan kuah sup yang ada di dalamnya.
"Enak?" tanya Syahnaz antusias, dia ingin tau bagaimana pendapat Max.
"Tidak!" kata Max Jujur, standar makanan yang masuk ke mulutnya, sungguh sangat tinggi.
Syahnaz pada akhirnya menceritakan semua tentang kisah hidupnya,siapa dia sebenarnya, dan bagaimana dia bisa berada di keluarga Hernandez. Entah mengapa selama satu bulan ini bertemu dan dekat dengan Max,membuat dia percaya bahwa Max bisa memegang rahasianya. begitulah polosnya Syahnaz, dia selalu percaya dengan orang-orang di sekitarnya, namun untuk sesuatu yang mengenai keluarga dan juga dirinya pribadi,hanya Max lah yang tahu dan itu pun karena menurut Syahnaz mereka sudah saling dekat.
"Jadi kau bukan anak kandungnya?" tanya Max, sedikit heran, informasi ini bahkan tak satupun dari mata-matanya yang tau, namun dia tau sendiri dari mulut Syahnaz.
"Bukan.....tapi menurutku dia sangat berjasa dalam hidupku, seandainya saat itu Papa tidak menikahi Mama kandungku, mungkin Mama dan aku akan menjadi cemoohan masyarakat karena hamil diluar nikah,walaupun sejatinya Papa kandungku akan menikahi Mama di hari itu, namun kecelakaan itu sudah merenggut kebahagiaan Mama, dan Papa Vigo datang untuk mempertanggungjawabkan sesuatu yang tak dilakukannya, jadi menurutku,dia tetap berjasa dalam hidupku dan Mama" kata Syahnaz terlihat sendu, Jujur saja,dia ingin sekali menangis, namun seperti biasa, Syahnaz selalu bisa menghentikan airmata nya.
__ADS_1
Max hanya memandang ke arah Syahnaz sekilas, kemudian dia kembali memandang ke arah danau.
"Lalu apa tujuan Papa mu melakukan itu? meminta mu bertahan di samping Nyonya Abigail?" tanya Max dengan pandangan yang masih sama, memandang danau yang hijau.
"Entahlah...." saut Syahnaz.
"Yang jelas! aku takut kehilangan mereka" lanjut Syahnaz sambil menunduk.
"Dan aku akan selalu menuruti kemauan Papa,.selama tak ada orang yang tersakiti atas sikap ku! Asal Papa bahagia dan mau menerima aku dalam hidupnya" kata Syahnaz,
Kali ini, mereka saling pandang, Syahnaz dengan mata yang seakan-akan bertanya pada Max,apa yang di lakukan oleh nya benar atau salah?. Sedangkan Max, entahlah,apa yang di pikirkan oleh nya saat ini.
"Apa kau akan menjauhi ku, setelah tau semuanya ini?" tanya Syahnaz, dia mencoba mencari jawaban di mata Max.Namun yang Syahnaz temukan,hanya tatapan datar tanpa ekspresi,dan seketika itu, Syahnaz tersenyum, Kemudian Syahnaz memutuskan pandangan mata mereka,dan dia beralih ke danau dia depannya.
"Sangat indah!" celetuk nya.
__ADS_1
bersambung