
Hari berlalu begitu saja,kini bayi mungil itu telah berusia 3 bulan, sedang aktif-aktifnya, bahkan Nayla kadang kewalahan menghadapi Baby Al yang mulai tengkurap namun belum bisa kembali terlentang, Nayla bahkan tak berani meninggalkan nya sedetik pun ketika Baby Al belum tertidur. Bayi yang saat lahir sangat pendiam itu, nyatanya mulai berulah di usia 3 bulan.Perkembangannnya cukup pesat sekarang bahkan Baby Al sudah bisa berceloteh ria.
Hari ini Nayla tengah menemani Alice yang sedang memeriksakan kandungan nya ke dokter, kandungan Alice sudah menginjak bulan ke 9, Namun karena Bobby harus menangani proyek di luar kota dan sayangnya tak bisa di wakilkan,maka Nayla yang menemaninya, dan kebetulan sekali, hari ini adalah hari Minggu. Nayla meninggalkan Baby Al di apartemen bersama Daddy dan Uncle nya.
"Pegangi dia Max!!" ucap Arthur penuh penekanan.
"Aku tidak bisa Ar! tanganku terlalu kokoh untuk memegangi bayi mungil ini! dia bisa kesakitan!!" saut Max, dia memang memegang bayi tersebut,namun karena tak terlalu kencang, tangan Max malam mengikuti gerakan dari kaki Baby Al.
"Lalu bagaimana memakainya ini!" ucap Arthur sambil mengangkat popok bayi yang ada di tangan nya.
"Ar.....apa kamu jatuh miskin sekarang?" tanya Max, Arthur tak menjawab,hanya saja dia mengerutkan keningnya heran.
"Kenapa tidak menyewa baby sitter aja untuk Aldric.....kita sekarang kesusahan kalau tidak ada Nayla!" lanjutnya.
"Kau pikir aku tidak memikirkan nya?..... tentu saja aku memikirkan nya! tapi kau tau kan Nay menolak permintaan ku!" saut Arthur tak suka.
"Oh ya ..aku lupa kau sudah menjadi sang penguasa yang di kuasai wanita!" cibir Max, dan tentu saja dia mendapatkan tatapan tajam dari Arthur. Hal itu sukses membuat Arthur melempar kan popok yang akan di pakaikan pada anaknya ke muka Max.
"Al... berhenti bergerak!! atau Daddy akan mengikat kaki mu!!" ancam Arthur pada bayi mungil itu.
__ADS_1
"Nayla akan memecatmu menjadi Daddy nya Baby Al kalau dia tau anaknya sedang di ancam!!" saut Max.
"Sini biar aku saja! Tak ada sesuatu yang tidak bisa di lakukan oleh Max!" lanjutnya.
Akhirnya dengan sedikit perjuangan, Max bisa memakai kan Popok pada Baby Al, dan sekarang giliran Arthur yang menggendong dan memberikan susu botol pada anaknya agar tertidur.
"Sedikit berdendang Ar" kata Max yang mulai sibuk dengan lap top di depannya.
"Kau pikir aku penyanyi?" ucap Arthur.
"Aku sering mendengar Nay melakukan itu" jawab Max.
"Bagaimana berita tentang wanita itu?" tanya Arthur yang menanyakan tentang berita tentang Balqis, padahal berita ditemukan nya Balqis di pinggir hutan sudah cukup lama, namun karena dia adalah anak seorang pengusaha yang cukup terkenal namanya, yaitu Patterson,hingga membuat berita itu terus bergulir.
"Berita nya tidak bisa ku hentikan begitu saja Ar,karena kalau aku menyuruh Sam untuk menekan para pencari berita, itu akan menimbulkan kecurigaan bahwa kita terlibat dalam hal itu" jelas Max.
"lagi pula Ar, Sam saat itu tidak membunuh Balqis,Balqis berusaha melarikan diri hingga dia benar-benar bertemu dengan hewan buas,sangat kebetulan sekalian bahwa ada peliharaan seseorang yang kabur dari kandangnya,dan berhasil menangkap Balqis, mungkin juga karena lukanya yang berdarah hingga menimbulkan bau yang cukup tajam dan membuat hewan buas itu mengejarnya" lanjut Max.
Arthur hanya mengangguk sejak menanggapi jawaban dari Max.
__ADS_1
"Lalu bagaimana dengan Om Bara?" tanya Arthur,
Arthur bukannya tak tau tentang permasalahan Bobby, Bara dan juga Morgan, namun permasalahan mereka bertepatan dengan musibah yang dialami oleh Nayla,maka dari itu, Arthur tak begitu memperhatikan kekacauan dalam keluarganya,dan setelah 3 bulan berlalu dari semua itu, Arthur mulai mencari tahu lewat Max dan mulai mencoba untuk mendamaikan keluarganya seperti misinya selama ini.
"setelah semua anggota tahu tentang identitas dia yang sebenarnya,Tuan Bara dan juga Nyonya Aleysia sepertinya sedang berdamai dengan keadaan,dan sekarang mereka sedang menyusun rencana untuk pembongkaran identitas Tuan Bara yang sebenarnya, karena tuan Bara yang tak lain bernama Raka,ingin kembali kepada kekasihnya yaitu Ananta, seperti itu informasi yang aku dapatkan Ar!"
"Oohh Tuhan.. akhirnya semuanya benar-benar terungkap!" ucap Arthur sambil menyandarkan punggungnya di sofa.
"Ada satu hal lagi Ar" kata Max
"Apa itu?" tanya nya
"Dalang di balik semuanya ini!" jawab Max.
"Sudah kau kumpulkan bukti nya?" tanya Arthur,dan di jawab anggukan kecil dari Max.
"Kalau begitu bersiaplah beraksi Max!! ini sudah saatnya kita selesaikan saja, aku sudah mulai muak!!"
bersambung
__ADS_1