Arthur (Sang Penguasa)

Arthur (Sang Penguasa)
Awal kehancuran Balqis


__ADS_3

Arthur tengah bersiap untuk kepulangan sang istri dari rumah sakit, ya setelah melakukan banyak pertimbangan,pada akhirnya Nayla yang bersikeras untuk pulang ke rumah pun diijinkan oleh pihak rumah sakit dengan catatan setiap 5 jam sekali akan ada dokter yang akan mengunjungi Nayla ke apartemen untuk memeriksa bayi dan juga dirinya, dan Arthur pun sudah memilih satu suster yang akan mengurus Nayla dan juga bayinya,namun Nayla merasa tak nyaman jika ada orang lain yang berada di apartemennya, hingga akhirnya Arthur memutuskan untuk tidak mempekerjakan seorang suster ataupun baby sitter,Nayla malah membuat Arthur dan Max ikut serta mengurus baby Aldric.


"Apa kau yakin tidak ingin dibantu oleh babysitter atau suster yang harus merawat dirimu?" tanya Arthur pada Nayla.


"tidak perlu Bee.....cukup kamu dan Max yang membantuku untuk mengurus baby Aldric" saut Nayla, sejenak Arthur dan Max saling memandang, mereka seakan mendapatkan tantangan baru dalam hidup mereka.


"'Pengurus bayi?oh big No!!! mana bisa aku melakukan nya?? Bagaimana dengan mu Max?" batin Arthur sambil matanya memandang ke arah Max, seolah mata mereka saling berbicara.


"Jangan memandang ku Ar, aku tidak pernah punya bayi, mana mungkin aku bisa merawatnya!" balas batin Max.


"Kenapa kalian saling memandang?" tanya Nayla heran melihat Arthur dan Max saling berpandangan.


"Tidak Nona kecil.....ayo kita pulang!" saut Arthur.


Nayla menggendong baby aldric sedangkan Arthur mendorong kursi roda yang tengah diduduki oleh Nayla dan Max membawakan beberapa barang walaupun tidak banyak milik Nayla dan tak membutuhkan waktu lama akhirnya mereka sampai di apartemen inilah sedikit takjub dengan kamar mereka karena disitu terdapat 1 popok bayi yang biasanya tidak berada di sana atau menjelaskan bahwa Maxi yang sudah menggenangi kamar mereka Saya ingin berpisah dari sang anak karena itu itu dia tidak memodifikasi kamar yang lainnya box bayi tersebut sengaja dimasukkan ke dalam kamar Nayla dan juga arti yang memang berukuran cukup luas.


setelah membiarkan Nayla beristirahat Arthur keluar dari kamarnya menemui Max yang ada di ruang tamu dan tentu saja dengan memeriksa beberapa pekerjaan yang mereka tinggalkan karena menjemput Nayla pulang ke apartemen.


tiba-tiba saja ponsel Arthur berbunyi dan ketika aku melihat siapa yang ada siapa nama yang tertera dalam layar ponselnya Arthur tersenyum tipis dia yakin sekali bahwasam menghubunginya karena ada berita yang cukup bagus.


"Selamat sore tuan Arthur!.....Aku Samuel.... menemukan siapa dia!" ucap Sam dalam panggilan teleponnya.


"bagus Sam!..... Max akan memberi tahu kemana kau membawa pelaku tersebut untuk di eksekusi Sam, Dan ingat jangan lakukan apapun sebelum aku datang sendiri ke sana untuk melihat siapa pelaku yang sudah melenyapkan salah satu dari anak kembar ku,serta yang begitu tega menyakiti Nayla" kata Arthur dengan menahan kemarahannya.


"Baiklah Tuan! saya akan bergerak sekarang!" kata Sam kemudian menutup panggilan telepon nya.

__ADS_1


"Max, kirim lokasi markas pada Sam, dia menemukan pelaku itu!" perintah Arthur.


"Apa kau akan datang?" tanya Max.


"Hemmm aku hanya ingin tau siapa dia, selanjutnya kau yang akan menemani Sam" kata Arthur.


"Ckc..... Sam pasti sangat senang saat ini" kata Max dan hanya di balas senyuman kecil dari Arthur.


Di sebuah rumah besar, seorang berjalan cepat menuju kamar majikannya.Dan dengan sedikit tergesa-gesa pula, pelayan tersebut mengetuk pintu kamar majikannya.


"Nona...."


tok....tok....tok....


Ceklek......... suara pintu di buka.


"Ada apa kau mengganggu ku?" tanya Balqis sewot, dia yang tengah galau, sungguh tak berharap di ganggu oleh siapa pun.


"Maaf nona....ada tamu,katanya teman Anda" lapor sang pelayan.


"Siapa? apa kau tau?" tanya Balqis,dia merasa tak punya janji temu dengan seseorang.


"Belum pernah ke sini nona, jadi saya tidak tau" jawab sang pelayan dengan tertunduk.


"Katakan saja,aku tak ingin bertemu!" saut Balqis.

__ADS_1


"Katanya...kalau Nona tidak ingin di temui....dia mengatakan bahwa dia adalah suruhan Dokter Clara" kata si pelayan.


Tentu saja Balqis merasa kaget dengan nama dokter yang pernah merawatnya di masa lalu, bagaimana Dokter tersebut mengubah wajah penuh luka Balqis menjadi secantik sekarang.Karena merasa terkejut, Balqis langsung berjalan cepat keluar dari kamarnya,Balqis tak menyangka setelah sekian lama tak berhubungan, Dokter tersebut mengutus seseorang menemuinya.


"Apa kau utusan dari Dokter Clara?" tanya Balqis ketika berada di ambang pintu, seseorang tengah memunggungi nya, dan begitu mendengar pertanyaan dari belakang, seseorang tersebut berbalik.


"Benar Nona,..... dokter Clara tengah berkunjung, beliau ingin bertemu,dan bisa di yakini anda tidak akan menolak saya,karena Dokter Clara yakin, begitu menyebutkan namanya,anda akan menerima saya" ucap Sam sambil menunduk hormat pada Balqis.


Ya... seseorang yang sedang menemui Balqis atas nama dokter Clara adalah Sam, bagaimana Sam tau tentang dokter Clara? tentu saja dengan kekuasaan nya,Sam dengan mudah menggali informasi tentang masa lalu Balqis dan kehidupan nya sekarang.


"Baiklah! tunggu sebentar aku akan ganti baju" kata Balqis.


"Anda sudah sangat cantik Nona, apa perlu ganti baju?" jurus rayuan Sam,dia keluar kan, Jujur dia sudah tak sabar membawa Balqis ke markas dan mengeksekusi musuhnya itu.Balqis nampak salah tingkah, jujur saja wajah Sam, memang sama tampan nya seperti Max dan Arthur,dan hal itu sedikit membuat Balqis terpesona.


"Mari Nona, Dokter sudah menunggu... Dokter meminta saya sendiri menjemput tanpa membawa siapapun" kata Sam meyakinkan ketika melihat Balqis yang masih diam di tempat.


"Baiklah..... katakan pada Papa aku keluar bersama teman" kata Balqis sekaligus menitip pesan untuk Papa nya pada pelayan nya.


Sam membuka pintu mobil untuk Balqis, menjadikan Balqis layaknya nyonya besar dalam waktu beberapa menit ke depan, rasanya tak menjadi masalah untuk Sam, karena sebentar lagi,toh.. Sam akan dapat melampiaskan segala kemarahan dan juga keahlian nya dalam mengeksekusi setiap lawan yang mencoba mengusik hidup nya dan juga tuannya, siapapun itu tanpa pandang bulu.


"Nikmati perjalanan mu wanita ja*Lang!!! setelah itu akan aku buat kau menyesal telah mengenal Tuan Arthur dan bahkan menyesal telah bertemu dengan ku!!"


batin Sam sambil menatap kaca spion yang memperlihatkan wajah Balqis, Balqis yang merasa di pandang oleh Sam, akhirnya ikut menatap wajah Sam dari kaca spion tersebut, Sam spontan mengubah mimik wajah psikopat nya dengan senyum manis ala pria penggoda, dan sekali lagi, Balqis yang tak tau bahwa dia tengah bersama seoran iblis berwajah malaikat,nampak tersenyum dan tersipu malu.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2