Arthur (Sang Penguasa)

Arthur (Sang Penguasa)
Mulai terungkap sedikit demi sedikit


__ADS_3

Nayla tengah bersiap untuk memboyong Baby Al ke rumah sang mertua, hari ini Celia mengundang Nayla dan Alice untuk ikut bergabung dengan mereka, acara tahunan dari anggota keluarga, khususnya para wanita. demi menjalin keakraban antar keluarga Celia beberapa tahun ini, mengharuskan seluruh anggota keluarga perempuannya untuk berkumpul, paling tidak satu tahun sekali mereka akan membuka acara di halaman belakang rumah keluarga besar Hernandez, tepatnya di taman belakang rumah, di situ sudah disediakan sebuah dapur dadakan untuk mereka memasak bersama, dan menikmati hidangan bersama, tahun ini sungguh berbeda,karena tahun ini Celia bisa melihat keakraban Aleysia dan juga Ananta, benar saja, setelah mengetahui bahwa Bara yang selama ini menemaninya adalah kekasih dari Ananta, Aleysia sudah mengikhlaskan semuanya dan Ananta yang merasa bersalah karena menjaga rahasia antara dia dan juga Bara, akhirnya mendekatkan diri kepada Aleysia sebagai bentuk rasa terima kasihnya, dan juga permohonan maaf Ananta. Ananta berterima kasih karena Aleysia mengembalikan Bara yang bernama asli Raka kepadanya dan juga mau memaafkan mereka begitu saja.


sungguh kehamilan dan juga kelahiran anak Alice menjadi berkah tersendiri untuk Aleysia, Aleysia bahkan bisa mencegah terjadinya serangan jantungnya hanya demi mendengar Alice sang menantu kesayangannya hamil, dan begitu melihat bagaimana Bobby memperlakukan Alice dengan begitu sangat baik, Aleysia semakin bahagia, dia tak lagi memikirkan tentang perasaannya kepada Bara saat ini,yang pasti setelah 17 tahun lamanya dia hidup bersama Bara, dia sudah tahu bahwa Bara tak lagi mencintainya, namun dia tak pernah berpikir bahwa Bara bukanlah suami aslinya,hingga ketika dia tahu bahwa Bara ternyata adalah Raka, saudara kembar sang suami maka semuanya nampak begitu mudah bagi Aleysia, apalagi yang terpenting sekarang adalah baby Queenza, Alice dan juga Bobby sudah membuatnya sangat bahagia.


"Apa kau tidak akan pergi bersama kami?" tanya Nayla pada Arthur, Arthur nampak berdiri di dekat nya dengan pakaian formal nya.


"Tidak....aku ada pertemuan penting" saut Arthur seraya memeluk pinggang sang istri dari belakang.


"jadi aku akan diantar oleh sopir ke rumah mama Celia?" tanya Nayla, dia sedikit menengok ke belakang,dan sebuah kecupan manis mendarat di pipinya.


"Tidak.....aku akan mengantarmu Nona kecil! tapi aku tidak bisa ikut turun" saut Arthur.


"Segera berkemas, kamu akan bertemu Alice di sana nanti, Jadi aku pikir ini tak akan membosankan" lanjut Arthur.


Arthur dan Nayla akhirnya bersiap untuk berangkat ke rumah sang mama, kali ini Arthur hanya memakai seorang sopir untuk mengantarnya karena Max ada keperluan yang lebih penting,bahkan setelah mengantar Nayla pun, Arthur harus menyusul Max untuk misi mereka hari ini. tak jauh beda dengan Arthur,Bobby saat ini sedang bersiap untuk membawa anak dan juga istrinya ke rumah keluarga besar Hernandez, Alice nampak antusias untuk ke sana karena sudah beberapa hari ini dia tidak bertemu dengan Aleysia, kesehatan Aleysia semakin membaik karena kehadiran cucu kesayangannya dan hari ini karena acaranya diadakan oleh Celia, maka Alice kembali datang ke rumah tersebut Setelah lama tak pernah berkunjung lagi, Alice juga antusias karena di sana dia pasti bertemu dengan Nayla, yang Alice harapkan sekarang bukan hanya Nayla,tetapi Echa pun bisa menjadi bagian dari keluarga Hernandez, Alice tetap membela dan juga menjadi pendukung utama kisah percintaan Echa dan juga Morgan, begitu pula dengan Bobby yang lebih memilih mendukung Morgan dan juga Echa mengikuti jejak sang istri.


"Uuhhh anak Papa cantik banget sih,......mau jalan-jalan ya" kata Bobby sambil menggendong sang anak.


Alice hanya menjadi penonton saja, dia sesekali melirik ke arah Bobby dan anak nya, kedekatan mereka semakin hari semakin erat, Queenza bahkan sering kali menangis jika Bobby berpamitan untuk pergi ke kantor padahal bayi sekecil itu belum paham betul dengan sekitarnya namun jika Bobby berpamitan untuk pergi bekerja dia akan menangis dan akan terdiam jika sudah berada di dekapan Bobby seperti saat ini, ketika berjalan menuju rumah keluarga Hernandez, Queen tak mau lepas dari pangkuan sang papa karena sebentar saja pangkuan berpindah kepada Alice,maka bayi mungil itu akan terlihat tidak nyaman.


"Kamu tuh kayak Mama ya Queen....." kata Bobby.

__ADS_1


"Emang sama nya aku sama Queen apa?" tanya Alice dengan wajah heran.


"Sama-sama gak bisa jauh dari Papa!" saut Bobby dengan kepedean.


"Iihh apaan sih?"


hubungan mereka semakin harmonis,tidak dipungkiri Bobby semakin mesra dan memperlakukan Alice dengan baik, rasa cinta Alice pada Bobby, semakin meningkat. godaan - godaan kecil yang dilontarkan Bobby kepadanya,membuatnya sering salah tingkah sendiri sama seperti saat ini, Alice terlihat begitu sangat malu dingin godaan-godaan dari Bobby.


Alice sangat bersyukur karena beberapa saat kemudian dia sudah sampai di rumah besar keluarganya, hingga dia tak lagi harus salah tingkah karena godaan dari Bobby.


"Aliceeeee!!!!" pekik Nayla ketika Alice memasuki teras belakang rumah.Ya...Nayla datang lebih awal.


"Kamu sendirian?" tanya Alice


"Bobby di sini, Queen tidak bisa jauh dari Papa nya" kata Alice.


Akhirnya mereka bergabung dengan Aleysia, Ananta, Celia dan juga Abigail, tidak lupa ada Syahnaz dan juga Fila, sejak tadi Syahnaz mencoba akrab dengan Fila, Mama Max.


Di sisi lain..


"Bagaimana Max?" tanya Arthur, mereka sudah duduk berdua menghadap ke sebuah laptop dengan layar yang menyala, memperlihatkan seseorang dengan keluarga nya nampak terlihat begitu harmonis.

__ADS_1


"Dia?" tanya Arthur.


"Seperti nya dia adalah anak dan kekasih nya?" kata Max.


"Lalu bagaimana dengan dia?" Arthur menunjuk pada seseorang yang duduk santai di sana.


"Tuan tidak mengenali nya?" tanya Max


Arthur nampak memandang ke arah seseorang tersebut,dan detik berikutnya.


"Dia kembali?" tanya Arthur.


"Seperti nya sudah lama! Namun kita tidak menyadari nya!" saut Max.


"Apa hubungan mereka?" tanya Arthur, dia benar-benar belum paham dengan situasi nya.


"Ayah dan anak!"


"Ohh Shi-t!!!!.....jadi dia dalang di balik semuanya ini?" tanya Arthur.


"Benar sekali Tuan,... sepertinya dendam masa lalu!"

__ADS_1


bersambung......


__ADS_2