
Arthur dengan posesif nya menemani Nay ke rumah sakit setelah mendapat kabar dari Bobby,bahwa dia tak bisa menghadiri meeting dengan klien karena Alice masuk rumah sakit, dan secara kebetulan sang istri tengah berada di samping nya.
"Aku pergi sendiri Bee" kata Nayla
"Tidak! aku ikut!" saut Arthur
"Kau sedang ada meeting!!" ucap Nayla tak suka, dia ingin sekali ber duan dengan Alice.
"Ada Max yang akan menggantikan aku!" kata Arthur dengan tenang nya, dia benar-benar tak tau bahwa sang istri sedang dalam mode tak suka nya.
Begitu lah perdebatan kecil antara Arthur dan Nayla sebelum pada akhirnya sekarang mereka duduk di dalam ruang rawat Alice, Nay duduk di dekat ranjang dan Arthur duduk di sofa bersama dengan Bobby.Nayla nampak berbincang dengan Alice, Alice terlihat lebih segar dari pada sebelum nya.
"Bagaimana? apa masih lemas?" tanya Nayla.
"Sudah lumayan Nay, jangan ke sini, nanti kamu kelelahan, kasihan twins" jawab Alice,seraya meminta Nay untuk pulang, dia kasihan jika Nay terlalu capek, apalagi yang ada di kandungan nya adalah bayi kembar.
"Aku baik-baik saja Al, apalagi aku punya bodyguard yang akan menjagaku 24 jam!" ucap Nay sambil menyindir Arthur, sayangnya yang di sindir tak merasa terganggu sama sekali.
"Memangnya istri mu kenapa Bob?" tanya Arthur, dia mengalihkan pembicaraan dua perempuan yang dapat di prediksi,bahwa Nayla dan Alice akan terus membicarakan tentang sindir menyindir dirinya lagi.
__ADS_1
"Dia hanya kelelahan, maklum.... tenaganya terlalu di kuras, sedangkan wanita hamil harus lebih banyak istirahat!" kata Bobby.
Alice dan Nayla saling bertatapan ketika dengan jelas Bobby mengatakan wanita hamil, pasal nya setelah acara makan tadi, Bobby akan menjelaskan keadaan Alice,namun Nay dan Arthur lebih datang.
"Al....kamu hamil!!" pekik Nayla.
Alice hanya diam saja, entah apa yang.di pikirkan saat ini, hingga beberapa kali Nay mengajaknya berbicara,dia hanya diam sambil sesekali mengangguk atau tersenyum.Arthur yang paham situasi, akhirnya mengajak sang istri untuk pulang.Setelah kepergian Nay dan Arthur, Alice memandang lekat ke arah Bobby, seakan meminta penjelasan tentang apa yang baru saja dia dan Nayla dengar tadi.
"Benarkah?" tanya Alice dengan mata berkaca-kaca.
"Hemmm....ya kamu hamil" jawab Bobby.
ma- mana mungkin aku hamil?" tanya Alice sedikit takut.
Jujur dia belum siap kalau harus hamil saat ini, bahkan semua rencananya bisa hancur hanya dengan menerima kabar kehamilannya, bagaimana dia bisa mengorbankan yang ada di kandungannya hanya untuk kebahagiaannya, Alice nampak menatap langit-langit kamar itu dengan tatapan kosong, Jujur saja dia sangat bingung harus berbuat seperti apa.
"Nyatanya dokter bilang kamu hamil!" kata Bobby dengan santainya.
"Anak ini tidak boleh lahir Bob!" kata Alice lirih, hal itu malah membuat Bobby geram.
__ADS_1
"Apa kamu bilang? jadi kamu mau menggugurkan bayi ini? apakah sudah gila!!?!! kau mau menjadi seorang pembunuh?? hah???!!!! jawab!!" bentak Bobby yang merasa sangat geram akan keputusan Alice.
"Lalu aku harus bagaimana? membiarkan dia lahir? dan mendapati hidup nya tidak sempurna? begitu?" kata Alice dengan wajah yang sudah di penuhi airmata.
"Bukankah kita harus bercerai? lalu untuk apa mempertahankan janin ini...." lanjut Alice.
"Cukup aku saja yang menderita!! bukan anak ku Bob!!" katanya lagi.
Kali ini Bobby hanya diam saja, dia memandang lekat ke arah Alice, Alice yang merasa dipandang oleh Bobby segera membuang mukanya memandang ke arah jendela.Bobby mendekati Alice,menarik bahu wanita itu itu tiba-tiba.
"Kita tidak akan cerai!!" tegas Bobby.
"Apa maksud kamu Bob??!..... lepaskan aku Bob!!? aku tidak berguna buat kamu! jadi jangan mempersulit keadaan" kata Alice.
"Setidaknya sampai bayi itu lahir!!" ucap Bobby kemudian.
"Hah???!!''
bersambung....
__ADS_1