
Max sedang berada di luar kamar, dia sengaja menunggu Syahnaz bertemu dengan Abigail di dalam kamar hotel tersebut, beberapa saat yang lalu, sebenarnya Max mengamati gerak-gerik Abigail dan juga Syahnaz, saat pertama kali mereka bertemu,dapat Max lihat,mata penuh kerinduan Syahnaz bila menatap Abigail,begitu pula dengan Abigail yang sengaja meninggalkan Syahnaz tanpa melihatnya, dia tidak sanggup melihat Syahnaz,gadis yang dia sakiti beberapa tahun yang lalu,apapun itu, tidak luput dari pengamatan Max, karena itu Max merencanakan untuk mengikuti Abigail dengan menyuruh salah satu anak buahnya, dan akhirnya salah satu anak buahnya bisa berbicara dengan Aleysia dan juga Abigail, hingga rencana mempertemukan mereka di kamar hotel tersebut akhirnya terlaksana juga, berkat usaha dari Max yang meyakinkan Aleysia dan juga Abigail, Karena sebenarnya, Abigail tidak yakin bisa menemui Syahnaz dengan keadaan yang seperti itu, namun Max meyakinkan bahwa inilah saat yang tepat untuk pertemuan mereka, hingga rencana itu pun terlaksana dengan baik saat ini.
ceklek.....
Suara kamar hotel terbuka Setelah sekian lama, Max menunggu di luar pintu, Syahnaz keluar dari kamar tersebut setelah memastikan Abigail beristirahat, begitu melihat Max di hadapannya,Syahnaz langsung berhambur ke dalam pelukan Max, menyembunyikan wajahnya di dada bidang sang kekasih,isakan lirih terdengar di telinga Max, kemudian Max mengelus punggung sang kekasih demi menenangkan Syahnaz, Syahnaz mendongak melihat wajah Max.
"kau yang melakukan itu kan Max?" tanya Syahnaz.
Max hanya tersenyum kecil sambil mengangguk,hal itu justru membuat Syahnaz kembali terisak dan memeluk tubuh kekar Max yang ada di hadapannya.
"Jangan menangis lagi" ucap Max kembali mengelus rambut Syahnaz.
Nampak dari kejauhan Nayla dan juga Arthur yang ternyata menginap di lantai yang sama dengan Abigail, Mereka sedang memandangi Max dan juga Syahnaz. Nayla nampak terharu melihat bagaimana Max begitu mencintai Syahnaz, selama ini, nyatanya Max memang memendam rasa terhadap Syahnaz, Namun tugasnya sebagai seorang asisten dari Arthur membuatnya menepis perasaan tersebut,dan menomor duakan cinta yang ada di hatinya demi menyelesaikan segala urusan keluarga Hernandez. Namun setelah seluruh urusan keluarga Hernandez selesai, Syahnaz meninggalkan kota dan Arthur memberikan tugas baru kepada Max, untuk mengurus perusahaan Arthur sendiri bukan milik keluarga Hernandez. hal itu yang membuat Max kembali sibuk dan melupakan keberadaan Syahnaz, Dan 4 tahun setelahnya, mereka dipertemukan kembali dan ternyata hal itu tak disia-siakan oleh Max,dia benar-benar ingin memiliki gadis itu untuk selamanya.
"Sweet banget sih...." ucap Nayla melihat kemesraan Max dan juga Syahnaz, Max yang saat ini sedang menenangkan Syahnaz yang tengah menangis.
"aku juga bisa semanis itu sayang" ucap Arthur.
__ADS_1
"iya Tuan Arthur....dan manismu selalu berakhir dengan permintaanmu yang harus terpenuhi, benar begitu bukan?" sindir Nayla.
"Oh ya.....di mana Al dan Ayana Bee?" lanjut Nay yang baru menyadari, babysitter sang anak dan juga asisten Arthur tidak mengikuti mereka ke lantai tersebut.
"Aku ingin merasakan malam pertama bersamamu tanpa anak-anak" Bisik Arthur dengan nakal di telinga Nayla.
Tentu saja hal itu membuat Nayla kaget, dia benar-benar tidak menyangka bahwa Arthur akan melakukan hal yang sama seperti beberapa tahun yang lalu ketika malam pertama pernikahan Bobby dan juga Alice, di malam pertama pernikahan Bobby dan juga Alice, mereka berdua lah yang melakukan malam pertama terlebih dahulu, dan sekarang ini, Arthur pun melakukan hal yang sama ketika satu sepupunya lagi yaitu Morgan,menikah dengan Echa. Nayla hanya bisa menggelengkan kepalanya saja,sambil menepuk jidatnya dengan tangan kirinya,dia benar-benar tahu bahwa malam ini Arthur tak akan melepaskannya hingga menjelang pagi.
"oh ya Tuhan!!! Tuan mesum!! kau selalu punya cara untuk mengakaliku!!" ucap Nay dengan kesal.
"mau ke mana kau Ar?dan di mana si kecil?" tanya Max ketika melihat Arthur berada di sebuah depan kamar hotel.
Arthur menghentikan langkahnya mendengar pertanyaan Max.
"Tentu saja, melakukan malam pertama sama seperti Morgan!" ucap Arthur dengan santai nya,dan lebih tepatnya dengan mimik wajah mengejek pada Max.
"Apa kau iri Max?" dan kali ini Arthur benar-benar mengejek Max.
__ADS_1
"Ckc.....dasar gila!! Kau pikir aku tidak bisa??" saut Max yang tak mau kalah, setelah terlepas dari status nya sebagai asisten Arthur beberapa tahun lalu, Max dan Arthur lebih banyak berdebat kecil saat bersama.
"Bisa kah kau Max??.....aku rasa kau tak akan berani!!" kata Arthur dan terdengar sebagai sebuah tantangan bagi Max.
"Aku bahkan sangat berani saat ini Ar!!....ayo Syahnaz ikut aku.....kita akan melakukan hal yang sama dengan Arthur!" kata Max sambil menarik tangan Syahnaz melewati Arthur dan Nayla.
"Apa???!!....…Max!!" pekik Syahnaz kaget dengan perkataan Max, karena dia paham betul apa yang sedang di bicarakan Arthur dan Max.
"Tidak....tidak....tidak.... Max!!! berhenti!!" Teriak Syahnaz sambil berusaha melepaskan cekalan tangan Max.
"Bee... Syahnaz..... Max... mereka..." Nayla bingung sendiri dengan tindakan Max, dia juga terlihat cemas dengan nasib Syahnaz.
"Max tak akan berani melakukan apapun sayang.... ayo...saat nya melayani ku Baby" ucap Arthur.
"Oh Tuhan.... hilangkan otak mesum suami!!" pekik Nayla dengan gemasnya mendengar kata-kata Arthur.Dan Nayla yakin, Malam ini dia akan di bantai habis oleh suaminya.
bersambung...
__ADS_1